INDOZONE.ID - Sindrom "Doorway Effect" adalah fenomena ketika seseorang tiba-tiba lupa apa yang ingin mereka lakukan atau pikirkan, ketika berpindah satu tempat ke tempat lainnya, misalnya berjalan melewati pintu.
Nama "Doorway Effect" berasal dari observasi bahwa orang seringkali melupakan apa yang ingin mereka lakukan ketika melewati ambang pintu.
Penelitian menunjukkan bahwa berpindah dari satu ruang ke ruang yang lain, dapat menciptakan "batas peristiwa" dalam pikiran yang mengakibatkan informasi di "latar belakang" sulit diakses.
Otak cenderung mengatur memori berdasarkan konteks dan perpindahan fisik seperti berjalan melewati pintu, yang dapat memicu pengaturan ulang konteks ini, sehingga informasi yang relevan dengan konteks sebelumnya menjadi terlupakan.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Cepat Lupa di Usia Muda
Ketika seseorang berpindah tempat, perhatian mereka mungkin teralihkan dengan hal-hal baru atau perubahan yang terjadi.
Ketika seseorang merasa lelah atau stres, kapasitas otak untuk memproses dan mengingat sesuatu bisa terganggu sehingga membuat orang lebih rentan terhadap momen "lupa tujuan".
Jika seseorang sering mengalami sindrom ini, mencatat hal-hal apa saja yang ingin dilakukan atau tugas di perangkat elektronik atau catatan fisik, dapat membantu mengingat kembali apa yang ingin dilakukan.
Saat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, cobalah untuk secara sadar mengingatkan diri kamu tentang tugas atau hal lainnya yang ingin dilakukan.
Baca Juga: Sering Lupa Melulu, Cukup Konsumsi Jagung Rebus untuk Meningkatkan Memori
Menggunakan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi, dapat mengurangi stres dan meningkatkan fokus sehingga membantu mengurangi frekuensi momen "lupa tujuan".
Membangun rutinitas yang konsisten bisa memperkuat memori dan membuat tugas atau hal yang ingin dilakukan dapat dengan lebih mudah diingat.
Fenomena ini merupakan bagian normal dari fungsi kognitif manusia dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, jika kamu merasa lupa atau kehilangan fokus terjadi terlalu sering atau mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC, New York Times