INDOZONE.ID - Tahukah kamu kalau penggunaan obat nyeri di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara? Lebih miris lagi, banyak orang mengonsumsinya secara rutin tanpa resep dokter. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak serius bagi kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko gagal ginjal akut.
Menurut dr. Decsa Medika Hertanto, seorang Internist Konsultan Ginjal dan Hipertensi, penggunaan obat anti nyeri atau analgesik secara berlebihan dan tanpa pengawasan medis sangat berisiko bagi fungsi ginjal. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi obat nyeri tertinggi di Asia Tenggara, dan kebanyakan dikonsumsi tanpa resep dokter.
“Banyak orang di Indonesia sudah menjadikan konsumsi obat nyeri sebagai rutinitas harian. Mereka tidak sadar bahwa ini bisa memicu gagal ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang,” jelas dr. Decsa dalam kanal YouTube @dokterdecsa Senin (30/6/2025).
Baca juga: Waspada Stres Kronis, Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi hingga Kanker Ginjal
Kenapa Obat Nyeri Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?
Ginjal merupakan organ vital yang sangat bergantung pada kelancaran aliran darah dan tekanan darah. Sayangnya, beberapa jenis obat anti nyeri golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs), seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan natrium diclofenac, bisa menghambat enzim COX. Enzim ini penting untuk memproduksi prostaglandin yang berfungsi melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga aliran darah ke ginjal tetap lancar.
Ketika tubuh mengalami hambatan dalam produksi prostaglandin, pembuluh darah di area ginjal bisa mengalami penyempitan atau vasokonstriksi. Kondisi ini menyebabkan aliran darah menuju ginjal menjadi sangat terbatas.
Jika dibiarkan terus-menerus, penurunan aliran darah ini dapat merusak glomerulus bagian penting pada ginjal yang bertugas menyaring limbah dan racun dari darah. Dalam jangka panjang, kerusakan ini berisiko berkembang menjadi gagal ginjal kronis, yang memerlukan perawatan medis serius seperti dialisis atau transplantasi ginjal.
“Kalau kamu sudah terbiasa minum obat nyeri setiap hari dan merasa tidak enak badan kalau belum konsumsi, hati-hati ya. Ginjal kamu bisa pelan-pelan rusak tanpa disadari,” tegas dr. Decsa.
dr. Decsa juga membagikan kisah nyata dari pasien berusia 30-40 tahun yang mengonsumsi obat nyeri setiap hari selama setahun. Karena efek obat mulai berkurang, pasien tersebut mencampurnya dengan jamu pegal linu yang tidak berlabel, dan bisa saja sudah mengandung campuran obat nyeri serta steroid. Hasilnya? Fungsi ginjal pasien menurun drastis hingga hanya tersisa 15%, sehingga harus menjalani cuci darah secara rutin.
“Ironisnya, pasien ini bahkan tidak menyadari kalau penyebab utama penurunan fungsi ginjalnya adalah dari obat nyeri yang selama ini dianggap sepele,” tambah dr. Decsa.
Bagi kamu yang sering mengalami pegal atau nyeri, penting banget untuk mulai bijak dalam memilih obat pereda nyeri. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika kamu punya riwayat tekanan darah tinggi atau masalah ginjal.
Ingat, konsumsi obat anti nyeri secara rutin dan tanpa pengawasan bisa memperbesar risiko terkena gagal ginjal, bahkan di usia muda. Yuk, jaga ginjalmu sejak sekarang dan gunakan obat nyeri hanya saat dibutuhkan serta sesuai anjuran dokter!
Baca juga: 9 Kebiasaan Sepele yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Ginjal, Waspadai Sebelum Terlambat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube