INDOZONE.ID - Moms terkadang bingung membedakan alergi susu sapi dan kondisi intoleransi laktosa pada anak. Kedua masalah kesehatan ini kerap dianggap sama, padahal kondisinya sebenarnya berbeda loh.
Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi Anak Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr.Sp.A(K), M.Kes, mengatakan, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa sebenarnya kondisinya berbeda, tapi gejalanya hampir sama.
Gejala Anak Alergi Susu Sapi
Prof Budi mengungkapkan, angka kejadian anak-anak yang alergi susu sapi sebanyak 0,5 sampai 7,5 persen di Indonesia. Anak-anak akan mengalami gejala di 3 bagian organ tubuhnya.
"Gejalanya kalau sensitif terhadap protein susu sapi, ada gangguan sistem kekebalan tubuh seorang anak terhadap protein yang ada di susu sapi. Gejalanya gak hanya di pencernaan, tapi ada di kulit sering ada merah-merah, gatal, biduran, gangguan pernapasan sesak dan sakit perut," ungkap Prof Budi dalam acara The Final Game Soyalympic Door of Future 2025 yang digelar di Playtopia Gandaria City, Jakarta, Kamis (3/7/2025)
Baca juga: Kamu Alergi Susu Sapi tapi Pengen Makan Keju? Ternyata Bisa Loh
Gejala Intoleransi Laktosa
Bila anak mengalami intoleransi laktosa, gejalanya hanya dialami pada sistem pencernaan saja. Anak-anak akan mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, diare dan muntah
"Jadi gak ada gejala di kulit dan saluran napas karena tubuhnya pada anak intoleransi laktosa sulit mencerna enzim. Perutnya kembung karena banyak gas akibat laktosanya gak bisa diserap dan fasesnya jadi asam, anak akan sering buang angin," tambahnya.
Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa
Bila seorang anak sedang masa tumbuh kembangnya mengalami dua masalah tersebut, artinya harus menghindari susu sapi standar. Moms bisa menggantinya dengan ASI atau produk susu soya bila si kecil tidak beruntung mendapat ASI.
"Pertama kasih ASI dulu aja, tapi selama menyusui ibunya tidak memakan atau meminum yang mengandung protein susu sapi dan turunannya. Kalau gak ASI berarti susu biasa standar bisa diganti dengan sufor khusus, alternatifnya sufor soya agar tunbuh kembang optimal dan berprestasi," saran Prof Budi.
Baca juga: Mengenal Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Anak, Ini Penjelasan Pakar
Pertolongan Pertama pada si Kecil
Bila si kecil mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa, Moms bisa melihat dulu gejalanya dari yang sudah dipaparkan Prof Budi. Ada gejala yang ringan, sedang dan berat.
"Kalau anak mengalami kedua masalah ini dilihat dulu gejala yang muncul apa, kalau di kulit harus diobati dengan obat kulit dan sesak napas juga ada," ucapnya.
Setelah itu, Moms bisa mengganti susu sapi dengan susu soya. Kalau si kecil sudah dapat MPASI, harus menghindari makanan yang mengandung protein susu sapi dan turunannya
"Kalau intoleransi laktosa gejala yang muncul pada pencernaan kita obati. Berikan susu soya dan kalau sudah MPASI dapat makanannya yang tidak mengandung laktosa, bisa dari ikan, daging ayam atau daging sapi juga boleh," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung