Minggu, 13 JULI 2025 • 09:15 WIB

Enggak Nyangka, Terapi Kanker Payudara Bisa Jadi Perisai dari Alzheimer

Author

Ilustrasi wanita jalani terapi kanker payudara. (freepik)

INDOZONE.ID — Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dialami perempuan. Menurut American Cancer Society, satu dari delapan perempuan punya kemungkinan untuk mengidap kanker ini sepanjang hidupnya. 

Di sisi lain, penyakit Alzheimer juga menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat. Terlebih, ada sekitar tujuh juta orang di Amerika Serikat saat ini hidup dengan kondisi tersebut.

Dalam upaya mengetahui lebih dalam dampak pengobatan kanker terhadap risiko demensia, para peneliti melakukan studi terhadap pasien kanker payudara dan kaitannya dengan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Hasil penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open.

Terapi Radiasi dan Risiko Alzheimer

Dikutip Medical News Today, kanker payudara punya tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 91 Persen. Pilihan pengobatannya tergantung pada tingkat penyebaran kanker. Apakah masih lokal atau telah menyebar ke organ lain (metastasis). 

Beberapa metode pengobatan yang digunakan antara lain:

  • Operasi seperti lumpektomi atau mastektomi
  • Terapi radiasi
  • Terapi hormon
  • Terapi target
  • Imunoterapi

Baca juga: Dampak Merokok dan Minum Alkohol terhadap Risiko Kanker Payudara

Sekitar 70 persen pasien kanker payudara menjalani terapi radiasi, dan 40 persen menerima kemoterapi. Meski efektif, terapi ini dapat menyebabkan efek samping serius. Mulai dari kelelahan, kerontokan rambut, hingga gangguan kognitif yang dikenal sebagai chemo brain.

Sementara itu, melalui data dari Korean National Health Insurance Service, para peneliti menganalisis risiko Alzheimer pada lebih dari 70.000 penyintas kanker payudara, dibandingkan dengan kelompok kontrol berjumlah sekitar 180 ribu perempuan. 

Mereka mengamati data tindak lanjut selama rata-rata tujuh tahun sejak pasien menjalani operasi, dan terapi kanker antara tahun 2010 hingga 2016.

Manfaat Jangka Pendek terhadap Risiko Alzheimer

Ilustrasi penyakit Alzheimer (freepik)

Selama masa tindak lanjut, tercatat 1.229 perempuan penyintas kanker payudara didiagnosis menderita Alzheimer. Dibandingkan dengan kelompok kontrol, para penyintas kanker payudara menunjukkan penurunan risiko Alzheimer sebesar 8 persen. 

Penurunan risiko ini paling terlihat pada perempuan yang menjalani terapi radiasi. Hal itu membuat para peneliti menduga, terapi radiasi mungkin punya peran perlindungan terhadap gangguan kognitif tersebut.

Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa, efek perlindungan ini tampaknya hanya bersifat sementara. 

"Berdasarkan temuan ini, kami berhipotesis bahwa risiko demensia Alzheimer dapat menurun dalam jangka pendek setelah pengobatan kanker, namun kembali setara seiring bertambahnya waktu hidup," tulis peneliti dalam laporan mereka.

Menariknya, pengobatan kanker lain seperti kemoterapi dan terapi hormon, tidak menunjukkan dampak signifikan terhadap risiko Alzheimer.

Mengapa Terapi Radiasi Bisa Berpengaruh?

Ahli Saraf dari Filipina, Dr. Jon Stewart Hao Dy, menjelaskan, temuan ini tidak mengejutkan. Ia menekankan, pasien yang menerima terapi kanker secara menyeluruh, biasanya juga mendapat perawatan komorbiditas lain secara optimal, termasuk pengawasan terhadap efek kognitif jangka panjang.

Menurut Dr. Dy, terapi radiasi dapat memberikan efek perlindungan jangka pendek. Sebab terapi itu mampu mengurangi peradangan pada otak (astrogliosis dan microgliosis), serta berfungsi sebagai agen neuroprotektif.

Baca juga: Tes Darah Kini Bisa Diagnosis Alzheimer? Berikut Penjelasan Peneliti

Sedangkan Ahli Saraf di AICA Orthopedics, Dr. Rizwan Bashir, menilai, temuan ini menarik dan membuka peluang baru untuk menjelaskan, mekanisme biologis yang mungkin mendasari. 

Ia menyoroti kemungkinan, terapi radiasi dapat memengaruhi sistem kekebalan atau mencegah pembentukan plak amiloid yang terkait dengan Alzheimer.

Selain itu, Bashir menjelaskan, hormon estrogen berperan penting dalam perkembangan kanker dan degenerasi saraf. Penurunan kadar estrogen akibat terapi hormon, justru dapat menurunkan risiko Alzheimer pada sebagian pasien.

Perlu Penelitian Lanjutan

Para ahli menekankan, perlunya studi lanjutan jangka panjang, guna memperjelas hubungan antara pengobatan kanker dan risiko Alzheimer. Studi ini menjadi langkah awal yang menggugah asumsi bahwa, terapi kanker hanya berdampak negatif terhadap fungsi kognitif.

"Penelitian ini memberikan sudut pandang baru yang patut diperhitungkan bahwa, beberapa pengobatan kanker bisa jadi memiliki pengaruh positif yang tidak terduga terhadap risiko demensia," ujar Bashir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU