INDOZONE.ID - Kanker saluran empedu, atau yang dikenal secara medis sebagai cholangiocarcinoma, adalah jenis kanker yang berkembang di saluran empedu yang menghubungkan hati ke kantong empedu dan usus halus. Gejalanya bisa tergolong sulit dikenali karena awalnya mirip sakit maag.
Dokter Spesialis Hematologi Onkologi, Prof Dr dr Ikhwan Rinaldi memaparkan bahwa kanker saluran empedu itu sebagian besar terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas, walaupun bisa terjadi pada usia berapa pun.
Kanker saluran empedu seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada stadium awal, dan gejala hanya muncul ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut.
Baca juga: Mengenal Kanker Empedu: Gejala, Faktor Risiko hingga Cara Mengatasinya
Beda Gejala Kanker Saluran Empedu dan Maag
Prof Ikhwan menyampaikan bahwa gejala kanker saluran empedu stadium lanjut itu sering kali disamakan dengan masalah pencernaan biasa seperti maag karena bisa memicu nyeri perut. Lantas, perbedaannya apa?
Menurut Prof Ikhwan, perbedaan utama antara nyeri maag dan gejala kanker saluran empedu itu terletak pada durasi dan respons terhadap pengobatan.
Pasien dengan kanker saluran empedu seringkali mengalami gejala seperti mual, kembung, dan rasa penuh di perut bagian atas, yang mirip dengan gejala sakit maag, namun gejala ini berlangsung lama dan tidak membaik dengan pengobatan biasa.
"Tapi udah lama diobati bolak-balik, kok masih begitu-begitu aja? Maka, harusnya dokter atau orang yang merasa itu harus lebih aware ya. Bukan hanya memikirkan oh ini maag biasa gitu ya. Jadi harus datang ke dokter dan dokternya harus atau pasiennya juga merasa perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).
Baca juga: Segera Hindari! Ini 3 Makanan yang Dapat Memicu Gejala Kantong Empedu
Selain nyeri perut, Prof Ikhwan juga mengatakan ada sejumlah gejala kanker saluran empedu yang dapat dialami pasien, sebagai berikut:
- Kulit dan mata menguning
- Demam
- Gatal pada kulit
- Penurunan berat badan
"Kadang-kadang keluhannya itu cuma seperti kembung-kembung, begah, seperti gejala maag pada awal-awal. Terus diobati saja, minum obat maag, dan dilakukan terus-terusan," tambahnya.
Lebih lanjut Prof Ikhwan menambahkan, "Tapi pada suatu ketika, ketika sudah lanjut, baru mulai terlihat gejala seperti kulit menguning dan sebagainya. Maka, kita perlu lebih aware dengan kondisi ini supaya pasien yang datang ke kita, ke dokter, berada pada stadium yang masih bisa diobati."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung