INDOZONE.ID - Bagi karyawan yang sebagian besar waktunya dihabiskan di meja kerja, risiko obesitas seringkali menjadi bayang-bayang.
Minimnya aktivitas fisik, ditambah dengan godaan makanan yang beragam, bisa dengan mudah membuat berat badan naik.
Lantas, makanan apa saja yang harus dihindari agar tidak obesitas, terutama bagi mereka yang sehari-hari duduk di kursi kerja?
Pola Makan Sehat untuk Karyawan Kantoran
Ahli gizi Anisa Nurul Syafitri, S.Gz saat ditanya oleh Indozone, menjelaskan bahwa obesitas pada dasarnya terjadi akibat surplus kalori dalam jangka waktu panjang tanpa diimbangi oleh aktivitas fisik yang memadai.
Ini adalah prinsip dasar yang dikenal sebagai kalori masuk vs kalori keluar.
Baca juga: 7 Pola Makan Sederhana yang Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung
Fokus Kontrol Asupan Kalori
Menurut Anisa, untuk karyawan yang banyak duduk, kuncinya ada pada kontrol pola makan.
Bukan hanya menghindari jenis makanan tertentu, tapi lebih kepada menjaga agar asupan kalori tidak melebihi yang dikeluarkan tubuh.
"Sebenarnya untuk karyawan yang kebanyakan duduk, itu bisa kita kontrol dari pola makannya saja. Ini kembali lagi ke status gizi mereka. Misalkan status gizi normal, tapi memang kebanyakan duduk, mungkin bisa dihindari makanan-makanan yang memicu surplus kalori," jelas Anisa Nurul Syafitri.
Hindari Lemak Jenuh dan Gula Berlebihan
Anisa menekankan bahwa beberapa jenis makanan memang lebih mudah memicu kelebihan kalori, terutama jika aktivitas fisik minim.
"Contohnya seperti apa? Misalkan makanan tinggi lemak jenuh, makanan tinggi gula. Jadi di-maintain dari asupannya, jangan sampai makan lebih banyak dibandingkan dengan apa yang dikeluarkan dari aktivitas fisik," sambungnya.
Ini berarti, jika di hari itu aktivitas fisik kamu berkurang, porsi makanan yang dikonsumsi sebaiknya juga disesuaikan agar tidak berlebihan
Baca juga: 7 Cara Mengubah Pola Pikir Biar Gak Dikir-dikit Suka Nyinyiran Orang
Kenali Kebutuhan Kalori Pribadi
Setiap orang memiliki kalori yang berbeda. Anisa menyoroti betapa pentingnya bagi setiap orang untuk mengetahui kebutuhan gizi hariannya.
"Makanya penting banget setiap orang itu mengetahui kebutuhan gizinya dulu. Misalkan kebutuhan gizinya hari ini 2000 kalori. Kemudian nanti ada juga namanya BMR (Basal Metabolic Rate), kalori minimal yang harus dia konsumsi. Nanti menyesuaikan aktivitasnya lagi, jarang, ringan, sedang, atau lagi exercise banget. Nanti pengurangan kalorinya itu bisa disesuaikan dari aktivitas fisik tersebut. Jadi beda kondisi nanti beda kalori," ungkapnya.
Pakai Strategi "Isi Piringku" sebagai Panduan
Meskipun mengetahui detail setiap makanan bisa terasa rumit bagi orang awam, Anisa memberikan solusi sederhana.
"Sebenarnya mengetahui kalori makanan itu bisa dari kaset mata ya. Misalkan kita dalam sehari makan satu piring, bisa terapkan Isi Piringku agar tetap terkontrol," tambahnya.
Konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan RI menyarankan proporsi seimbang antara makanan pokok (karbohidrat), lauk pauk (protein), sayuran, dan buah-buahan dalam satu piring.
Ini adalah cara praktis untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang tanpa perlu menghitung kalori secara detail.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, karyawan yang banyak duduk tetap bisa menjaga berat badan ideal dan terhindar dari obesitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung