INDOZONE.ID - Bagi orang tua memberi makan anak menjadi momen penuh kasih sayang, tak heran orang tua seringkali memberikan makanan bergizi terbaik untuk buah hatinya. Salah satu makanan yang kerap jadi andalannya yaitu telur.
Telur memang populer. Selain harganya yang terjangkau, cara pengolahannya pun cukup simple dan rasanya hampir disukai semua anak. Namun, apakah anak-anak aman mengkonsumsi telur setiap hari?
Baca juga: Ternyata Hyaluronic Acid Bisa Atasi Jerawat? Ini Fakta yang Jarang Diketahui!
Antara Nutrisi dan Keseimbangan
Telur merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi. Di dalam sebutir telur mengandung berbagai macam vitamin seperti, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, lutein, riboflavin, omega 3, fosfor, zat besi, dan selenium.
Dari sudut pandang gizi, telur termasuk makanan yang memiliki berbagai manfaat baik untuk tubuh. Namun, sebagaimana prinsip dasar dalam pola makan sehat, segala sesuatu yang berlebihan bisa berdampak negatif, termasuk telur.
Jumlah Telur yang Aman Dikonsumsi oleh Anak-anak
Dilansir dari beberapa jurnal kesehatan, makan 1 sampai 2 butir telur sehari dianggap aman bagi anak-anak yang sehat dan tidak alergi terhadap telur. Akan tetapi sebagai orang tua, pastikan tau dulu total asupan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan anak sesuai usianya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Sunscreen Buat Kulit Kering, Berminyak, Sensitif di Bawah Rp50 Ribu
Efek Makan Telur Berlebihan Pada Anak-anak
Meskipun telur merupakan makanan sehat, terlalu banyak mengonsumsinya setiap hari menimbulkan efek samping dan resiko. Berikut beberapa resikonya :
1. Gangguan Pencernaan
Terlalu banyak makan telur dapat menyebabkan anak mengalami gangguan pencernaan seperti kembung, mual, ataupun gas. Terutama jika tidak diimbangi dengan serat dari konsumsi sayur dan buah.
2. Resiko Kadar Kolesterol Tinggi
Di kutip dari The Journal Of Nutrition, telur mengandung kolesterol. Jika anak memiliki masalah kesehatan tertentu seperti hiperkolesterolemia, konsumsi telur berlebihan dapat mengakibatkan kadar kolesterol dalam darah meningkat.
3. Resiko Alergi
Sebagian anak mungkin alergi atau mengalami intoleransi terhadap telur, yang ditandai dengan munculnya ruam kulit, sakit perut, dan diare.
Tips Aman Memberikan Telur Pada Anak-anak
Agar anak tetap memperoleh manfaat optimal dari telur, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan :
1. Jaga Keseimbangan Menu
Jadikan telur sebagai bagian dari menu seimbang. Misalnya sarapan pagi dengan nasi, sayur tumis, dan omlet telur, bukan hanya nasi dan goreng telur saja. Seimbangkan juga dengan konsumsi buah-buahan, biji-bijian, dan sayur-sayuran lainnya.
2. Perhatikan Cara Memasak
Pastikan telur dimasak hingga matang sempurna. Hindari memberi makan telur setengah matang pada bayi dan balita agar mencegah resiko infeksi salmonella yang dapat membahayakan tubuh.
3.Perhatikan Kondisi Kesehatan
Jika sesudah makan telur anak mengalami ruam, sakit perut, maupun mengalami masalah kesehatan lainnya, hentikan dulu konsumsi telur dan konsultasikan ke dokter ataupun konsultasi ke ahli gizi untuk anjuran yang tepat.
Telur bisa menjadi bagian dari pola makan sehat untuk anak, akan tetapi bukan satu-satunya menu setiap hari di atas piring. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gizi jika khawatir mengenai konsumsi telur untuk anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan