Lupa Nama hingga Sering Tidak Ingat Taruh Barang? Itu Tanda Penuaan Biasa atau Gejala Demensia?
INDOZONE.ID - Siapa yang tidak pernah lupa nama seseorang, keliru meletakkan barang, atau kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara?
Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan demensia, banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah ini hanya gejala penuaan biasa atau tanda awal demensia?
Saat usia bertambah, wajar jika daya ingat sedikit melambat. Kebiasaan lupa sesekali ini dikenal sebagai gangguan daya ingat terkait usia (age-associated memory impairment).
Hal itu merupakan bagian normal dari proses penuaan. Meski terasa menjengkelkan, rupanya gejala ini tidak serta-merta menandakan seseorang mengalami demensia.
Baca juga: Diet MIND Dapat Turunkan Risiko Demensia, Bahkan Jika Diterapkan di Usia Lanjut
Penuaan dan Demensia: Dua Hal yang Berbeda
Dikutip dari Medical Daily, meskipun sering disamakan, demensia dan gejala penuaan normal merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Demensia memang bisa dimulai dengan gangguan daya ingat ringan, tetapi gejalanya akan terus memburuk dari waktu ke waktu. Pada lansia sehat, lupa biasanya bersifat sesekali dan menyangkut memori masa lalu yang lebih jauh.
Sebaliknya, orang dengan demensia cenderung kesulitan mengingat hal-hal baru. Misal, percakapan yang baru saja terjadi, atau mengenali orang yang baru mereka temui.
Demensia bukan hanya soal lupa. Gangguan ini juga disertai dengan kebingungan, kesulitan menjalani aktivitas harian, gangguan bahasa dan pemahaman, serta perubahan perilaku yang mencolok.
Dalam jangka panjang, demensia akan memengaruhi kemandirian, dan kualitas hidup seseorang secara signifikan.
Pentingnya Diagnosis oleh Profesional
Perlu diingat, gejala seperti lupa atau kebingungan saja belum cukup untuk menyimpulkan seseorang mengidap demensia. Diagnosis hanya dapat ditegakkan oleh tenaga kesehatan melalui evaluasi menyeluruh.
Proses ini biasanya mencakup riwayat kesehatan, tes kognitif, pemeriksaan fisik, dan dalam beberapa kasus, pencitraan otak untuk menyingkirkan penyebab lain.
Masalah daya ingat juga bisa disebabkan berbagai faktor lain. Misal, cedera kepala (termasuk gegar otak), infeksi atau tumor otak, gangguan tiroid atau organ tubuh lainnya,
Selain itu, bisa juga karena efek samping obat, masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan, gangguan tidur, penyalahgunaan zat, atau kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12.
Baca juga: Dear Pemabuk! Minum Alkohol Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Kerusakan Otak dan Demensia, Lho
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gangguan daya ingat mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Tanda-tanda peringatan meliputi sering mengulang pertanyaan yang sama, tersesat di tempat yang familiar, atau kesulitan merawat diri sendiri.
Dalam beberapa kasus, lansia dapat didiagnosis dengan gangguan kognitif ringan (MCI/Mild Cognitive Impairment). Kondisi ini ditandai dengan gangguan ingatan atau kemampuan berpikir yang lebih jelas dibandingkan orang seusianya.
Meskipun penderita MCI umumnya masih dapat menjalani aktivitas harian secara mandiri, kondisi tersebut juga dapat menjadi gejala awal penyakit Alzheimer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily