INDOZONE.ID - Seringkali muncul pertanyaan, muntah kuning pertanda apa sebenarnya? Muntah yang berwarna kuning dengan rasa pahit biasanya terjadi karena adanya campuran empedu dalam muntahan.
Berikut beberapa penyebab muntah kuning, gejala yang menyertainya, serta cara penanganannya.
Apa Itu Muntah Kuning Pahit?
Muntah kuning pahit, yang dikenal juga dengan istilah bilious vomiting, adalah saat cairan muntah berwarna kuning kehijauan dan memiliki rasa pahit.
Warna kuning ini berasal dari empedu, cairan yang dihasilkan oleh hati dan disimpan di kantung empedu untuk membantu pencernaan lemak dalam usus kecil.
Kenapa muntah bisa berwarna kuning? Ini terjadi ketika empedu yang seharusnya mengalir ke usus kecil justru kembali naik ke lambung dan ikut keluar saat muntah. Kondisi ini bisa muncul ketika perut sedang kosong maupun setelah makan.
Baca juga: 5 Gejala Umum Penyakit Glaukoma, Sakit Kepala Hingga Muntah
Penyebab Muntah Kuning
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan muntah berwarna kuning, di antaranya:
- Penyumbatan usus (obstruksi usus) yang menghambat isi usus termasuk empedu
- Refluks empedu, yaitu kembalinya cairan empedu ke lambung dan kerongkongan
- Gastroparesis, di mana lambung mengalami kesulitan untuk mengosongkan isinya
- Infeksi saluran pencernaan akibat virus atau bakteri
- Efek samping obat-obatan
- Penyakit kantung empedu
Baca juga: Ngeri! Usus Balita Ini Berlubang Gara-gara Telan 6 Bola Fidget Magnetic, Sampai Muntah Cairan Hijau
Gejala yang Menyertai Muntah Kuning dan Pahit Setelah Makan atau Saat Perut Kosong
Selain muntah berwarna kuning dengan rasa pahit, gejala lain yang sering muncul meliputi mual, nyeri perut, kembung, diare, demam, penurunan berat badan, dan hilangnya nafsu makan.
Jika kamu mengalami muntah kuning dan pahit setelah makan atau bahkan muntah kuning saat perut kosong yang disertai gejala-gejala tersebut, penting untuk segera mencari pertolongan medis.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Kamu perlu segera ke dokter apabila muntah kuning pahit:
- Terjadi secara terus-menerus dan tidak kunjung berhenti
- Mengandung darah
- Menimbulkan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering dan pusing
- Disertai nyeri perut hebat atau demam tinggi
- Terjadi setelah cedera kepala
- Disertai kesulitan buang air besar atau buang angin
Cara Mengatasi Muntah Kuning Pahit
Pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya, meliputi:
- Mengatasi dehidrasi dengan pemberian cairan dan elektrolit
- Pemberian obat anti mual atau antibiotik bila diperlukan
- Menyesuaikan pola makan dengan menghindari makanan berat, berlemak, dan pedas serta makan dalam porsi kecil
- Dalam kasus tertentu, operasi diperlukan untuk mengatasi penyumbatan atau gangguan pada kantung empedu
Potensi Komplikasi
Muntah kuning yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan:
- Dehidrasi berat
- Kekurangan nutrisi penting
- Kerusakan pada lapisan kerongkongan
- Risiko aspirasi muntahan ke paru-paru yang dapat menyebabkan infeksi
Cara Mencegah Muntah Kuning Pahit
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko muntah kuning meliputi:
- Menghindari makanan yang memicu mual
- Makan dengan porsi kecil tapi sering
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
- Menjauhi kebiasaan merokok dan minum alkohol
- Mengelola stres dengan baik
Muntah kuning dan pahit terjadi karena empedu naik ke lambung, yang bisa dialami baik setelah makan maupun saat perut kosong. Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini patut diwaspadai terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain.
Mengenali penyebab muntah kuning dan tahu kapan harus memeriksakan diri ke dokter sangat penting agar penanganan tepat bisa diberikan dan komplikasi dihindari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.clevelandclinic.org