INDOZONE.ID - Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi neurobiologis yang memengaruhi kemampuan anak untuk fokus, mengendalikan impuls, dan mengelola aktivitas berlebihan.
Selain terapi dan pola asuh yang tepat, nutrisi juga memainkan peran penting. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan yang dihindari anak ADHD bisa membantu mengurangi gejala hiperaktif dan sulit fokus.
7 Makanan yang Wajib Dihindari Anak ADHD
Mengelola diet anak ADHD memang bukan obat, tapi bisa menjadi strategi pendukung yang efektif. Dengan menghindari beberapa jenis makanan tertentu, orang tua bisa membantu anak merasa lebih tenang dan lebih mudah berkonsentrasi.
Baca juga: Waspada! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Kuku Palsu
Berikut adalah 7 jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh anak ADHD:
1. Gula dan Makanan Manis Berlebihan
Gula adalah pemicu yang paling umum. Makanan dan minuman manis, seperti permen, soda, kue, dan minuman kemasan, bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti oleh penurunan drastis.
Perubahan ini dapat memicu hiperaktif, perubahan mood, dan kesulitan fokus pada anak.
2. Makanan Mengandung Pewarna Buatan
Beberapa penelitian mengaitkan pewarna makanan buatan, terutama yang berwarna cerah (seperti Merah 40, Kuning 5, dan Kuning 6), dengan peningkatan gejala hiperaktivitas.
Pewarna ini sering ditemukan dalam permen, sereal, minuman ringan, dan makanan olahan anak.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Merantau dalam Bahasa Inggris, Bikin Feed Makin Relatable
3. Makanan dengan Pengawet Buatan (MSG)
Pengawet seperti Monosodium Glutamat (MSG) yang sering ditemukan dalam makanan olahan, camilan kemasan, dan makanan cepat saji, juga diduga dapat memengaruhi perilaku anak.
Beberapa laporan anekdotal dari orang tua menunjukkan bahwa MSG bisa memicu hiperaktif dan kesulitan konsentrasi pada anak ADHD.
4. Kafein
Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman energi bisa memicu kegelisahan, gelisah, dan sulit tidur pada anak-anak secara umum, apalagi pada anak ADHD.
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan membuat anak merasa lebih berenergi dan sulit dikendalikan.
5. Makanan dengan Pemanis Buatan (Aspartam)
Beberapa pemanis buatan, seperti aspartam, juga sering dikaitkan dengan efek neurologis. Meskipun penelitiannya masih terbatas, beberapa ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi pemanis buatan karena ada dugaan bisa memengaruhi fungsi otak dan perilaku anak.
6. Makanan Berbahan Dasar Tepung Putih
Makanan yang terbuat dari tepung putih olahan, seperti roti tawar, pasta, dan kue kering, memiliki indeks glikemik tinggi. Ini berarti makanan tersebut cepat diubah menjadi gula, yang dapat menyebabkan lonjakan energi dan hiperaktivitas, sama seperti efek gula.
7. Alergen Umum
Beberapa anak dengan ADHD mungkin sensitif terhadap alergen makanan tertentu, yang dapat memengaruhi perilaku mereka.
Alergen yang paling umum adalah susu, telur, gandum, kedelai, jagung, dan kacang-kacangan.
Diet anak ADHD bukanlah solusi tunggal, tetapi merupakan bagian penting dari penanganan yang holistik.
Dengan mengurangi atau menghindari makanan yang dihindari anak ADHD seperti gula, pewarna buatan, dan makanan olahan, kamu bisa membantu anak merasa lebih baik, lebih tenang, dan lebih mampu mengelola gejala mereka.
Selalu konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter anak sebelum melakukan perubahan diet besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Direct