INDOZONE.ID - Minyak goreng udah jadi bagian hidup sehari-hari. Dari tempe goreng sampai cemilan renyah, semuanya butuh minyak.
Tapi masalahnya, masih banyak yang nekat pakai minyak jelantah alias minyak bekas berulang kali buat alasan hemat. Padahal kebiasaan ini bisa bahaya banget buat kesehatan.
Apa Itu Minyak Jelantah?
Kalau minyak goreng dipake terus-terusan, lama-lama warnanya jadi gelap, kental, dan baunya aneh. Nah, minyak kayak gini disebut minyak jelantah.
Meskipun masih sering dipakai orang, sebenarnya minyak ini udah banyak kandungan yang rusak gara-gara panas tinggi.
Baca juga: Efek Samping Konsumsi Gula Putih Berlebihan: Pecinta Manis-manisan Wajib Baca!
Bahaya Minyak Jelantah untuk Kesehatan
Ketika minyak dipakai terus-menerus, kandungan lemak sehat di dalamnya rusak. Proses pemanasan berulang pada suhu tinggi memicu oksidasi.
Itu membentuk zat berbahaya seperti radikal bebas dan senyawa karsinogenik dan dampaknya nggak main-main. Risiko kanker meningkat karena radikal bebas bisa merusak sel tubuh. Penumpukan lemak trans di pembuluh darah yang menjadi penyakit jantung.
Obesitas dan diabetes karena makanan yang digoreng dengan minyak jelantah cenderung tinggi kalori tapi rendah gizi.
Infeksi bakteri karena minyak bekas jadi sarang remah-remah gorengan yang bisa jadi tempat berkembangnya mikroba.
Bahkan, penelitian juga menemukan bahwa minyak jelantah mengandung aldehid, senyawa berbahaya yang terkait dengan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Baca juga: Jangan Tunggu Sakit! Rossa dan Al Ghazali Ajak Kamu Cek Kesehatan Gratis di Sini
Cermati Aspek Kehalalannya
Selain kesehatan ada loh sisi kehalalan yang harus diperhatikan. Minyak goreng biasanya berasal dari tumbuhan, tapi kalau minyak jelantah didapat dari restoran yang menggoreng bahan tidak halal, maka statusnya ikut jadi haram.
Itu sebabnya, kalau beli gorengan di pinggir jalan, jangan segan buat perhatikan sumber minyak yang dipakai.
Cara Bijak Menggunakan Minyak Goreng
Supaya tetap aman, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
- Gunakan 2 atau maksimal nya 3 kali penggorengan dan selalu cek warna minyak.
- Hindari membeli minyak jelantah murah yang sumbernya nggak jelas.
- Perhatikan sertifikat halal saat membeli minyak goreng baru.
- Kalau beli gorengan, pilih pedagang yang terpercaya dan jelas kualitas minyaknya.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Pinang Muda untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Kamu bisa tahu minyak sudah tidak layak pakai dari beberapa ciri ini kayak warnanya keruh dan tidak bening, masih ada remah-remah gorengan meski sudah disaring, tercium aroma bahan gorengan sebelumnya dan minyak cepat berasap saat dipanaskan.
Menggunakan minyak jelantah berulang kali mungkin terasa hemat, tapi risiko kesehatan yang ditimbulkan justru jauh lebih mahal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Halalmui.org