INDOZONE.ID – Alergi mata atau konjungtivitis alergi merupakan salah satu penyakit permukaan mata, yang paling umum ditemui dalam layanan kesehatan mata primer.
Meski kerap dianggap sepele, kondisi ini rupanya dapat mengganggu kehidupan kamu, lho. Sehingga, perlu penanganan yang tepat dan personal, bukan sekadar mengandalkan obat bebas yang sifatnya umum.
Dikutip dari American Optometric Association, di Amerika Serikat, lebih dari 95 persen kasus alergi mata berasal dari dua jenis utama. Di antaranya, seasonal allergic conjunctivitis (alergi musiman), dan perennial allergic conjunctivitis (alergi kronis sepanjang tahun).
Namun, banyak kasus yang tidak tertangani dengan optimal, lantaran penderitanya menganggap penyakit ini tidak berbahaya.
Baca juga: Memahami Kondisi Nistagmus: Gangguan Penglihatan Akibat Gerakan Mata Tidak Terkendali
Penyebab dan Faktor Risiko:
Alergi mata bisa dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Alergi musiman: Debu, serbuk sari, atau alergen lingkungan.
- Alergi kronis: Reaksi terhadap penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang.
Gejala Umum:
Keluhan dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata, dengan gejala seperti:
- Rasa gatal.
- Mata merah.
- Pembengkakan pada kelopak atau sekitar mata.
Diagnosis:
Untuk memastikan diagnosis, kamu perlu menjalani pemeriksaan mata menyeluruh. Hal ini penting karena beberapa gangguan lain, seperti mata kering (dry eye) atau radang kelopak mata (blefaritis), punya gejala yang mirip dengan alergi mata.
Pengobatan:
Pengobatan dapat dilakukan secara bertahap, antara lain:
- Menggunakan obat tetes mata antialergi yang dijual bebas.
- Mengonsumsi obat antialergi oral (tablet) tanpa resep.
- Berkonsultasi dengan dokter spesialis mata, jika gejala tidak berkurang atau justru memburuk. Dokter dapat meresepkan obat tetes khusus atau obat oral sesuai kondisi pasien.
Baca juga: Waspadai Keratitis, Peradangan Kornea yang Dapat Ganggu Penglihatan
Pencegahan:
Kamu disarankan menggunakan obat alergi, baik tetes mata maupun obat oral, sebelum dan selama musim alergi berlangsung.
Untuk kasus tertentu, penggunaan obat dari resep dokter, juga diperlukan agar gejala dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Gimana, kamu pernah atau lagi mengalami alergi mata? Share yuk, pengalaman dan pengobatan apa yang kamu lakukan biar sembuh!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association