Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 13:15 WIB

Perhatian! Risiko Depresi Bisa Turun dengan Penuhi Kebutuhan Kalium

Author

Ilustrasi seseorang mengalami depresi. (Pexels/Nathan Cowley)

INDOZONE.ID - Depresi masih menjadi salah satu tantangan besar kesehatan mental di dunia. Banyak orang mengalami depresi karena berbagai masalah di hidupnya,

Bahkan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 5 persen populasi orang dewasa di dunia, hidup dengan kondisi tersebut. Hal itu dapat berdampak serius pada kesehatan secara keseluruhan. 

Padahal, berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan, gaya hidup sehat, termasuk tidur cukup, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan, dapat membantu menurunkan risiko depresi. 

Sejumlah makanan bahkan terbukti memiliki kaitan dengan penurunan risiko depresi. Misal, ikan berlemak, sayuran hijau, buah beri, hingga makanan probiotik seperti yogurt dan sauerkraut.

Kini, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menemukan, hubungan penting antara mineral tertentu—terutama kalium dan seng (zinc)—dengan risiko depresi yang lebih rendah.

Baca juga: Awas! Kandungan Obat Penumbuh Rambut Bisa Picu Risiko Depresi dan Disfungsi Ereksi

Kalium, Zinc, dan Natrium Berperan Penting

Penelitian yang dilakukan tim dari Dong-A University, Korea Selatan, menganalisis lebih dari 22.000 data kesehatan dari Korea dan Amerika Serikat. Para peneliti fokus pada tujuh mineral, yakni natrium, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, zinc, dan kalsium.

Hasilnya, peserta dari kedua negara dengan kadar kalium lebih tinggi memiliki risiko depresi yang lebih rendah. 

Kalium muncul sebagai faktor pelindung umum terhadap depresi di kedua populasi, meskipun ada perbedaan pola makan,” ucap penulis utama studi tersebut, Dr. Minkook Son, dikutip dari Medical News Today.

ilustrasi Kacang Merah, makanan yang mengandung kalium. (freepik/jcomp)

Menariknya, pada peserta di Korea, kadar natrium yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan risiko depresi lebih rendah. 

Sementara itu, pada peserta di Amerika Serikat, zinc menjadi mineral yang paling berperan. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh pola diet khas masing-masing negara.

Intake natrium yang tinggi di Korea, misalnya dari makanan fermentasi dan kuah, dapat berinteraksi dengan nutrisi lain yang memengaruhi suasana hati. Sedangkan di Amerika, asupan seng dari sumber protein hewani berperan dalam jalur neurokimia yang relevan dengan depresi,” tutur Son.

Bagaimana Kalium Membantu Kesehatan Mental?

Ahli gizi Monique Richard, MS, RDN, LDN, yang tidak terlibat dalam studi ini, menegaskan, hasil penelitian tersebut tidak mengejutkan.

Menurutnya, kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan sel, membantu kontraksi otot, serta mengirimkan sinyal saraf di otak.

Mineral seperti kalium, magnesium, dan selenium bekerja bersama vitamin D, C, dan E untuk mendukung fungsi tubuh serta reaksi enzimatik. Semuanya berperan sebagai elektrolit yang menjaga keseimbangan cairan tubuh,” ujarnya.

Sayangnya, kalium justru termasuk nutrisi yang kurang dikonsumsi dalam diet masyarakat, khususnya di Amerika. Hal ini berkaitan dengan rendahnya asupan buah dan sayuran harian.

Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Kalium Tinggi, Ada Buah dan Sayur!

Sumber Kalium dan Contoh Menu Harian

Kebutuhan kalium harian bervariasi antara 2.600 hingga 3.400 mg, tergantung jenis kelamin, kondisi kesehatan, dan tingkat aktivitas. Richard menyarankan, konsumsi beragam makanan kaya kalium untuk mencukupi kebutuhan harian, di antaranya:

  • Ubi jalar dan kentang (dengan kulitnya)
  • Bayam, sawi Swiss (Swiss chard), dan daun bit
  • Kacang-kacangan (kacang merah, kedelai, kacang lima, dan putih)
  • Lentil
  • Buah seperti persik, labu, dan pisang
  • Yogurt dan edamame

Sebagai contoh, menu harian tinggi kalium dapat berupa oatmeal dengan pisang dan kacang almond, untuk sarapan.

Lalu bisa juga salad bayam dengan telur rebus dan kacang merah, untuk makan siang. Kemudian, edamame sebagai camilan, serta salmon dengan ubi jalar dan sayuran hijau untuk makan malam.

Oleh karena itu, meski pola makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan mental, studi ini memperkuat bukti, nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga suasana hati. 

Kalium membantu menjaga jantung tetap sehat dan otak tetap bugar. Bersama-sama, ini menjadi resep untuk stabilitas suasana hati,” kata Richard.

Dengan demikian, memilih makanan kaya mineral—khususnya kalium—bisa menjadi langkah sederhana, namun efektif dalam mendukung kesehatan mental sekaligus kesehatan fisik secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU