Jumat, 12 SEPTEMBER 2025 • 09:25 WIB

Mengenali Penyakit Multiple Myeloma, Kanker Darah yang Sering Terlupakan

Author

Ilustrasi kanker darah (nfcr)

INDOZONE.ID - Multiple Myeloma merupakan penyakit serius yang membutuhkan perhatian khusus. Baik dari tenaga medis maupun masyarakat umum. 

Peningkatan edukasi, pemeriksaan dini, dan pemantauan faktor risiko sangat penting untuk menangani penyakit ini secara optimal.

Dijelaskan Konsultan Hematologi-Onkologi Medik Prof. DR. DR. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD, KHOM, M.Epid, M.PdKed, FACP, FINASIM, FISQua, Multiple Myeloma adalah jenis kanker darah yang berkembang pada sel plasma di sumsum tulang. Sel plasma berfungsi menghasilkan antibodi untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. 

“Sel mieloma menghasilkan antibodi yang tidak efektif dan tumbuh secara berlebihan hingga menekan produksi sel darah sehat.”

“Pertumbuhan sel mieloma biasanya terjadi di banyak area pada sumsum tulang, sehingga disebut “multiple” myeloma. Penyakit ini juga dikenal dengan nama lain plasma cell myeloma,” terangnya kepada wartawan di Jakarta. 

Baca juga: Anemia Tak Kunjung Membaik Waspadai Munculnya Tanda Penyakit Multiple Myeloma

Multiple Myeloma Menyerang Bagian Mana Saja?

Multiple Myeloma menyerang area tubuh di bagian sumsum tulang aktif, seperti tulang belakang, tengkorak, panggul, tulang rusuk, dan sekitar bahu serta pinggul. Akibatnya dapat menyebabkan kerusakan tulang yang berujung pada patah tulang maupun kadar kalsium tinggi dalam darah.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena Multiple Myeloma, seperti usia lanjut, riwayat keluarga, jenis kelamin laki-laki, paparan radiasi atau bahan kimia tertentu, obesitas, serta riwayat kelainan sel plasma. 

Baca juga: Dari Radioterapi ke Ruang Kuliah: Kisah Ihyunwoo Masuk Seoul National University dengan Kanker Ganas


Tantangan soal Penyakit

Salah satu tantangan utama dalam penanganan Multiple Myeloma di Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini. Banyak orang yang belum mengenali gejala awalnya, seperti nyeri tulang, kelelahan, infeksi berulang, dan anemia, sehingga diagnosis sering kali terlambat.

Hal ini menjadi perhatian penting dalam dunia medis, karena deteksi dini sangat mempengaruhi keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien.

Dengan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih siap menghadapi dan mencegah dampak buruk dari kanker darah yang satu ini.

Dalam kesempatan ini, Prof. Ikhwan juga menambahkan bahwa ini tersedia berbagai pilihan terapi untuk pasien Multiple Myeloma di Indonesia yang dapat diberikan, baik secara oral maupun infus. Mulai dari kemoterapi, kortikosteroid, imunomodulator, sampai dengan terapi inovatif seperti terapi target, contohnya adalah proteasome inhibitor.

Seiring berkembangnya terapi, semakin besar peluang pasien untuk mempertahankan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, penting sekali bagi pasien untuk segera bertindak. 

“Kalau seseorang sudah mulai merasakan gejala yang mencurigakan, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Semakin cepat Multiple Myeloma didiagnosis, semakin cepat dapat ditatalaksana, dan semakin tepat pengobatan bisa diberikan,” simpulnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU