INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu lagi santai, tiba-tiba ngerasa kayak, “Eh, kayaknya aku udah pernah ngalamin ini deh.”
Padahal, logikanya itu pertama kali banget Kamu ada di situasi itu. Mungkin lagi duduk di kafe baru, ngobrol sama temen, terus muncul rasa aneh yang familiar. Nah, itu yang namanya déjà vu.
Banyak orang mikir kalau déjà vu itu sesuatu yang mistis atau bahkan tanda “punya indra keenam”.
Tapi ternyata, ada penjelasan ilmiah yang masuk akal kenapa kita bisa ngalamin fenomena aneh ini.
Baca juga: Bagaimana Otak Memproses Emosi Negatif vs Positif?
Apa Itu Déjà Vu?
Déjà vu itu istilah dari bahasa Perancis, yang artinya “sudah pernah melihat.”
Tapi yang kita alami bukan cuma visual doang, kadang juga suasananya, percakapan, bahkan bau-bauan sekitar yang bikin kita merasa kayak lagi mengulang sesuatu yang pernah terjad, padahal enggak.
Menurut Cleveland Clinic, déjà vu bisa terjadi karena ada ketidaksinkronan kecil antara memori dan pengalaman baru.
Jadi otak kita kayak “keliru memproses” dan ngira hal itu udah pernah terjadi sebelumnya. Menarik ya?
Baca juga: Mendukbangga Tekankan Pentingnya Kondisi Keluarga yang Baik Jadi Fondasi Utama Negara
Terus, Kenapa Kita Bisa Alami Déjà Vu?
Buat Kamu yang penasaran banget, ini dia beberapa penjelasan ilmiah yang masuk akal soal kenapa kita bisa sering merasa déjà vu.
1. Otak Lagi Salah Kirim Sinyal
Jadi gini, otak kita tuh punya jalur pengolahan informasi yang kompleks.
Kadang, informasi dari indra kita kayak mata dan telinga nggak langsung nyampe ke pusat kesadaran, tapi harus “muter dulu” lewat berbagai bagian otak.
Nah, kalau ada delay atau tumpang tindih sinyal sedikit aja, bisa bikin otak salah nangkep.
Situasi baru pun terasa familiar karena sinyalnya sempat ‘nyasar’. Dalam aitus Scientific America bilang ini salah satu teori paling kuat tentang asal-usul déjà vu.
Baca juga: 30 Ide Nama Akun Google yang Menarik, Keren, dan Mudah Diingat
2. Salah Ingat atau Salah Sambung Memori
Bayangin Kamu lagi ke tempat baru, tapi tata ruangnya mirip rumah saudara Kamu pas kecil.
Walaupun Kamu nggak sadar, otak Kamu tetap nge-scan semua yang mirip dan langsung “klik!”
Nah, hal ini disebut misattribution of memory kondisi di mana otak kita secara nggak sadar menautkan pengalaman baru dengan memori lama yang mirip, walau Kamu nggak inget jelas memori itu dari mana.
Menurut Verywell Mind, déjà vu bisa jadi efek dari cara kerja memori jangka pendek dan panjang yang saling tumpang tindih. Jadi bukan karena Kamu punya kekuatan spesial, tapi karena memori Kamu “ngide”.
Baca juga: Waspadai! Keracunan Makanan Berulang Picu Dampak Kronis Saluran Cerna
3. Gangguan Aktivitas Listrik Mini di Otak
Bagian otak yang disebut temporal lobe adalah pusat memori dan pengenalan suasana.
Nah, kalau ada lonjakan listrik kecil yang tiba-tiba terjadi di bagian itu, bisa bikin Kamu ngerasa “pernah mengalami” sesuatu yang sebenarnya belum pernah terjadi.
Dalam artikel Inspire the Mind dijelaskan kalau déjà vu bisa mirip sama efek neurologis yang dialami oleh penderita epilepsi.
Bedanya, kita yang sehat bisa ngalamin itu dalam skala kecil dan tanpa gejala lain.
Baca juga: Jangan Tunggu Terlambat! Cara Mudah Cegah Kolesterol dan Jantung Sejak Usia Muda
Jadi, Déjà Vu Itu Bahaya Nggak?
Tenang aja, dalam banyak kasus, déjà vu itu normal dan nggak bahaya. Bahkan menurut pakar di Cleveland Clinic, déjà vu itu tanda kalau otak Kamu lagi aktif banget dalam memproses memori.
Itu hal yang wajar, terutama buat Kamu yang masih muda dan otaknya lagi “tajem-tajemnya”.
Tapi kalau Kamu sering banget déjà vu kayak sampai beberapa kali dalam sehari, atau disertai pusing, bingung, bahkan kehilangan kesadaran, itu bisa jadi tanda awal kondisi neurologis seperti epilepsi.
Kalau udah kayak gitu, Kamu wajib konsultasi ke dokter saraf ya.
Baca juga: Air Putih vs Infused Water: Mana Lebih Efektif untuk Diet?
Kenapa Déjà Vu Lebih Sering Terjadi Waktu Kita Masih Muda?
Orang-orang di usia 15–30 tahun lebih sering ngalamin déjà vu. Alasannya?
- Otak kita lagi aktif-aktifnya proses dan simpan memori.
- Kita lebih sering eksplor tempat baru atau ngalamin situasi baru.
- Kurang tidur, stres, atau kelelahan juga bisa memicu otak "ngaco" sesaat.
- Intinya, semakin aktif hidup Kamu, semakin tinggi kemungkinan ngalamin glitch kecil di otak kayak gini.
- Déjà vu itu bukan hal aneh, bukan juga pertanda Kamu “indigo” atau punya kekuatan supranatural.
Baca juga: Audy Item Ungkap Hidup dengan Obesitas Tidaklah Mudah
Itu cuma cara otak kita memproses informasi dan memori kadang lancar, kadang suka error dikit.
Yang penting, kita tahu bahwa ini fenomena ilmiah yang bisa dijelaskan.
Jadi lain kali kalau Kamu lagi ngopi di tempat baru terus merasa kayak udah pernah ada di situ sebelumnya, cukup senyum aja. Mungkin otak Kamu lagi “ngambek” dikit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber