Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 18:40 WIB

5 Tips Aman Membeli Obat Online Agar Terjamin Keasliannya

Author

Ilustrasi obat. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tren membeli obat secara online kini semakin populer karena kemudahan dan kepraktisannya. Cukup lewat ponsel, masyarakat bisa mendapatkan obat tanpa perlu antre di apotek

Namun, di balik kemudahan itu, ada tantangan besar yang perlu diwaspadai, yaitu keaslian obat dan keandalan layanan. Berdasarkan survei, sebanyak 68% masyarakat Indonesia mengeluhkan lambatnya layanan farmasi online, mulai dari respon admin yang lama hingga pengiriman yang memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari.

Agar pengalaman membeli obat online tetap aman, cepat, dan terjamin kualitasnya, berikut 5 tips yang bisa diikuti. Yuk simak!

Baca juga: 7 Obat Batuk Alami untuk Anak yang Moms Harus Tau, Apa Saja Ya?

1. Pastikan Membeli di Apotek Resmi dan Terverifikasi

Ilustrasi beli obat online. (Instagram)

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan platform atau apotek tempat membeli obat memiliki izin resmi dan alamat fisik yang jelas. Hindari membeli obat dari penjual individu di marketplace atau media sosial tanpa kredibilitas.

2. Perhatikan Kecepatan dan Keandalan Layanan

Dalam kondisi sakit, waktu sangat berharga. Pilih layanan yang memiliki sistem pemesanan cepat dan pengiriman instan. VIVA Apotek, misalnya, menghadirkan layanan WhatsApp Commerce Express dan mampu mengirimkan obat dengan waktu yang sangat cepat. Sistem otomatisnya membuat pesanan langsung diproses tanpa menunggu balasan manual, sehingga jauh lebih efisien.

Kata Chief Marketing Officer VIVA Apotek Amanda Mardatillah, kesehatan tidak bisa menunggu. Karena itu, layanan pesan obat instan via WhatsApp dengan pengiriman hanya 1 jam sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan standar baru dalam layanan farmasi digital di Indonesia, Masyarakat membutuhkan solusi untuk beli obat cepat, pesan obat instan, atau mencari apotek online terpercaya,” kata Amanda kepada wartawan. 

3. Gunakan Saluran Pemesanan Resmi

Jangan sembarangan mengklik tautan atau nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan apotek. Gunakan hanya saluran resmi yang tercantum di situs atau media sosial resmi apotek. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari risiko penipuan atau obat palsu yang beredar melalui kanal tidak resmi.

4. Cek Keaslian dan Kemasan Obat

Setelah obat diterima, selalu periksa kondisi kemasannya. Pastikan segel masih utuh, tanggal kedaluwarsa jelas, dan terdapat label dari apotek resmi. Obat yang dikirim dari apotek terpercaya biasanya melalui proses pengecekan kualitas, sehingga kamu tak perlu khawatir soal keasliannya.

Baca juga: Menepis Keraguan Khasiat Obat Generik, Gimana Peran Apoteker di Tengah Masyarakat?

5. Pilih Layanan Cepat dan Keamanan Data

Selain cepat, layanan farmasi digital juga harus menjaga privasi pelanggan. Hal ini memastikan setiap transaksi berjalan aman, personal, dan relevan dengan kebutuhan kesehatan pelanggan.

“Dengan teknologi Customer Relationship Management (CRM), pengalaman pelanggan menjadi lebih personal, aman, dan relevan,” ujar Amanda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU