Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 17:25 WIB

Mengejutkan! Ini 6 Benda Paling Banyak Kuman yang Anda Sentuh Setiap Hari

Author

Ilustrasi secangkir kopi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dudukan toilet dan tempat sampah kerap dianggap benda kotor dan banyak kuman yang berada di rumah atau kantor.

Namun, ada benda lain yang tak kalah mengandung banyak kuman. Hanya saja, kita seringkali kurang menyadarinya. 

Untuk lebih lengkapnya berikut benda paling banyak kuman yang sering kita sentuh setiap hari.

1. Troli Belanja

Dr Kunal Sood, seorang dokter nyeri akut dan kronis di Maryland, memperingatkan bahwa troli di supermarket bisa menjadi sumber infeksi seperti penyakit pada tangan, kaki dan mulut, yang menyebabkan sariawan dan ruam pada tangan dan kaki.

Dia mengutip penelitian dari Universitas Arizona, yang menemukan bahwa lebih dari 75 persen keranjang belanja dinyatakan positif mengandung bakteri tinja.

Baca juga: Ini Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Rajin Reapply Sunscreen!

“Studi tersebut bahkan menunjukkan keranjang belanjaan bahkan lebih kotor dibandingkan toilet karena toilet lebih mungkin dibersihkan dibandingkan keranjang belanjaan,” kata Dr Sood.

Dia merekomendasikan penggunaan tisu desinfektan pada troli sebelum digunakan.

2. Handphone

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Germs menemukan bahwa ponsel siswa sekolah menengah dipenuhi dengan 17.000 salinan gen bakteri. 

Penelitian lain dari Universitas Arizona menunjukkan ponsel memiliki bakteri 10 kali lebih banyak dibandingkan dudukan toilet.

Hal ini dapat membuat orang rentan terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk Staphylococcus yang menyebabkan infeksi Staph dan MRA; infeksi yang sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang dapat menyebar ke aliran darah, paru-paru, jantung, tulang, dan sendi jika tidak ditangani.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Gym yang Bikin Otot Impian Susah Terbentuk!

Mencuci tangan dan menjauhkan ponsel dari kamar mandi, yang cenderung memiliki lebih banyak bakteri, dapat membantu mengurangi kuman.

3. Kue Ulang Tahun

Meniup lilin pada hari ulang tahun dapat menyebabkan munculnya bakteri. 

Sebuah studi tahun 2017 dalam Journal of Food Research menemukan bahwa ketika meniup lilin, hal ini akan menyebarkan 15 kali lebih banyak bakteri pada kue dibandingkan jika lilin tidak ditiup.

“Jumlah bakteri sangat bervariasi berdasarkan seberapa cerobohnya seseorang saat meniup lilinnya. Terlebih saat seseorang sakit, meniup lilin akan menjadi media perpindahan bakteri,” kata Dr Paul Dawson, pakar keamanan pangan di Clemson University yang melakukan penelitian tersebut.

Baca juga: Banyak Makan tapi Tetap Kurus? Ini Rahasia Medis di Baliknya!

Namun, Dr Dawson mengatakan memakan kue ini sepertinya tidak berbahaya. 

Benda-benda tersebut hanya berisiko bagi orang dengan sistem imun yang lemah, lanjut usia, atau memiliki penyakit yang mendasarinya.

4. Tempat Sikat Gigi

Meskipun sikat gigi dimaksudkan untuk menjaga kebersihan gigi, namun tempat sikat gigi jarang dibersihkan. 

Benda tersebut menjadi tempat berkembang biaknya kuman. Hal ini karena dudukannya bersentuhan dengan sikat gigi basah setidaknya dua kali sehari, dan kelembapan tersebut memungkinkan tumbuhnya jamur.

Temuan dari organisasi kesehatan masyarakat independen NSF International menunjukkan lebih dari seperempat pemegang sikat gigi mengandung bakteri seperti Escherichia coli (E. coli). 

Baca juga: Kenapa Suara Kita Terdengar Beda Saat Direkam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

E. coli adalah bakteri yang biasanya ditemukan di usus hewan seperti sapi, kambing, domba, dan rusa. 

Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, beberapa dapat menyebabkan sejumlah gejala gastrointestinal, termasuk kram perut, diare berdarah, dan muntah.

5. Cangkir Kopi

Cangkir kopi di kantor bisa jadi dipenuhi E. coli, yang membuat lebih dari 250.000 orang Amerika sakit setiap tahunnya. 

Sebuah studi dari Universitas Arizona menunjukkan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh spons dapur umum yang jarang diganti. Ini dapat membawa bakteri coliform, termasuk E. coli.

Baca juga: Metode Terapi Hewan, Ketika Satwa Jadi “Teman Penyembuh” Manusia

Dr Jeffrey Starke, seorang dokter penyakit menular di Rumah Sakit Anak Texas, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa menambahkan gula dan krimer ke dalam kopi dapat menyebabkan lebih banyak bakteri mengintai.

Sebab, cairan yang tergenang dapat mendorong tumbuhnya patogen lingkungan, terutama jamur.

Membawa pulang cangkir dan mencucinya di mesin pencuci piring dapat membunuh bakteri tersebut karena uap dan panas yang tinggi.

6. Cucian

Meskipun mencuci dimaksudkan untuk menghilangkan kotoran dan kontaminan dari pakaian, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology menunjukkan beberapa virus dapat bertahan dalam siklus putaran saat mencuci.

Baca juga: Bukan Sekedar Lucu! Ini Manfaat Memelihara Kucing Menurut Penelitian Ilmiah

Para peneliti menemukan adenovirus, rotavirus, dan hepatitis A semuanya hidup pada proses pencucian dan pengeringan. 

Adenovirus adalah sekelompok penyakit pernapasan yang menyebabkan batuk, demam, pilek, dan pneumonia. 

Rotavirus sangat menular dan biasanya menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Ini menyebabkan diare parah, muntah, dan tinja berwarna hitam.

Jika pakaian dibiarkan basah selama lebih dari 30 menit, sebaiknya lakukan pencucian lagi dengan suhu tinggi untuk membunuh kuman yang tersisa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dailymail

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU