INDOZONE.ID - Kesehatan jantung jadi salah satu aspek vital buat kualitas hidup manusia. Karena jantung memiliki fungsi jadi organ buat memompa darah ke seluruh tubuh manusia, dengan membawa oksigen serta nutrisi yang dibutuhin setiap sel.
Namun, denyut jantung gak berjalan begitu saja, tapi lewat sinyal listrik yang disebut impuls listrik. Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Jantung, dr. Beny Hartono, SpJP(K), FIHA, FAPSC dari RS Premier Bintaro dalam acara Media Gathering World Heart Day & Stroke Day di Jakarta.
Baca juga: Gak Perlu Bayar Tunggakan, BPJS Bisa Aktif Lagi
Ia menegaskan bahwa jantung bisa berdenyut itu karena adanya listrik. Listrik ini berasal S-anode yang berada di seram kanan. Nantinya, S-anode bakal menyalurkan listrik ke seluruh jantung. Sebaliknya, jika listrik ini terputus, maka jantung akan diam dan gak akan berfungsi.
“Sehingga jantung itu ya mungkin kalau di detail. Bisa berdenyut ya, Jadi setelah sampai ke bilik baru jantung itu bisa berdenyut. Kalau gak ada listriknya gak bisa tuh jantung itu akan diam, kalau listriknya terputus akan diam,” ujar dr. Beny.
Baca juga: Gak Perlu Bayar Tunggakan, BPJS Bisa Aktif Lagi
Kenali Jantung Sehat dari Jumlah Denyutnya
Selain itu, dr. Beny menegaskan bahwa denyut nadi di tangan berkisar antara 60 - 100 per menitnya. Namun, ia juga menyinggung terkadang denyut jantung bisa kurang dari 60.
“Ada denyutnya antara 60 sampai 100, dan dia biasanya teratur. Ini kalau ada denyut jantung yang gak teratur nih, berarti udah ada kelainan di ramah jantung,” ujarnya.
Baca juga: Biar Tetap Asik dan Aman! Tips Gunakan Earphone Tanpa Ganggu Kesehatan Telinga
Jantung Cepat dan Lambat: Apa Artinya?
Dalam keadaan tertentu, denyut jantung lambat hingga kurang dari 60. Momen seperti ini biasanya terjadi saat sedang tidur, sedang istirahat, sedang santai ada berapa orang bisa kurang dari 60.
Denyut nadi yang lebih lambat dari 60 itu disebut dengan bradikardia, sedangkan yang lebih dari 100 disebut takikardia.
“Itu keadaan yang normal, tapi bisa juga lebih dari 100. Misalnya sedang stres gitu ya. Kayak akhir bulan nih target belum tercapai,” ujarnya.
Baca juga: 5 November Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Ini Makna dan Sejarahnya!
Mengenali Kondisi Denyut Jantung
Sementara itu, ada juga istilah bradikardia adalah kondisi denyut nadi bergerak secara lambat, biasanya kurang dari 60, biasanya ada keluhan dari pasien, bahkan bisa sampai pingsan.
Lalu juga istilah takikardia yang merupakan kondisi jantung yang lebih dari 100 kali per menitnya.
“Denyut jantung di atas 100 terjadi bukan cuma karena stres, tapi juga bisa karena emosi, lalu cemas, hingga pengaruh dari kafein,” tambahnya.
Baca juga: 5 Potret Chef Muda Sabrina Alatas yang Diduga Jadi Selingkuhan Hamish Daud
Namun, ia menegaskan bahwa itu masih normal dan disebut sebagai irama jantung.
Akan tetapi, ada beberapa keadaan yang membuat jantung 150 bahkan menyentuh 200. Hal ini membuat denyut jantung tidak beraturan antara satu beat dengan beat lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan