INDOZONE.ID - Saat merasa ada gangguan mental health, baiknya kita kemana sih? Psikolog atau psikiater ya? Meski kedua profesi ini sama-sama fokus pada kesehatan mental, namun peran dan tugas mereka berbeda banget lho!
Ada yang fokus ngobrol dan memahami pola pikir kliennya, dan ada juga yang bisa memberi obat untuk bantu menyeimbangkan kondisi mental pasien.
Nah biar gak salah pilih kalau nanti butuh bantuan profesional dalam mengatasi mental health kamu, penting banget buat tau siapa yang harus didatangi sesuai kebutuhan kamu.
Baca juga: Psikolog Sebut Ledakan di SMA 72 Jadi Alarm Serius: Sekolah Harus Peduli Kesehatan Mental Siswa
Di artikel ini, Indozone akan mengulas perbedaan psikolog dan psikiater dengan bahasa yang ringan agar mudah dimengerti.
1. Segi Pendidikan
Latar belakang pendidikan dan metode pengobatan yang dipakai antara psikolog dan psikiater berbeda. Simpelnya, psikiater itu dokter medis, sedangkan psikolog adalah orang yang ahli dalam ilmu perilaku dan proses mental.
Kalau psikiater, mereka harus menempuh sekolah kedokteran dulu dan meraih gelar dokter. Ini penting banget, karena mereka bisa meresepkan obat untuk menyeimbangkan zat kimia di otak.
Sementara psikolog, mereka fokusnya di terapi bicara atau konseling untuk membantu pasien lewat pola pikir dan perilaku.
Jadi kesimpulannya, psikiater itu obat sedangkan psikolog itu ngobrol dan terapi.
2. Kapan Harus ke Psikolog dan Psikiater?
Kalau mengalami masalah kesehatan mental misalnya stres, cemas atau kehilangan arah, kamu bisa ke psikolog untuk terapi melalui konseling.
Tapi kalau kamu merasa gejalanya makin berat, misalnya sering ingin mengakhiri hidup, mendengar suara aneh di pikiran, kamu disarankan langsung ke psikiater.
Baik psikolog dan psikiater saling bekerja sama dalam membantu kesembuhan pasien. Keduanya sama-sama punya tujuan untuk membuat pasien sembuh dan kembali merasa bahagia.
Baca juga: Tanda Anak Stres Bisa Terlihat dari Kamarnya, Ini Penjelasan Psikolog
Jadi itulah perbedaan antara psikolog dan pskiater yang wajib kamu ketahui. Semoga membantu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan