INDOZONE.ID - Rasa lelah setelah beraktivitas adalah hal yang wajar. Namun, kelelahan yang muncul terus-menerus selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, merupakan kondisi berbeda.
Kelelahan kronis bukan sekadar rasa capek, tetapi gejala yang dapat berakar dari masalah medis, kebiasaan hidup, hingga kondisi kesehatan mental.
Memahami penyebab kelelahan kronis menjadi langkah penting. Sebab, tubuh kerap kali kasih sinyal awal ketika ada gangguan kesehatan yang serius.
Energi tubuh yang melemah terus-menerus, nyatanya tidak selalu menandakan penyakit berat. Namun sebaiknya, tidak diabaikan.
Umumnya, ada beberapa faktor yang bisa membuat energi tubuh menurun. baik disebabkan kekurangan nutrisi, ketidakseimbangan hormon, kualitas tidur yang buruk, maupun stres berlebih.
Sehingga, mengenali pemicu rasa lelah, bisa membantu kamu mengembalikan energi dan kualitas hidup.
Baca juga: Gak Cuma Bikin Lemas, Telat Sarapan Juga Bisa Percepat Penuaan, Lho!
Penyebab Umum Kelelahan Kronis
Berbagai kondisi medis dapat memengaruhi kemampuan tubuh memproduksi dan mempertahankan energi. Berikut, beberapa penyebab yang paling sering ditemukan dokter, dikutip dari Medical Daily:
1. Hipotiroidisme
Tiroid yang kurang aktif memperlambat metabolisme. Kondisi ini menyebabkan kelelahan berkepanjangan, kenaikan berat badan, intoleransi terhadap udara dingin, hingga sulit berkonsentrasi.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, kadar hormon tiroid yang rendah memengaruhi hampir seluruh fungsi organ, sehingga mudah menimbulkan rasa lelah berat jika tidak ditangani.
2. Anemia
Kurangnya sel darah merah sehat, membuat suplai oksigen ke jaringan dan organ berkurang. Akibatnya, tubuh terasa lemah, cepat lelah, dan sulit fokus.
Anemia defisiensi besi banyak terjadi pada perempuan, anak-anak, serta individu dengan asupan nutrisi rendah.
3. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi atau tidak stabil mengganggu proses pembentukan energi. Karena tubuh kesulitan mengubah glukosa menjadi sumber energi, penderita diabetes sering mengalami kelelahan yang tidak kunjung hilang.
4. Gangguan Tidur
Sleep apnea, restless legs syndrome, dan insomnia menghambat tubuh mendapatkan tidur berkualitas. CDC mencatat gangguan tidur, sebagai salah satu penyebab utama kelelahan kronis pada jutaan orang dewasa.
5. Chronic Fatigue Syndrome (ME/CFS)
Kondisi kompleks ini ditandai kelelahan ekstrem yang tidak membaik, meski sudah beristirahat.
Penderita biasanya mengalami post-exertional malaise, yakni rasa lelah luar biasa setelah aktivitas ringan, beserta gangguan kognitif, pusing, dan tidur yang tidak menyegarkan.
6. Infeksi, Penyakit Jantung, dan Gangguan Ginjal
Infeksi kronis, gangguan jantung, atau penyakit ginjal dapat menurunkan tingkat energi. Sebab, kondisi itu memengaruhi sirkulasi oksigen, pembuangan sisa metabolisme, dan fungsi kekebalan tubuh.
Baca juga: Tidur 8 Jam Tapi Masih Terasa Capek? Mungkin Kamu Belum Punya Sleep Hygiene
Kebiasaan Hidup dan Kesehatan Mental yang Picu Energi Rendah
Tidak semua kelelahan berasal dari penyakit. Kebiasaan harian, kondisi emosional, dan pola hidup punya peran besar dan sering kali terabaikan.
1. Kualitas Tidur yang Buruk
Durasi tidur yang cukup bukan jaminan tidur yang berkualitas. Tidur terfragmentasi, pola tidur tidak teratur, serta paparan cahaya biru dari gadget bisa menghambat tidur nyenyak.
2. Stres, Kecemasan, dan Depresi
Stres kronis menguras energi dan mengganggu regulasi hormon. Kecemasan memicu aktivitas mental berlebih, sementara depresi membuat aktivitas sederhana terasa sangat berat.
Studi dari Harvard Medical School menunjukkan, gangguan suasana hati memiliki keterkaitan kuat dengan kelelahan persisten.
3. Kekurangan Nutrisi dan Dehidrasi
Rendahnya kadar vitamin D, vitamin B12, magnesium, atau zat besi dapat menimbulkan kelelahan. Dehidrasi ringan sekalipun, dapat menurunkan kemampuan berpikir dan performa otot.
4. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari melemahkan sistem kardiovaskular, sehingga tubuh mudah lelah meski melakukan aktivitas ringan.
5. Beban Kerja Berlebih atau Burnout
Jam kerja panjang, multitasking, dan kurang istirahat menjadi penyebab umum kelelahan berkepanjangan. Terlebih, pada pekerja kantoran, mahasiswa, maupun tenaga kesehatan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Rasa lelah sesekali adalah hal yang normal. Namun, kamu sebaiknya mencari pertolongan medis jika:
- Kelelahan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan
- Mengganggu aktivitas kerja, sekolah, atau hubungan sosial
- Disertai gejala seperti sesak napas, pusing, atau jantung berdebar
- Terjadi penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri menetap, atau perubahan nafsu makan
- Tidak membaik meski sudah cukup tidur dan mengubah gaya hidup
Proses diagnosis dapat meliputi pemeriksaan darah (fungsi tiroid, kadar zat besi, gula darah), evaluasi gangguan tidur, hingga pemeriksaan kesehatan mental.
Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab utama, mulai dari suplemen zat besi untuk anemia, terapi CPAP untuk sleep apnea, hingga terapi psikologis atau perbaikan pola hidup untuk stres dan depresi.
Oleh karena itu, dengan memahami penyebab, mengenali gejala, dan mencari penanganan yang tepat, kamu dapat mengambil langkah awal untuk memulihkan energi dan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily