INDOZONE.ID - Virus influenza menjadi perhatian serius pada bayi karena tubuhnya yang masih sangat rentan. Dengan sistem pernapasan yang kecil dan kemampuan komunikasi terbatas, membuat orang tua sulit memahami keluhan pada si kecil.
Kondisi seperti ini disebut dengan reverse brain, situasi rasa sakit yang muncul di era tertentu tapi responnya di bagian lain. Ini bisa semakin menyulitkan proses identifikasi gejala penyakit.
Baca juga: Banyak Anak Kena Influenza yang Bikin Orangtua Was-was, Ketahui Fakta Penting Ini
Kapan Harus ke Dokter?
Dokter Spesialis Anak, dr. Nadine Shakina Tabit di Eka Hospital Depok mengungkapkan, apabila terjadi peningkatan gejala terhadap bayi, segeralah untuk periksa ke dokter.
“Orang tua mendengar kayaknya efor nafasnya kok susah ya, batuknya ngomplek gitu ya. Tapi nanti begitu periksa parunya aman. Gitu loh, ada juga kok yang kayak gitu. Jadi kalau misalkan merasa memang ada suatu peningkatan gejala, alangkah lebih baiknya kontrol dulu ke dokter,” ujar dr. Nadine di Jakarta.
Beberapa gejala influenza dapat dilihat pada bayi, seperti demam yang tidak kunjung turun bahkan sampai 3 hari. Ia menyarankan jika suhu demam mencapai 40 derajat, segera dibawa ke dokter.
“Kalau sampai 40, gak turun-turun, udah bawa aja. Lebih baik lebay dikit daripada kecolongan gitu kan. Nah, itu misalkan dia ada demam 40,” jelasnya.
Baca juga: Riset Baru yang Unik! Makin Banyak Bahasa yang Dikuasai, Semakin Lambat Tubuhmu Akan Menua
Penanganan Influenza
dr. Nadine juga menjelaskan bahwa penanganan influenza fokus pada daya tahan tubuh. Ia menyebut bahwa tubuh harus ada nutrisi yang cukup dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan jangan sampai dehidrasi.
Selain itu, cara mencegahkan bisa dengan suntik vaksin. Namun, suntik vaksin ini tidak menjamin seratus persen bebas dari influenza.
“Saya enggak menggaranti anak bapak sama ibu enggak kena. Saya cuma bisa bilang, Insya Allah kalau kena, enggak bakalan parah dan memang pengalaman saya begitu di lapangan,” jelasnya.
Baca juga: 5 Sinyal Tak Terduga Kanker Ginekologi Menurut Dr. Amir Khan
Perawatan Influenza Pada Bayi di Rumah
Penyakit influenza terjadi akibat adanya virus, sehingga pemulihannya butuh waktu sampai imun dalam tubuh bisa melemahkannya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah, yaitu memberi obat penurun demam sesuai anjuran, hingga memberikan vitamin.
“Nah, jadi apa yang bisa kita lakukan? Obat demam, kasih vitamin, dia asih ya. Kalau misalnya asinya bagus kan sebenarnya udah cukup ya,” ujarnya.
dr. Nadine juga menegaskan untuk tidak sembarang orang mencium sang anak, apalagi jika sedang sakit. Mikroorganisme di mulut orang dewasa beda dengan bayi, sehingga bisa saja memperburuk kondisinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan