INDOZONE.ID - Ketika leher mengalami cedera atau masalah kesehatan, gerakan bisa terbatas dan leher kaku dan nyeri dapat menjalar hingga bahu atau punggung.
Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga mengetahui penyebab sakit leher belakang sangat penting agar dapat ditangani dengan tepat. Berikut diantaranya
Baca juga: HPV Dikaitkan dengan Kanker Kepala dan Leher, Begini Pengaruhnya terhadap Tingkat Kesembuhan Pasien
Apa Itu Sakit Leher?
Sakit leher adalah nyeri yang terjadi di sekitar tulang belakang bagian bawah kepala. Tingkat dan lokasi nyeri bisa berbeda pada setiap orang.
Nyeri bisa bersifat akut (beberapa hari hingga enam minggu) atau kronis (lebih dari tiga bulan). Gejala umum yang sering muncul meliputi:
- Otot leher tegang dan sulit digerakkan
- Nyeri di tengah atau satu sisi leher
- Kekakuan yang menjalar ke punggung atas, bahu, atau lengan
- Sensasi kesemutan atau mati rasa di lengan atau bahu
- Sakit kepala bersamaan dengan nyeri leher
- Sulit memutar kepala atau merasakan nyeri saat menunduk/memiringkan kepala
- Leher kaku saat bangun tidur
Mengenali gejala ini membantu dokter menentukan penyebab sakit leher dan memberikan penanganan yang tepat.
Penyebab Leher Kaku dan Sakit saat Digerakkan
1. Cedera Berat
Cedera leher yang tiba-tiba, seperti whiplash injury, bisa menjadi pemicu nyeri. Whiplash terjadi akibat gerakan kepala maju-mundur secara cepat, misalnya saat kendaraan berhenti mendadak atau kecelakaan dari belakang.
Gejala whiplash bisa berupa:
- Otot leher tegang
- Leher kaku dan nyeri
- Sakit kepala atau pusing
- Nyeri rahang dan bahu
- Kesulitan menggerakkan leher
2. Ketegangan Otot
Postur tubuh yang salah, tidur dengan posisi tidak ideal, atau stres fisik dan mental dapat menyebabkan ketegangan otot leher.
Kebiasaan duduk lama di depan komputer atau membungkuk saat bekerja memicu kekakuan otot. Nyeri biasanya memburuk saat bergerak, disertai kejang otot dan sakit kepala ringan hingga sedang.
Menjaga posisi leher yang benar dan melakukan peregangan ringan dapat menjadi salah satu cara mengatasi leher kaku dan nyeri akibat ketegangan otot.
3. Hernia Diskus
Hernia diskus terjadi ketika bantalan antar tulang belakang menonjol keluar, menekan saraf atau sumsum tulang belakang.
Akibatnya, leher terasa nyeri, kaku, dan kadang muncul kesemutan atau kelemahan di lengan. Nyeri hernia diskus sering disertai sakit kepala dan terbatasnya gerakan leher.
Ini termasuk salah satu penyebab leher kaku dan sakit saat digerakkan.
Baca juga: 7 Penyebab Benjolan di Leher, Apakah Bisa Menjadi Tumor?
4. Spondylosis Serviks
Spondylosis serviks adalah degenerasi tulang belakang leher yang umum pada usia lanjut. Kondisi ini terjadi saat bantalan antar tulang (diskus intervertebralis) kehilangan kelembapan, menyebabkan tulang saling bergesekan.
Tubuh mencoba memperbaiki kerusakan dengan membentuk taji tulang (osteofit), namun taji ini bisa menekan saraf, menimbulkan:
- Sakit leher yang menjalar ke bahu
- Mati rasa atau kelemahan di lengan
- Leher kaku dan nyeri, terutama saat bangun tidur
5. Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi sehat, termasuk sendi leher. Peradangan yang terjadi menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembatasan gerakan leher.
RA umumnya menyerang sendi tangan dan kaki, tetapi bisa juga memengaruhi leher, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ini merupakan salah satu kondisi yang bisa menjadi penyebab leher kaku dan sakit saat digerakkan.
Jika leher kaku dan nyeri terus berlanjut, segera konsultasikan ke dokter saraf. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi lebih serius, seperti cedera saraf atau kerusakan tulang belakang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Emedihealth.com