INDOZONE.ID - Strength training itu lebih dari sekadar usaha bikin perut rata atau lengan terlihat lebih toned.
Di balik gerakan yang kelihatannya sederhana, olahraga ini punya dampak jangka panjang yang luar biasa untuk tubuh perempuan — mulai dari masa pubertas, persiapan kehamilan, hingga fase menopause.
Bisa dibilang, strength training bukan cuma olahraga. Ini investasi jangka panjang untuk tubuh yang lebih kuat, sehat, dan aktif sepanjang hidup.
Apa sih strength training Itu?
Strength training adalah jenis latihan yang memaksa otot bekerja melawan beban atau resistensi.
Baca juga: Hati-Hati dengan Gagal Jantung, Pahami Penyebabnya!
Tujuannya? Meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Bebannya nggak harus selalu alat gym, karena opsinya banyak, seperti:
- Dumbbell atau barbell
- Resistance band
- Alat gym
- Atau bodyweight training seperti squat, bridge, plank, push-up, hingga lunge
Dan ya, kamu bisa mulai di rumah tanpa alat mahal dan tanpa harus rutin ke gym.
Strength training juga punya sederet manfaat besar, misalnya:
- Mendukung kesehatan jantung dan kestabilan gula darah
- Membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori
- Meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan inflamasi
Baca juga: Dokter Ungkap Vitamin D Tingkatkan Peluang Berhasil Hamil, Asmirandah Merasakan Manfaatnya
- Mengurangi resiko cedera karena tubuh jadi lebih stabil
- Meningkatkan mood, fokus, serta rasa percaya diri
Kenapa sangat penting, apalagi untuk para perempuan?
Perempuan mengalami perubahan hormon yang cukup signifikan sepanjang hidup.
Strength training membantu menjaga massa otot dan kepadatan tulang — dua hal yang sangat penting karena perempuan lebih rentan osteoporosis.
Riset juga menunjukkan latihan kekuatan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan body image, terutama pada remaja perempuan usia 10–16 tahun. Saat tubuh tahu dia kuat — pikiran ikut berubah.
Untuk perempuan yang sedang merencanakan atau dalam masa kehamilan
Latihan kekuatan saat persiapan kehamilan atau selama kehamilan (dengan kondisi sehat) dapat membantu:
- Menyiapkan tubuh untuk proses persalinan
- Mengurangi rasa nyeri, pegal, dan kelelahan
- Mempercepat pemulihan setelah melahirkan
- Menurunkan risiko komplikasi seperti preeklamsia atau diabetes gestasional
Namun, sebelum memulai latihan saat sedang hamil, pastikan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Baca juga: Tidur Lampu Mati vs Lampu Menyala, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Saat perimenopause, menopause, dan setelahnya
Memasuki usia 40 ke atas, tubuh mulai kehilangan massa otot dan metabolisme melambat.
Strength training bisa membantu memperlambat proses ini — bahkan bisa menjaga fungsi tubuh hingga usia senior. Beberapa manfaatnya antara lain:
- Persendian terasa lebih nyaman
- Resiko penurunan fungsi otak jadi lebih kecil
- Mobilitas tetap baik dan tubuh lebih bebas bergerak
- Tulang tetap kuat sehingga risiko patah tulang berkurang
- Keseimbangan meningkat dimana sangat penting untuk mencegah resiko terjatuh
Karena otot aktif membakar kalori, latihan ini juga mendukung manajemen berat badan meski metabolisme makin pelan.
Baca juga: Ibu Baru Wajib Tahu! Tanda Baby Blues yang Sering Dianggap Biasa
Dari mana kamu harus mulai?
Kalau masih pemula, nggak perlu langsung angkat beban berat. Fokus dulu ke teknik dan konsistensi.
Mulai dengan latihan bodyweight — itu sudah efektif untuk membentuk dasar kekuatan.
Panduan sederhana untuk pemula:
- Lakukan 8–15 repetisi tiap gerakan
- Kerjakan minimal 3 set
- Tingkatkan beban jika mulai terasa terlalu mudah atau ringan
Pastikan kamu berlatih dengan pelatih profesional atau bersertifikat agar kamu mengerti cara menggunakan alat, posisi tubuh, dan lain-lain untuk mengurangi resiko cidera serta memberikan hasil maksimal.
Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Perut Sering Sakit di Pagi Hari
Strength training bukan tentang menjadi “tubuh lebih kecil”, tetapi menjadi lebih kuat — fisik, mental, dan emosional.
Perjalanan setiap perempuan berbeda, tetapi satu hal yang pasti: tubuhmu layak merasa bertenaga, stabil, dan mampu melakukan hal-hal luar biasa.
Mulailah dengan gerakan sederhana, nikmati prosesnya, dan biarkan kekuatanmu tumbuh perlahan.
Karena pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa berat beban yang kamu angkat, tapi keberanianmu untuk mulai dan terus bergerak maju.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uhhospitals.org