INDOZONE.ID - Pepaya sudah lama dikenal sebagai solusi alami untuk meredakan sembelit. Terlebih, bagi mereka yang mencari cara aman berbasis makanan.
Kombinasi serat, enzim alami, dan senyawa ramah usus, menjadikan buah ini pilihan praktis ketika buang air besar terasa sulit atau tidak teratur.
Dikutip dari Hindustan Times, seorang pelatih kesehatan integratif, Dr. Prarthana Shah, mengatakan, sembelit bukan sekadar tidak bisa ke kamar mandi.
Kondisi ini berkaitan dengan frekuensi buang air besar yang jarang atau sulit, yang dapat disebabkan oleh lambatnya pergerakan usus, kurangnya asupan serat, minim minum, hingga gangguan mikrobioma usus.
Pepaya direkomendasikan dalam berbagai kondisi, karena manfaatnya tidak hanya berasal dari serat.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Mangga dan Pepaya untuk Kesehatan Tubuh, Bantu Pencernaan Lancar!
Buah ini mendukung kesehatan usus melalui tiga mekanisme utama, yakni enzim yang membantu memecah makanan, serat yang menambah massa feses, dan senyawa prebiotik yang memberi makan bakteri baik.
Kombinasi itulah yang membantu pergerakan usus menjadi lebih nyaman dan teratur.
Manfaat Pepaya untuk Redakan Sembelit
Dr. Shah menjelaskan, pepaya bekerja melalui tiga aksi yang menjadikannya lebih dari sekadar ‘obat rumahan’.
Tiga manfaat utama ini membantu mengurangi beban pencernaan, memperbaiki pembentukan feses, serta mendukung keteraturan buang air besar dalam jangka panjang.
1. Keunggulan Enzim Papain
Pepaya mengandung papain, enzim alami yang membantu memecah protein sehingga mengurangi beban kerja saluran cerna.
“Papain membantu mengurangi kepadatan makanan yang dicerna, meminimalkan fermentasi dan gas, mendukung fungsi pencernaan pankreas, serta mengurangi iritasi pada lapisan usus,” ujar Dr. Shah.
Itulah sebabnya pepaya terasa lebih ringan di lambung, karena secara mekanis mempermudah proses pencernaan.
2. Serat yang Ideal untuk Pencernaan
Pepaya mengandung dua jenis serat, yakni larut dan tidak larut, yang bekerja dengan mekanisme berbeda.
Menurut Dr. Shah:
- Serat larut membentuk gel yang menahan air sehingga membuat feses lebih lembut.
- Serat tidak larut menambah massa feses dan merangsang gerakan usus.
Dalam satu cangkir pepaya terdapat sekitar 3 gram serat, jumlah yang cukup untuk membantu melunakkan feses, dan mendukung keteraturan buang air besar dari waktu ke waktu.
Baca juga: 10 Manfaat Pepaya Muda untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Apa Saja?
3. Efek Prebiotik untuk Mikrobioma Usus
Pepaya juga bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik yang berperan penting dalam kelancaran buang air besar.
“Pepaya memberi nutrisi bagi bakteri menguntungkan di usus yang penting untuk kesehatan kolon, pelumasan usus, dan sinyal refleks buang air besar,” jelas Dr. Shah.
Manfaat ini bekerja secara konsisten dan alami, bukan memberikan efek pemaksaan seperti beberapa jenis obat pencahar.
Seberapa Cepat Pepaya Bekerja Meredakan Sembelit?
Berdasarkan observasi klinis Dr. Shah, hasil konsumsi pepaya biasanya bergantung pada tingkat keparahan sembelit:
| Tingkat Sembelit | Perkiraan Waktu Kerja Pepaya |
| Ringan | 6 - 12 Jam |
| Sedang | 12 - 24 Jam |
| Kronis/ Jangka Panjang | 1 - 2 Hari Konsumsi Rutin |
Pola waktu yang umum terjadi:
- Dikonsumsi malam hari → buang air besar besok pagi
- Dikonsumsi pagi hari → buang air besar sore atau keesokan paginya
Pola ini umum terjadi pada sembelit ringan hingga sedang.
Cara Maksimalkan Efek Pepaya untuk Pencernaan
Serat bekerja optimal jika disertai dengan asupan cairan yang cukup. Karena itu, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi pepaya bersama air putih, teh herbal, atau minuman hangat.
Hidrasi membantu membuat tekstur feses lebih lunak dan mempermudah pergerakan usus.
Berapa Banyak Pepaya yang Dianjurkan?
Dr. Shah menyarankan, konsumsi 150–200 gram pepaya matang (±1 cangkir) per hari, untuk mendukung pencernaan.
Efeknya dapat ditingkatkan dengan beberapa kombinasi:
- Perasan jeruk nipis untuk membantu aliran empedu
- Biji chia untuk menambah serat gel
- Yogurt untuk menambah probiotik alami
Kombinasi tersebut dapat membantu pembentukan feses, menutrisi bakteri baik, dan membuat buang air besar lebih lancar dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times