INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu minum segelas susu, lalu perut jadi kembung, begah, atau malah cepat banget kepingin ke toilet? Kalau iya, bisa jadi kamu mengalami lactose intolerance atau intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi produk susu.
Tapi uniknya, nggak semua orang mengalami hal ini. Ada yang santai minum susu pagi-sore, ada yang cuma merasakan gejala ringan, bahkan ada yang langsung bereaksi. Kenapa bisa beda-beda? Yuk, kita bahas secara medis, tapi tetap santai!
Apa Itu Lactose Intolerance?
Secara simpel, lactose intolerance adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa atau kurang mampu mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Penyebab utamanya adalah tubuh tidak memproduksi cukup enzim bernama lactase, yang berfungsi memecah laktosa agar bisa diserap oleh usus kecil.
Jika laktosa tidak terurai, zat tersebut akan lanjut ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri usus. Proses fermentasi ini menghasilkan gas dan cairan yang kemudian memicu gejala seperti perut kembung, bunyi di perut, diare, hingga mual.
Baca juga: Cara Memilih Susu Tanpa Menimbulkan Masalah Pencernaan: Coba Pilih yang Bebas Laktosa
Kenapa Ada Orang yang Lactose Intolerant? Jawabannya Ada di Genetik dan Biologi Kita!
1. Genetik dan Evolusi Populasi
Banyak orang memiliki gen lactase non-persistence, yaitu gen yang menyebabkan produksi enzim lactase menurun drastis setelah masa bayi. Inilah alasan mengapa banyak orang dewasa secara alami menjadi intoleran terhadap laktosa.
Fenomena ini juga menjelaskan perbedaan angka intoleransi laktosa di berbagai ras dan etnis:
- Orang Asia Timur, Afrika, dan Timur Tengah umumnya memiliki tingkat intoleransi laktosa yang lebih tinggi.
- Sementara itu, orang Eropa Utara cenderung lebih toleran terhadap laktosa karena sejarah budaya mengonsumsi susu secara turun-temurun membuat gen lactase tetap aktif hingga dewasa.
Secara sederhana, menurunnya produksi lactase saat dewasa adalah hal yang normal bagi banyak populasi di dunia, kecuali mereka yang memiliki mutasi gen tertentu.
2. Usia dan Penurunan Produksi Lactase
Kamu mungkin pernah mendengar, “Dulu aku bisa minum susu, tapi sekarang nggak lagi.” Hal ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, tubuh biasanya mengalami penurunan produksi enzim lactase.
Saat bayi, kita secara alami memiliki lactase yang sangat aktif karena kebutuhan mencerna ASI. Namun, seiring bertambahnya umur, sebagian besar manusia mengalami penurunan produksi enzim ini, kecuali mereka yang memiliki gen khusus.
3. Gangguan Usus yang Menyebabkan Intoleransi
Intoleransi laktosa juga bisa muncul akibat gangguan kesehatan pada usus kecil, bukan hanya karena faktor gen atau usia. Beberapa contohnya meliputi:
- Infeksi usus
- Penyakit celiac
- Penyakit Crohn
- Operasi usus
- Radiasi atau kanker
Ketika dinding usus kecil mengalami kerusakan, sel-sel penghasil enzim lactase tidak dapat bekerja optimal. Akibatnya, kemampuan tubuh untuk mencerna laktosa ikut terganggu.
Jenis intoleransi ini dikenal sebagai secondary lactose intolerance dan biasanya bersifat sementara selama usus dalam masa pemulihan.
Apakah Intoleransi Laktosa Sama dengan Alergi Susu?
Banyak orang masih bingung membedakan antara intoleransi laktosa dan alergi susu, padahal keduanya sangat berbeda:
- Lactose intolerance adalah masalah pencernaan yang berkaitan dengan kekurangan enzim dan tidak melibatkan sistem imun.
- Alergi susu adalah reaksi sistem imun terhadap protein susu dan bisa bersifat serius, bahkan berbahaya.
Jika kamu hanya mengalami kembung atau diare setelah minum susu, kemungkinan besar itu intoleransi laktosa. Namun, jika muncul gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan, atau sesak napas, itu bisa jadi alergi dan perlu penanganan medis.
Baca juga: Hindari Produk Susu, Orang Asia Rentan Terkena Intoleransi Laktosa
Jadi, Kenapa Ada yang Bisa Toleransi dan Ada yang Tidak?
Ada tiga faktor utama yang memengaruhi perbedaan toleransi laktosa pada setiap orang:
- Genetik dan evolusi: Ada orang yang genetiknya membuat produksi lactase tetap aktif seumur hidup, sementara lainnya menurun setelah masa bayi.
- Usia: Produksi lactase cenderung menurun seiring bertambahnya umur.
- Kesehatan usus: Kondisi medis tertentu dapat mengganggu kemampuan usus kecil dalam menghasilkan enzim lactase.
Intinya, toleransi terhadap laktosa bukan soal “lebih sehat” atau “kurang sehat”, melainkan bagian dari variasi alami tubuh manusia.
Secara umum, lactose intolerance adalah kondisi yang umum terjadi dan dialami banyak orang di seluruh dunia. Ini bukan penyakit aneh, melainkan bagian dari proses evolusi dan adaptasi tubuh terhadap genetik serta pola makan masing-masing individu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica, Mayoclinic