INDOZONE.ID - Makanan atau minuman masih mungkin digemari oleh banyak orang. Namun, gula tambahan ini bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes tipe 2, bahkan pada kerusakan gigi.
Sebenarnya, konsumsi gula seperti gula tebu, sirup jagung, sirup maple, dan madu tidak masalah. Tapi, menjadi masalah ketika konsumsi gula terlalu banyak.
Presiden Asosiasi Endodontis Amerika, Steven J. Kats, menjelaskan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis bisa berpengaruh pada kondisi mulut.
Baca juga: Cara Alami Meredakan Batuk dengan Ramuan Herbal yang Mudah Dibuat di Rumah
Ia mengatakan, beberapa menit setelah konsumsi minuman dan makanan manis, plak lapisan lengket di dalam mulut berisi bakteri yang akan memproses gula jadi asam. Kemudian, asam ini memproses menurunkan tingkat pH di mulut. Selain itu, dapat memicu pelarutan mineral pada enamel gigi.
Steven bukan menyoroti seberapa banyak konsumsi gula, melainkan seberapa sering itu dilakukan. Kebiasaan inilah yang bisa meningkatkan risiko mengalami gigi berlubang.
"Jika Anda menyesap soda manis sepanjang hari, gigi terus-menerus terpapar gula, sehingga air liur alami yang melawan bakteri tidak dapat membersihkannya," kata Steven.
Selanjutnya, ia menyarankan agar konsumsi makanan dan minuman manis hanya sekali duduk, daripada konsumsinya setiap saat. Ia juga menyarankan untuk menggosok gigi setelah konsumsi makanan dan minuman manis.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Percaya Proses Dalam Bahasa Inggris: Trust the Process, No Drama!
Enamel gigi sedang melunak pada kondisi seperti ini, sehingga menyikat gigi bisa lebih cepat mengikisnya.
"Bilas dengan air untuk membantu membersihkan gula dan asam, dan tunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi,” jelasnya.
Cara ini dilakukan supaya bisa memberi waktu untuk air liur agar menetralkan asam dan enamel kembali mengeras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA