INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu dengar orang bilang, “Wah, kamu mirip banget ya sama ayahmu! Sifatnya juga persis dia waktu muda.” Atau sebaliknya, kamu sendiri merasa sifat kritis itu kayaknya diturunkan dari ibumu? Pertanyaan klasik ini sering banget muncul di percakapan sehari-hari: apakah sifat orang tua benar-benar bisa turun ke anak secara langsung?
Kita bakal bongkar hal ini dari sisi ilmiah, termasuk apa kata para peneliti internasional tentang faktor genetik, lingkungan, sampai cara keduanya “barengan” menentukan siapa kita sebenarnya.
Apa Itu Sifat yang Bisa Turun dari Orang Tua?
Sebelum masuk ke penjelasan ilmiah, penting kita pahami dulu, ketika orang ngomong soal “sifat orang tua turun ke anak”, biasanya mereka maksudkan dua hal:
- Sifat fisik seperti warna rambut, tinggi badan, atau bentuk mata.
- Sifat nonfisik seperti kepribadian, temperamen, dan kecenderungan emosional.
Secara ilmiah, sifat fisik memang jelas ditentukan oleh gen yang diwariskan dari kedua orang tua melalui DNA. Gen ini adalah kode biologis yang memengaruhi banyak hal di tubuh kita. Namun, kalau ngomongin sifat nonfisik seperti kepribadian, respons terhadap stres, atau kecenderungan introvert/ekstrovert, urusannya jauh lebih kompleks dan nggak semata-mata genetis saja.
Baca juga: Penjelasan Food Genomics, Pola Makan Berbasis Genetik yang Bisa Perbaiki Tren Kesehatan Masyarakat
Apakah Kepribadian Itu Diturunkan Secara Genetik?
Jawabannya iya, tapi tidak sepenuhnya. Penelitian genetika dan psikologi menunjukkan bahwa kepribadian punya komponen genetik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita. Ini disebut heritabilitas, yaitu tingkat di mana variasi sifat dalam populasi dapat dijelaskan oleh faktor genetik. Intinya begini:
Beberapa aspek kepribadian dapat dipengaruhi oleh gen, misalnya kecenderungan menjadi lebih waspada, respons emosional, atau temperamen yang cenderung mudah atau sulit rileks. Namun, gen bukan penentu tunggal. Banyak sifat kita dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan keluarga, sekolah, teman, hingga budaya.
Misalnya, studi klasik yang mengeksplorasi trait kepribadian menggunakan struktur Big Five (Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Neuroticism, Openness) menunjukkan bahwa genetik punya peran signifikan, tetapi tidak absolut.
Artinya, meskipun kamu punya gen dari orang tua yang bisa membuatmu memiliki ciri tertentu (misalnya lebih introvert), cara kamu tumbuh di lingkungan juga bisa membuat trait itu berubah atau berkembang menjadi bentuk yang berbeda.
Kenapa Banyak Orang Mirip Karakternya dengan Orang Tua?
Setelah tahu bahwa gen punya peran, kamu mungkin berpikir, “Terus kenapa sering banget kita mirip banget sama orang tua?”
Ada dua alasan utama:
1. Faktor Genetik
Walaupun kepribadian itu kompleks, estimasi banyak studi menunjukkan sebagian trait bisa diwariskan secara genetik, meskipun nggak semua trait punya kontribusi genetik besar.
Contohnya, anak dengan orang tua yang cenderung tenang atau emosional sering memiliki kecenderungan serupa. Itu bukan karena mereka diajarkan oleh orang tua saja, tetapi karena gen menentukan kecenderungan dasar reaksi emosional mereka terhadap dunia.
2. Lingkungan dan Pola Asuh
Ini bagian yang sering luput dari perhatian orang. Anak tumbuh dengan melihat cara orang tua bertindak, berbicara, bahkan menghadapi kegagalan itu semua terserap kuat ke dalam perkembangan kepribadian. Ini masuk kategori nurtureatau lingkungan.
Contohnya, anak yang dibesarkan di rumah penuh dukungan emosional cenderung lebih terbuka dan percaya diri.
Anak yang sering melihat orang tua mengatasi stres dengan tenang mungkin akan belajar cara tersebut juga.
Jadi, sifat yang tampak mirip itu bisa jadi kombinasi dari gen dan lingkungan, bukan cuma warisan DNA semata.
Gene-Environment Interplay Itu Apa Sih?
Kalau kamu mulai paham bahwa gen menentukan sebagian sifat dan lingkungan membentuk sisanya, hal menariknya justru ada pada interaksi keduanya, yang disebut gene-environment interplay.
Ini bukan dua faktor yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling berinteraksi dengan cara yang rumit untuk menentukan siapa kamu. Misalnya, Gen bisa membuat anak punya kecenderungan tertentu terhadap lingkungan.
Lingkungan bisa “mengaktifkan” gen tertentu sehingga sifat itu lebih terlihat.
Bayangkan seperti playlist musik. Gen itu seperti genre musik yang sudah ditetapkan sejak awal, sementara lingkungan itu seperti DJ yang memilih lagu mana yang paling sering diputar. Hasilnya, setiap orang punya kombinasi yang sangat unik.
Jadi, Berapa Banyak Sifat Orang Tua yang Bisa Turun?
Kalau mau angka ilmiahnya, banyak studi behavior genetics, termasuk penelitian kembar dan keluarga, memperkirakan heritabilitas trait kepribadian sekitar 30–60 persen. Artinya, sekitar separuh sifat kepribadian kita dipengaruhi oleh gen, sisanya dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup.
Yang penting diingat, ini bukan berarti kamu 30–60 persen sama persis dengan orang tua dalam hal kepribadian. Angka tersebut hanya menunjukkan seberapa besar variasi trait yang dipengaruhi gen di populasi, bukan pada tiap individu.
Karena itu, dua anak dalam keluarga yang sama bisa memiliki kepribadian sangat berbeda, meskipun gen mereka mirip. Penyebabnya, pengalaman hidup masing-masing unik dan berbeda.
Apa Peran Orang Tua Selain Faktor Genetik?
Walaupun gen itu penting, banyak ahli sepakat bahwa pengalaman anak di keluarga punya dampak besar pada perkembangan sifat mereka. Bahkan, buku klasik studi psikologi The Nurture Assumption menunjukkan bahwa lingkungan sosial dan pengalaman anak bisa menjadi pengaruh kuat, bahkan lebih dominan dari asumsi sebelumnya tentang pola asuh.
Contohnya meliputi:
- Gaya pengasuhan (tegas vs santai)
- Kebiasaan orang tua dalam menyikapi emosi
- Trauma atau pengalaman positif di masa kecil
- Pendidikan dan budaya tempat anak dibesarkan
Jadi, bukan cuma genetis, sifat yang kamu “ambil” dari orang tua juga dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.
Baca juga: Ternyata Ini Hubungan Antara Bahasa Cinta dan Perhatian Orang Tua Saat Kita Kecil
Nggak Ada Jawaban Mutlak, tapi Interaksi Gen dan Lingkungan Itu Nyata
Jadi, kalau digeneralisasi sifat orang tua memang bisa memengaruhi anak, tetapi bukan seperti copy-paste. Itu adalah hasil campuran unik antara gen yang diwariskan, lingkungan tempat tumbuh, pengalaman pribadi, dan cara seseorang belajar menghadapi dunia.
Kalau anak punya sifat yang mirip orang tua, itu bisa terjadi karena:
- Ada faktor genetik yang sama.
- Anak meniru pola perilaku orang tua sebagai model.
- Lingkungan keluarga membentuk respons emosional dan sosial anak.
Kesimpulannya, iya, beberapa sifat memang bisa diturunkan dari orang tua. Tapi jangan salah, itu nggak membuat kamu jadi karbon copy mereka. Kamu tetap unik dengan kombinasi gen, lingkungan, dan pengalaman hidupmu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed