INDOZONE.ID - Memasuki usia dewasa muda, antara 19 hingga 40 tahun, sebagian besar orang masih menikmati kondisi mata yang sehat dengan penglihatan yang relatif stabil.
Namun, tantangan kesehatan mata pada kelompok usia ini, tidak bisa diabaikan. Stres visual akibat paparan layar digital yang intens, serta risiko cedera mata, menjadi dua masalah paling umum yang kerap terjadi.
Gaya hidup modern, seperti aktivitas kuliah, pekerjaan kantor, hingga penggunaan gawai dalam waktu lama, menuntut mata bekerja lebih keras.
Tanpa disertai kebiasaan menjaga kesehatan mata, risiko gangguan penglihatan dapat meningkat seiring waktu.
Pentingnya Menjaga Penglihatan di Usia Produktif
Penglihatan yang baik memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas, pendidikan, dan kualitas hidup, terutama saat seseorang meniti karier dan membangun keluarga.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata sejak dini menjadi investasi jangka panjang.
Baca juga: Memahami Perkembangan Penglihatan Anak Usia 6–18 Tahun: Faktor Penting yang Sering Dianggap Sepele
Dikutip dari American Optometric Association, ada beberapa langkah sederhana, yang dapat membantu mempertahankan kesehatan mata.
Di antaranya, melindungi mata dari cahaya berenergi tinggi, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Waspada Paparan Cahaya Biru
Perangkat digital seperti ponsel, komputer, serta lampu LED dan fluoresen modern, memancarkan cahaya dengan panjang gelombang pendek atau cahaya biru.
Paparan berlebihan dan terus-menerus terhadap cahaya ini, berpotensi menyebabkan kerusakan retina secara perlahan, dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia.
Penggunaan kacamata khusus atau lensa dengan lapisan pelindung cahaya biru, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak negatif paparan tersebut.
Terlebih bagi mereka yang bekerja di depan layar dalam waktu lama.
Lindungi Mata dari Paparan Sinar Matahari
Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV), yang berbahaya bagi mata. Paparan UV dalam jangka panjang, dapat merusak jaringan mata dan meningkatkan risiko katarak,, serta gangguan mata lainnya.
Penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV-A dan UV-B, topi bertepi lebar, serta tabir surya di area sekitar mata, sangat dianjurkan untuk memberikan perlindungan maksimal, bahkan saat cuaca mendung.
Pola Hidup Sehat untuk Mata Sehat
Kebiasaan merokok diketahui meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula dan katarak. Sebaliknya, pola makan seimbang dengan konsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan, seperti sayuran hijau dan ikan, dapat membantu menjaga kesehatan mata.
Aktivitas fisik juga berperan penting, lantaran membantu melancarkan peredaran darah, meningkatkan suplai oksigen ke mata, serta membantu mengeluarkan racun dari tubuh.
Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu! Begini Tahapan Perkembangan Penglihatan Bayi Usia 0–2 Tahun
Pemeriksaan Mata Rutin Tetap Diperlukan
Meski penglihatan cenderung stabil di usia dewasa muda, gangguan mata dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. American Optometric Association merekomendasikan pemeriksaan mata, setidaknya setiap dua tahun bagi orang dewasa usia 19–40 tahun.
Bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan penyakit mata, diabetes, tekanan darah tinggi, atau masalah penglihatan sebelumnya, pemeriksaan mungkin perlu dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter mata.
Risiko Cedera Mata di Tempat Kerja dan Rumah
Cedera mata tidak hanya terjadi di tempat kerja, tetapi juga di lingkungan rumah. Data menunjukkan, sebagian besar cedera mata terkait produk justru terjadi di rumah.
Mulai dari penggunaan bahan kimia pembersih, hingga alat pertukangan.
Di tempat kerja, risiko cedera mata dapat berasal dari percikan bahan kimia, paparan uap panas, radiasi, hingga serpihan kayu atau logam.
Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung mata yang sesuai dengan jenis pekerjaan, menjadi hal yang mutlak.
Sementara di rumah, penggunaan kacamata pelindung disarankan saat membersihkan oven, memotong kayu, menggunakan peralatan listrik, atau melakukan perawatan kendaraan.
Perlindungan Mata Saat Berolahraga
Aktivitas olahraga juga menyimpan risiko cedera mata. Kacamata biasa atau lensa kontak tidak cukup memberikan perlindungan saat berolahraga.
Olahraga seperti basket, sepak bola, hoki, baseball, dan olahraga raket, memerlukan pelindung mata khusus yang dirancang untuk mencegah benturan langsung.
Mengatasi Stres Visual di Sekolah dan Tempat Kerja
Stres visual atau ketegangan mata menjadi keluhan umum di era digital. Lingkungan kerja atau belajar yang kurang ergonomis, seperti pencahayaan yang tidak tepat, posisi duduk yang salah, serta jarak pandang yang tidak ideal, dapat memperparah kondisi ini.
Gejala yang sering muncul meliputi mata lelah, sensasi terbakar, mata kering atau berair, sakit kepala, hingga kesulitan fokus.
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi ketegangan mata, antara lain mengatur posisi layar agar sedikit di bawah garis pandang mata.
Kemudian, perlu juga menyesuaikan pencahayaan ruangan, serta menerapkan aturan 20-20-20. Artinya, setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Menjaga kesehatan mata tidak selalu membutuhkan tindakan rumit. Penyesuaian sederhana pada lingkungan kerja, dan kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kelelahan mata dan gangguan penglihatan jangka panjang.
Jika keluhan pada mata terus berlanjut, konsultasi dengan dokter mata sangat dianjurkan, Hal ini untuk memastikan adanya gangguan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association