Rabu, 21 JANUARI 2026 • 20:05 WIB

Terlalu Sering Rebahan, Apa Dampaknya Bagi Tubuh dan Mental?

Author

Ilustrasi kaum rebahan (Pixabay/Marco_Piunti)

INDOZONE.ID - Rebahan itu nikmat. Bangun tidur, langsung nyantai di kasur, lanjut scroll TikTok, tiba-tiba udah sore lagi. 

Pernah ngerasa kayak gitu?. Banyak banget anak muda sekarang yang lebih sering rebahan, baik buat relaksasi, kerja dari tempat tidur, atau sekadar nggak punya energi buat bergerak. 

Tapi sebenernya, kebiasaan rebahan terus-menerus itu nggak selalu baik buat tubuh dan mental Kamu.

Di artikel ini, kita bakal bedah apa aja dampak kalau terlalu sering rebahan, kenapa itu bisa terjadi, dan gimana cara ngatasinnya supaya hidup Kamu tetap seimbang dan sehat.

Baca juga: Puasa Ramadhan dalam Islam: Dalil, Tafsir, dan Keutamaannya bagi Setiap Muslim

Maksud dari “Terlalu Sering Rebahan”?

Sebelum ngomongin dampaknya, kita perlu paham dulu apa yang dimaksud dengan terlalu sering rebahan. 

Banyak orang nganggep rebahan itu sama aja kayak tidur siang atau istirahat sebentar, dan itu memang normal. 

Tapi masalah mulai muncul kalau rebahan dilakukan terlalu sering dan terlalu lama setiap hari, apalagi di luar jam tidur. 

Kalau waktu Kamu lebih banyak dihabiskan selonjoran di kasur dibanding jalan kaki, gerak ringan, atau sekadar berdiri sebentar, itu bisa jadi tanda Kamu kurang bergerak.

Menurut ahli kesehatan, kebiasaan yang bikin tubuh diam terlalu lama, kayak duduk, rebahan, atau posisi santai tanpa aktivitas, termasuk gaya hidup sedentary. 

Baca juga: Kenapa Kita Sering Lupa Kata? Ini Penjelasan 'Tip of the Tongue Phenomenon'

Dan ini nggak bisa dianggap sepele. Bahkan kalau Kamu masih sempat olahraga, kebanyakan diam di siang hari tetap bisa berdampak buruk buat kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Dampak Fisik: Bukan Sekadar Capek

1. Kesehatan Jantung dan Metabolisme Turun

Kalau terlalu sering rebahan, tubuh kita jadi jarang bergerak, dan ini langsung ngaruh ke kesehatan jantung. 

Penelitian bilang, kalau Kamu duduk atau rebahan lebih dari 10 jam sehari, risikonya buat penyakit jantung, gagal jantung, bahkan kematian karena masalah jantung jadi lebih tinggi, meskipun Kamu masih sempat olahraga.

Selain itu, rebahan terus bikin metabolisme tubuh melambat. Darah bergerak lebih pelan, pembakaran kalori turun, dan lemak lebih gampang numpuk. 

Akibatnya, risiko diabetes tipe 2 dan obesitas juga naik, karena tubuh jadi nggak seefisien biasanya dalam mengolah gula darah dan lemak.

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Tepat dan Mudah Dipahami

2. Otot Melemah dan Postur Tubuh Berantakan

Kalau Kamu lebih sering tidur siang atau rebahan daripada berdiri atau bergerak, otot-otot tubuh, terutama di punggung dan kaki, bakal makin lemah karena jarang dipakai. 

Ini bisa bikin postur tubuh jadi buruk, nyeri punggung bawah, bahkan ketegangan di leher dan bahu akibat sering duduk atau nunduk mantengin layar.

Jadi, meskipun rebahan itu nyaman banget, kalau kebanyakan, tubuh bisa lama-lama kehilangan kekuatan otot yang sebenernya penting buat aktivitas sehari-hari.

3. Sirkulasi Darah Lambat dan Risiko Masalah Kesehatan Lainnya

Kalau tubuh sering rebahan terus-menerus, peredaran darah jadi nggak lancar. 

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Tepat dan Mudah Dipahami

Ini bisa bikin masalah serius, seperti pembekuan darah di kaki (deep vein thrombosis), varises, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis lain.

Dampak Mental: Bukan Cuma Fisik

1. Mood dan Mental Down

Kalau Kamu terlalu sering rebahan, tubuh jadi jarang bergerak dan ini nggak cuma ngaruh ke fisik, tapi juga ke kesehatan mental. 

Gerak tubuh itu penting buat bikin otak melepaskan hormon endorfin dan serotonin, yang bikin kita merasa lebih bahagia. 

Kalau jarang gerak, produksi hormon-hormon ini bisa turun, bikin mood gampang turun, stres, bahkan rasa sedih yang lama.

Baca juga: Apa Itu Piloereksi? Penyebab Tubuh Merinding dan Penjelasannya

Selain itu, gaya hidup yang banyak rebahan juga dikaitkan dengan risiko kecemasan dan depresi lebih tinggi, karena kurang gerak dan juga kurang interaksi sosial kalau waktu lebih banyak dihabiskan sendirian di kasur.

2. Konsentrasi dan Energi Menurun

Terlalu sering rebahan juga bisa bikin otak terasa “lemot”. 

Banyak penelitian bilang, gaya hidup sedentary berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif dalam jangka panjang. 

Sebab aliran darah ke otak jadi nggak maksimal, apalagi kalau Kamu nggak bergerak sama sekali berjam-jam. 

Walaupun Kamu sempat olahraga, efek rebahan berlebihan tetap terasa kalau sebagian besar waktu dihabiskan pasif di kasur.

Baca juga: Waspada Herpes Zoster Mudah Menyerang Lansia, Gimana Cara Cegahnya?

Tapi, Apa Bedanya Rebahan dengan Tidur?

Sering ada yang bingung “Bukankah tidur itu penting?” Iya, tentu saja! 

Tidur yang cukup justru sehat karena saat itulah tubuh melakukan recovery. Masalahnya bukan di tidur, tapi di kebiasaan rebahan selama jam aktif. 

Kalau Kamu lebih banyak rebahan di pagi sampai sore, padahal seharusnya bergerak, itulah yang bisa bikin tubuh dan pikiran jadi kurang optimal.

Tidur yang berkualitas dan rebahan yang berlebihan itu beda banget. 

Tidur bikin tubuh pulih, sementara rebahan tanpa aktivitas cuma bikin tubuh malas bergerak. 

Baca juga: Pentingnya Imunisasi Anak Sesuai Jadwal untuk Mencegah Penyakit Berbahaya

Tidur cukup juga penting untuk kesehatan otak dan regenerasi sel, jadi tidurlah secukupnya, tapi jangan sampai rebahan terus di jam-jam seharusnya aktif.

Gimana Cara Nguranginnya Biar Gak Rebahan Terus Menerus?

Berikut strategi yang nyantai tapi efektif buat ngurangin efek negatif dari terlalu sering rebahan:

1. Bikin Rutinitas Bergerak

Kalau kerja atau kuliah bikin Kamu lama duduk di kursi atau terbaring di kasur, coba set timer tiap 45–60 menit buat berdiri dan gerak sebentar. 

Bisa sekadar jalan ke dapur, ambil air minum, atau stretch ringan biar tubuh nggak kaku.

Baca juga: Manfaat Suplemen Biotin bagi Kesehatan Rambut, Kulit, dan Kuku

2. Gabungkan Mikro Aktivitas

Nggak perlu langsung olahraga berat, cukup gerak 10 menit setiap beberapa jam aja. 

Ini udah cukup buat bantu sirkulasi darah lancar dan bikin otot “nyala” lagi.

3. Kombinasi Aktivitas Fisik

Coba kombinasikan aktivitas ringan, misalnya jalan kaki, naik-turun tangga, atau yoga singkat di pagi atau sore hari. 

Aktivitas ini bisa bikin energi dan mood Kamu naik tanpa terasa terlalu berat.

Rebahan memang nikmat dan kadang perlu banget buat recovery. 

Baca juga: 6 Modus Child Grooming di Media Sosial yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Tapi kalau kebiasaan itu jadi dominan dalam aktivitas harian, dampaknya bisa negatif buat kesehatan fisik dan mental. 

Risiko penyakit jantung, metabolisme melambat, otot melemah, sampai mood turun bisa muncul kalau kita terlalu sering rebahan dan jarang gerak.

Intinya, rebahan boleh, tapi jangan sampai jadi gaya hidup yang bikin tubuh “ngambek”. 

Sedikit gerak setiap hari selalu lebih baik daripada diam terus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU