Apa Itu Piloereksi? Penyebab Tubuh Merinding dan Penjelasannya (Pixabay)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan bulu kuduk tiba-tiba berdiri saat berada di ruangan dingin, mendengar suara tertentu, atau ketika mengalami emosi yang kuat? Fenomena ini dikenal dengan istilah piloereksi.
Meski sering dianggap sebagai reaksi biasa, piloereksi sebenarnya merupakan respons biologis tubuh yang berkaitan erat dengan sistem saraf, emosi, dan proses evolusi manusia.
Piloereksi adalah kondisi ketika rambut-rambut halus di permukaan kulit berdiri akibat kontraksi otot kecil yang disebut otot arrector pili. Kontraksi ini membuat kulit tampak berbintik-bintik, yang sering dikenal sebagai “kulit ayam” atau merinding.
Dalam dunia medis, piloereksi merupakan reaksi refleks yang terjadi secara otomatis dan tidak disadari. Artinya, tubuh merespons rangsangan tertentu tanpa perintah sadar dari otak.
Baca juga: 6 Modus Child Grooming di Media Sosial yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Piloereksi dikendalikan oleh sistem saraf otonom, khususnya saraf simpatik. Ketika tubuh menerima rangsangan, seperti suhu dingin atau emosi mendalam, otak akan mengirimkan sinyal melalui saraf simpatik ke otot arrector pili.
Otot tersebut kemudian berkontraksi, menyebabkan rambut terangkat dari permukaan kulit. Proses ini berlangsung sangat cepat dan sering kali disertai sensasi dingin atau getaran halus di kulit.
Ada beberapa faktor utama yang dapat memicu piloereksi, di antaranya:
1. Paparan Suhu Dingin
Suhu dingin merupakan penyebab paling umum piloereksi. Secara biologis, tubuh berusaha mempertahankan panas dengan membuat rambut berdiri agar terbentuk lapisan udara hangat di sekitar kulit.
2. Respons Emosi yang Kuat
Emosi seperti takut, terkejut, cemas, terharu, kagum, atau tersentuh secara emosional dapat memicu piloereksi. Contohnya saat menonton film yang menyentuh hati, mendengar lagu favorit, atau mengalami momen spiritual tertentu.
Piloereksi dalam konteks emosi sering dikaitkan dengan respons “fight or flight”, yaitu reaksi tubuh saat menghadapi situasi yang dianggap penting atau intens.
3. Rangsangan Psikologis dan Sensorik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline