Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 09:15 WIB

Cara Simpan ASI yang Benar di Kulkas agar Tetap Segar, Aman, dan Bernutrisi

Author

Ilustrasi ASI. (abm.com)

INDOZONE.ID - Air Susu Ibu (ASI) adalah asupan terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi lengkap, antibodi alami, serta zat bioaktif yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh susu formula. 

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua ibu dapat menyusui bayi secara langsung setiap waktu. Di sinilah pentingnya memahami cara menyimpan ASI yang benar di kulkas agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut caranya.

Mengapa ASI Tidak Boleh Disimpan Sembarangan?

Ilustrasi ASI. (Photo/Freepik)

ASI bukan sekadar cairan nutrisi biasa. ASI adalah cairan hidup yang mengandung antibodi, sel imun, enzim, hormon, serta komponen aktif lainnya yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan lingkungan.

Jika tidak disimpan dengan benar, maka kualitas ASI bisa menurun dalam waktu singkat.

Penyimpanan yang tidak sesuai, seperti suhu kulkas yang tidak stabil, wadah yang tidak steril, atau kebiasaan mencampur ASI hangat dan dingin, dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. 

Hal ini membuat ASI tidak lagi aman untuk dikonsumsi bayi. Oleh karena itu, setiap ibu menyusui perlu memahami tips menyimpan ASI perah agar tidak basi sejak awal.

Baca juga: Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Minum ASI Setiap 2 Jam? Ini Penjelasan Medisnya

Cara Menyimpan ASI di Kulkas dengan Benar dan Aman

1. Gunakan Wadah Penyimpanan ASI yang Tepat

Langkah pertama yang sangat penting adalah memilih wadah penyimpanan ASI yang aman. ASI sebaiknya disimpan dalam:

  • Botol kaca khusus ASI
  • Botol plastik khusus ASI yang bebas BPA
  • Kantong ASI sekali pakai yang memang dirancang untuk penyimpanan ASI

Pastikan semua wadah sudah dicuci bersih dan disterilkan sebelum digunakan. Wadah yang tidak bersih dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri.

Selain itu, pastikan wadah memiliki penutup rapat agar ASI tidak terpapar udara, atau menyerap bau dari makanan lain di dalam kulkas.

Jangan lupa memberi label berisi tanggal dan waktu pemerahan. Kebiasaan ini membantu ibu memantau berapa lama ASI tahan di kulkas dan memastikan ASI digunakan sesuai urutan penyimpanan.

Baca juga: ASI Booster Jalan Ninja Busui, Apa Tanggapan Dokter?

2. Pahami Suhu Kulkas Ideal untuk ASI

Suhu adalah faktor krusial dalam menjaga kualitas ASI. Suhu kulkas ideal untuk ASI berada di kisaran 0-4 derajat Celsius. Pada suhu ini, pertumbuhan bakteri dapat ditekan sehingga ASI tetap segar lebih lama.

Jika suhu kulkas terlalu hangat, ASI bisa cepat rusak. Sebaliknya, suhu yang tidak konsisten akibat kulkas sering dibuka-tutup juga dapat memengaruhi daya tahan ASI.

Oleh karena itu, penting memastikan kulkas berfungsi dengan baik dan suhunya stabil sepanjang waktu.

3. Simpan ASI di Bagian Dalam Kulkas, Bukan di Pintu

Pintu kulkas adalah bagian dengan perubahan suhu paling sering karena selalu terbuka dan tertutup. Menyimpan ASI di pintu kulkas dapat membuat ASI terpapar fluktuasi suhu yang signifikan.

Sebaiknya, simpan ASI di rak bagian dalam kulkas, terutama di area yang suhunya paling stabil. Cara ini membantu menjaga kualitas ASI tetap optimal hingga waktu digunakan.

4. Dinginkan ASI Baru Sebelum Digabungkan

ASI yang baru diperah biasanya masih dalam kondisi hangat. Mencampurkannya langsung dengan ASI yang sudah dingin di kulkas dapat meningkatkan suhu ASI lama dan mempercepat kerusakan.

Jika ingin menggabungkan ASI, dinginkan terlebih dahulu ASI yang baru diperah hingga suhunya sama dengan ASI yang sudah disimpan.

Setelah itu, ASI bisa digabungkan dengan aman tanpa mengurangi kualitasnya.

5. Patuhi Durasi Penyimpanan ASI

Banyak ibu menyusui bertanya, berapa lama ASI tahan di kulkas? Berikut panduan yang bisa dijadikan acuan:

  • ASI segar di kulkas: 3-5 hari
  • ASI di freezer: hingga 6 bulan
  • ASI di deep freezer: bisa lebih lama jika suhu benar-benar stabil

Gunakan ASI berdasarkan prinsip FIFO (first in, first out), yaitu ASI yang diperah lebih dulu harus digunakan lebih dulu.

Tips Menyimpan ASI Perah agar Tidak Basi

Selain aturan dasar, ada beberapa tips tambahan yang penting untuk diterapkan agar ASI tidak cepat basi.

Pertama, selalu cuci tangan sebelum memerah atau memindahkan ASI. Kebersihan tangan berperan besar dalam mencegah kontaminasi bakteri.

Kedua, hindari menyimpan ASI berdekatan dengan makanan berbau menyengat seperti ikan, bawang, atau durian. ASI dapat menyerap aroma dari sekitarnya.

Ketiga, jangan mengocok ASI terlalu keras. Jika ASI terpisah antara lemak dan cairan, cukup putar botol secara perlahan hingga tercampur kembali.

Dengan menerapkan tips menyimpan ASI perah agar tidak basi, ibu dapat menjaga kualitas ASI tetap optimal hingga waktu pemberian.

Perbedaan ASI Segar, ASI Dingin, dan ASI Beku

ASI segar adalah ASI yang baru diperah dan belum disimpan lama. ASI dingin adalah ASI yang disimpan di kulkas, sementara ASI beku disimpan di freezer.

Masing-masing memiliki karakteristik berbeda, tetapi tetap aman selama disimpan sesuai aturan.

ASI dingin biasanya mengalami pemisahan antara lemak dan cairan, yang merupakan hal normal. Selama ASI tidak berbau asam menyengat, ASI masih layak dikonsumsi.

Cara Mengetahui ASI Masih Layak Konsumsi

Sebelum memberikan ASI kepada bayi, perhatikan kondisi ASI. ASI yang masih baik biasanya memiliki aroma ringan dan tidak menyengat.

Jika ASI berbau asam tajam atau terasa aneh, sebaiknya tidak diberikan kepada bayi.

Jika ragu, lebih baik membuang ASI tersebut daripada mengambil risiko terhadap kesehatan bayi.

Kesalahan dalam Menyimpan ASI

Beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan ibu menyusui antara lain:

  • Tidak memberi label tanggal dan waktu pemerahan
  • Menyimpan ASI di pintu kulkas
  • Mencampur ASI hangat dengan ASI dingin
  • Menggunakan wadah yang tidak steril

Menghindari kesalahan ini akan membantu ASI bertahan lebih lama dan tetap aman.

Manfaat Menyimpan ASI dengan Cara yang Benar

Penyimpanan ASI yang tepat memberikan banyak manfaat. Ibu bisa lebih fleksibel mengatur waktu, tanpa khawatir bayi kekurangan ASI. 

Stok ASI yang terjaga juga membantu mengurangi stres, terutama bagi ibu bekerja.

Bagi bayi, ASI yang disimpan dengan benar tetap memberikan nutrisi, antibodi, dan perlindungan optimal yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat.

ASI dan Ketenangan Ibu Menyusui

Memiliki stok ASI yang tersimpan dengan baik memberi ketenangan bagi ibu. Ibu tidak perlu cemas ketika harus beraktivitas di luar rumah atau saat kondisi tubuh kurang fit untuk menyusui langsung.

Dengan manajemen ASI yang baik, kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

Menyimpan ASI bukan sekadar soal menaruhnya di dalam kulkas, tetapi tentang menjaga kualitas nutrisi terbaik untuk buah hati. 

Dengan memahami cara menyimpan ASI yang benar di kulkas, mengetahui suhu kulkas ideal untuk ASI, serta mematuhi durasi penyimpanan yang aman, ibu menyusui dapat memastikan ASI tetap segar, aman, dan bernutrisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthshots.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU