Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 17:45 WIB

Gangguan Prostat pada Pria, Ini Jenis dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Author

Ilustrasi gangguan prostat. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Gangguan prostat masih sering dianggap sepele oleh banyak pria. Padahal, masalah pada kelenjar kecil ini bisa berdampak besar ke aktivitas sehari-hari, terutama jika sudah menyangkut buang air kecil dan kenyamanan tubuh.

Karena faktanya semakin bertambah usia, risiko gangguan prostat juga ikut meningkat.

Prostat adalah kelenjar seukuran kacang kenari yang berada di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Tugas utamanya memproduksi cairan semen yang berfungsi melindungi dan menutrisi sperma.

Baca juga: Waspada Konsumsi Antibiotik Sembarangan, Ini 10 Dampaknya bagi Usus

Namun, seiring waktu, prostat bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai sejak awal.

Jenis Gangguan Prostat

Secara umum, ada tiga jenis gangguan prostat yang paling sering dialami pria.

1. Pembesaran Prostat Jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH)

Kondisi ini membuat prostat membesar dan menekan saluran kemih. Akibatnya, buang air kecil jadi tidak lancar.

BPH sangat umum terjadi pada pria di atas usia 50 tahun. Sekitar 70 persen pria usia 60 tahun mengalaminya, dan angkanya bisa meningkat hingga hampir 90 persen pada pria di atas 80 tahun.

2. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan atau infeksi pada kelenjar prostat, kondisi ini bisa menyerang pria di segala usia dan biasanya disertai rasa nyeri atau tidak nyaman.

Baca juga: Kuku Rapuh dan Kusam? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Nutrisi Ini

3. Kanker Prostat

Kanker prostat terjadi akibat pertumbuhan sel ganas yang tidak terkendali di dalam prostat. Kanker prostat sering kali tidak menimbulkan gejala di tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat sudah lanjut.

4. Faktor Risiko Gangguan Prostat

Penyebab gangguan prostat umumnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Perubahan hormon seiring bertambahnya usia menjadi salah satu pemicu utama, terutama pada kasus pembesaran prostat.

Selain itu, gaya hidup juga berperan besar. Kurang aktivitas fisik dan obesitas diketahui dapat meningkatkan risiko BPH dan kanker prostat.

Pola makan tinggi lemak jenuh, daging merah, serta daging olahan juga kerap dikaitkan dengan masalah prostat. Kebiasaan merokok pun disebut dapat memperbesar risiko gangguan prostat, termasuk BPH.

Baca juga: Hobi Ngopi Bisa Pengaruhi Penuaan Dini? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gejala Awal Gangguan Prostat

Gejala gangguan prostat biasanya muncul pelan-pelan, sehingga sering dianggap hal biasa. Padahal, tanda-tanda berikut sebaiknya tidak diabaikan.

1. Pola Buang Air Kecil Berubah

Frekuensi buang air kecil jadi lebih sering, terutama pada malam hari. Dorongan untuk buang air kecil juga terasa lebih mendadak dan sulit ditahan.

2. Pancaran Urine Melemah atau Tersendat

Aliran urine tidak lagi deras atau terasa putus-putus akibat tekanan prostat pada saluran kemih.

Baca juga: 8 Penyakit yang Muncul Akibat Kebiasaan Merokok Sejak Muda, Ngeri Banget!

3. Rasa Tidak Tuntas

Muncul perasaan kandung kemih belum sepenuhnya kosong karena masih ada sisa urine yang tertinggal.

4. Nyeri di Area Panggul

Rasa nyeri di panggul, punggung bawah, atau area sekitar prostat bisa menjadi tanda prostatitis. Nyeri juga bisa muncul saat atau setelah melakukan hubungan.

5. Darah di Air Mani

Kondisi ini merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan karena bisa berkaitan dengan infeksi serius atau kanker prostat.

Baca juga: Oralit Jadi Doping Puasa Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Gangguan prostat bukan masalah yang muncul tiba-tiba, tapi berkembang perlahan. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik.

Pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, dan lebih peka terhadap perubahan tubuh jadi langkah awal yang penting.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prudential

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU