Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 16:41 WIB

BPOM Dorong Tren Minum Jamu Herbal sebagai Kekayaan Alam Indonesia

Author

Kepala BPOM, Taruna Ikrar. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) makin serius mendorong tren minum jamu herbal sebagai bagian dari kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Dukungan ini ditegaskan langsung oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat meresmikan grand opening Cafe Jamu Acaraki di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Rabu (4/2/2026).

Dalam sambutannya, Taruna menegaskan bahwa momen ini bukan hanya soal pembukaan tempat baru, tapi juga bagian dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap jamu.

Baca juga: Dr. Mariano Barbacid Temukan Metode Baru Lumpuhkan Kanker Pankreas

“Hari ini, kita tidak sekadar meresmikan sebuah kafe. Kita sedang menyaksikan salah satu tonggak penting transformasi budaya dan kesehatan bangsa. Kehadiran Acaraki di PIK 2 adalah manifestasi nyata bahwa jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia, yang diakui UNESCO, telah berhasil keluar dari stigma kuno menjadi keren dan relevan bagi generasi masa kini,” ujar Taruna Ikrar.

BPOM juga mengapresiasi langkah PT Acaraki Nusantara Persada yang konsisten memodernisasi jamu tanpa mengabaikan aturan dan standar keamanan.

Menurutnya, pengawasan BPOM hadir sebagai safety seal agar inovasi yang dilakukan punya nilai, aman dikonsumsi, dan bisa bersaing.

Taruna juga mengingatkan bahwa jamu bukan sekadar tren sesaat. Jamu adalah bagian dari sejarah panjang peradaban Indonesia yang berakar dari kearifan lokal Nusantara dan sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

Baca juga: Oralit Jadi Doping Puasa Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya!

“Para peneliti menemukan bukti bahwa sejak sekitar 31.000 tahun yang lalu, praktik amputasi bedah telah dilakukan di Pulau Kalimantan, diperkirakan menggunakan obat-obatan herbal untuk membantu proses penyembuhan, mencegah infeksi, serta memberikan efek anestesi,” jelasnya.

Dengan latar sejarah yang kuat dan potensi ekonomi kreatif yang besar, Taruna menilai jamu sangat relevan dikembangkan lewat pendekatan modern.

Modernisasi ini dinilai bisa jadi jalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik, dari usaha berbasis tradisi menjadi produsen jamu yang aman, bermutu, inovatif, dan cocok dengan gaya hidup masyarakat sekarang.

Indonesia sendiri disebut punya modal besar lewat kekayaan alamnya. Taruna menyebut, lebih dari 31 ribu spesies tumbuhan ada di Indonesia, dengan ribuan di antaranya punya potensi farmakologis. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan obat berbahan alam berkualitas tinggi.

BPOM juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para pelaku UMKM agar produk jamu yang dihasilkan memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat.

“Kami optimis 2026 akan ada penambahan ratusan ribu UMKM yang akan didampingi oleh BPOM agar makin maju dan berdaya saing. Mudah-mudahan menjadi spirit baru dalam mengembangkan jamu di Indonesia,” harap Taruna.

Baca juga: Waspada Konsumsi Antibiotik Sembarangan, Ini 10 Dampaknya bagi Usus

Sementara itu, Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada Jony Yuwono mengatakan kehadiran Acaraki di PIK 2 merupakan bagian dari upaya mendekatkan jamu ke kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama generasi muda dan komunitas urban.

Di PIK 2, jamu dihadirkan bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan mendekatkannya kembali ke keseharian masyarakat terutama generasi muda yang tumbuh di tengah arus globalisasi dan budaya populer.

“Acara ini hadir untuk memperluas cara masyarakat mengenal dan menikmati jamu,” ujar Jony.

Ia menyebut inovasi menjadi kata kunci. acaraki memperkenalkan acaraki Jamu Capsule, sebagai alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.

Tiga varian dalam Jamu Capsule terdiri dari Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger, diluncurkan sebagai pelengkap, bukan pengganti jamu seduh.

Pesannya yang ingin dibawa oleh Acaraki cukup jelas, yakni modernisasi yang tidak memutus akar, namun justru menjadi jembatan agar tradisi tetap hidup.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU