Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 14:25 WIB

7 Panduan Menyikat Gigi Anak agar Bersih dan Sehat, Orang Tua Wajib Tahu!

Author

Ilustrasi mengajarkan anak sikat gigi. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Masa kecil adalah momen emas untuk membentuk kebiasaan sehat, termasuk urusan menyikat gigi.

Meski terdengar sederhana, cara mengenalkannya ke anak nggak bisa asal. Kalau pendekatannya salah, aktivitas ini bisa berubah jadi drama harian. Padahal, kunci kesehatan gigi sampai dewasa dimulai dari sini.

Menjaga kebersihan mulut bukan hanya soal senyum yang rapi, tapi juga berpengaruh ke kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dokter gigi asal California dengan pengalaman hampir 40 tahun, Dr. Mark Burhenne, membagikan tujuh hal penting yang perlu diperhatikan orang tua saat mengajarkan anak menyikat gigi.

Baca juga: Penyakit Jantung Bawaan pada Anak: Fakta, Gejala dan Cara Penanganannya

7 Panduan Menyikat Gigi Anak

Berikut tujuh panduan menyikat gigi anak yang bisa diterapkan orang tua agar gigi anak bersih dan sehat.

1. Jangan Memaksa Anak

Menurut Dr. Burhenne, orang tua seharusnya tidak perlu memaksa anak untuk menyikat gigi. Kalau setiap sesi diwarnai paksaan, rasa takut bisa ikut tertanam.

Dampaknya, anak justru enggan menyikat gigi secara mandiri ketika sudah lebih besar. Bangun suasana yang tenang agar kebiasaan ini terasa natural, bukan tekanan.

2. Biarkan Anak Mencoba

Di tahap awal, beri kesempatan anak untuk menyikat giginya sendiri. Hasilnya mungkin belum rapi, bahkan berantakan, tapi itu bagian dari proses belajar.

Setelah itu, orang tua bisa membantu membersihkan bagian yang belum maksimal dengan cara yang santai dan tanpa menghakimi.

3. Waspadai Area yang Terlewat

Banyak orang tua fokus pada gigi depan karena paling terlihat. Padahal, gigi berlubang pada anak sering muncul di garis gusi dan lekukan geraham belakang.

Area yang sering terlewat ini butuh perhatian ekstra karena mudah jadi tempat sisa makanan menumpuk.

4. Hindari Konflik Berkepanjangan

Kalau mulai muncul penolakan, jangan sampai sesi menyikat gigi berubah jadi ajang debat panjang. Dua sesi singkat yang tenang jauh lebih efektif daripada satu sesi lama tapi penuh ketegangan.

Tujuannya mengajarkan anak sikat gigi adalah konsistensi, bukan kesempurnaan dalam satu waktu.

5. Sikat Gigi Bersama

Cara paling simpel untuk mengurangi drama adalah dengan menyikat gigi bersama, karena anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya.

Ketika melihat orang tua juga rutin menyikat gigi, aktivitas ini terasa seperti rutinitas keluarga, bukan tugas yang membosankan.

Baca juga: Amankah Menggunakan Pantyliner Setiap Hari? Ini Fakta Medis yang Perlu Kamu Tahu

6. Perhatikan Cara Anak Bernapas

Jika anak terlihat tidak nyaman saat menyikat gigi, coba perhatikan pola napasnya. Bernapas lewat mulut bisa membuat rongga mulut kering dan terasa tidak nyaman.

Cara bernapas juga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri di mulut, sehingga kebersihan gigi lebih sulit dijaga.

7. Ajarkan Meludah, Bukan Berkumur

Setelah menyikat gigi, anak sebaiknya diajarkan untuk meludah tanpa langsung berkumur. Cara ini membuat sisa pasta gigi tetap menempel tipis di gigi sehingga perlindungan terhadap enamel bisa bertahan lebih lama.

Membiasakan anak menyikat gigi memang butuh kesabaran, tapi hasilnya sepadan untuk jangka panjang. Dengan pendekatan yang tepat dan suasana yang positif, kebiasaan ini bisa tumbuh jadi rutinitas sehat tanpa drama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU