INDOZONE.ID - Gumoh adalah kondisi ketika bayi mengeluarkan kembali sebagian susu yang telah diminum, dan biasanya dalam jumlah kecil.
Kondisi ini sangat umum terjadi, terutama pada bayi usia 0–6 bulan, dan dalam sebagian besar kasus merupakan hal yang normal.
Secara medis, sekitar 50 persen bayi usia di bawah 3 bulan, mengalami gumoh setidaknya satu kali dalam sehari. Hal ini terjadi karena otot sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup antara kerongkongan dan lambung, belum berfungsi secara sempurna.
Meski umumnya tidak berbahaya, orang tua tetap perlu waspada. Sebab, ada perbedaan antara gumoh normal dan gumoh yang menjadi tanda gangguan kesehatan serius. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri gumoh yang berbahaya, serta kapan bayi perlu segera diperiksakan ke dokter.
Apa Itu Gumoh pada Bayi?
Gumoh adalah keluarnya susu dari mulut bayi setelah menyusu, biasanya tanpa disertai tangisan atau rasa sakit. Gumoh berbeda dengan muntah. Gumoh biasanya terjadi secara ringan, sedangkan muntah lebih kuat dan disertai kontraksi otot perut.
Gumoh umumnya terjadi karena:
- Bayi menelan udara saat menyusu
- Posisi menyusu yang kurang tepat
- Lambung bayi masih kecil
- Sistem pencernaan bayi belum matang
Sekitar 50–70 persen bayi sehat mengalami gumoh dalam beberapa bulan pertama kehidupan, dan biasanya akan membaik secara alami setelah usia 6–12 bulan.
Baca juga: Kenapa Kepala Sering Pusing? Yuk Kenali Penyebabnya
Ciri Gumoh Normal Secara Medis
Gumoh dianggap sebagai kondisi fisiologis normal, jika tidak disertai gangguan kesehatan lain. Secara medis, gumoh normal memiliki ciri-ciri berikut:
- Terjadi tanpa usaha muntah yang kuat
- Volume cairan yang keluar relatif kecil
- Tidak mengganggu proses menyusu
- Bayi tetap aktif dan responsif
- Bayi tidak menunjukkan tanda kesakitan
- Pertumbuhan dan berat badan bayi normal
- Tidak ada tanda dehidrasi
Ciri-ciri Gumoh yang Berbahaya
Meskipun sebagian besar gumoh adalah hal yang wajar karena katup lambung bayi belum sempurna, kamu harus waspada jika menemukan ciri-ciri berikut:
1. Perubahan Warna pada Cairan
Jika cairan yang keluar bukan lagi berwarna putih susu atau bening, ini adalah sinyal bahaya:
- Warna Hijau atau Kuning Pekat: Bisa menandakan adanya sumbatan pada usus (empedu).
- Bercak Darah: Bisa berwarna merah segar atau kecokelatan. Ini bisa menandakan adanya iritasi pada kerongkongan atau luka di saluran cerna.
2. Intensitas yang Berlebihan
Jika gumoh berubah menjadi muntah yang menyembur sangat kuat dan terjadi setiap kali setelah menyusu, ini bisa menjadi gejala Stenosis Pilorus (penebalan otot di saluran keluar lambung).
3. Bayi Menolak Menyusu dan Rewel Hebat
Jika bayi menangis histeris setiap kali akan menyusu atau saat gumoh keluar, kemungkinan besar ia mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang menyebabkan rasa terbakar di kerongkongannya.
4. Berat Badan Tidak Naik
Tujuan utama nutrisi adalah pertumbuhan. Jika bayi sering gumoh dan berat badannya stagnan atau justru turun (tidak sesuai kurva pertumbuhan di buku KIA), berarti nutrisi yang masuk tidak terserap dengan baik.
5. Gumoh Terjadi Sangat Sering
Jika gumoh terjadi hampir setiap kali menyusu dan dalam jumlah besar, ini dapat menunjukkan gangguan fungsi lambung atau refluks patologis.
Baca juga: Beda Gumoh Biasa dan GERD pada Bayi, Jangan Anggap Sepele Mom!
Penyebab Gumoh Berbahaya pada Bayi
Secara medis, gumoh bisa menjadi berbahaya jika disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab utamanya:
1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
GERD terjadi ketika asam lambung sering naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini dapat membuat bayi sering gumoh, rewel, dan berat badan sulit naik.
2. Stenosis Pilorus
Stenosis pilorus adalah penyempitan saluran antara lambung dan usus. Kondisi ini menyebabkan muntah menyembur dan bayi sulit menyerap nutrisi dengan baik.
3. Alergi Protein Susu
Alergi terhadap protein susu, baik dari susu formula maupun ASI, dapat menyebabkan gumoh berlebihan, muntah, dan gangguan pencernaan.
4. Infeksi Saluran Pencernaan
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit dapat mengganggu fungsi lambung dan usus. Infeksi ini dapat menyebabkan gumoh, muntah, diare, demam, dan bayi tampak lemas.
5. Kelainan Pada Saluran Pencernaan
Beberapa bayi lahir dengan kelainan struktur pada saluran pencernaan, seperti penyempitan atau sumbatan. Kelainan ini dapat mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan gumoh.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Secara medis, bayi harus segera diperiksakan ke dokter jika mengalami:
- Demam tinggi
- Muntah menyembur
- Gumoh berwarna hijau, kuning, atau berdarah
- Berat badan tidak bertambah
- Bayi tampak lemas
- Bayi tidak mau menyusu
- Tanda dehidrasi
- Gangguan pernapasan
- Gumoh sangat sering dan berlebihan
Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, pemantauan pertumbuhan, atau pemeriksaan tambahan jika diperlukan.
Baca juga: Kenapa Orang yang Mengalami Hipotermia Tidak Boleh Tidur? Ini Alasannya
Gumoh pada bayi umumnya adalah kondisi normal, tetapi bisa menjadi berbahaya jika disebabkan oleh gangguan medis seperti GERD, stenosis pilorus, atau infeksi.
Orang tua perlu memperhatikan gejala yang muncul dan tidak menganggap semua gumoh sebagai hal biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prenagen