Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 11:00 WIB

Mengenal Autofagi dan Kaitannya Saat Puasa, Ternyata Bukan Cuma Soal Tahan Lapar!

Author

Mekanisme Autofagi, Bagaimana Puasa Membantu Tubuh Membuang Sel Rusak. (InsideTracker )\

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, saat puasa tubuh ternyata sedang menjalankan proses penting yang jarang disadari banyak orang.

Salah satunya adalah autofagi, yaitu mekanisme alami yang membantu membersihkan sekaligus mendaur ulang sel-sel yang sudah rusak agar bisa berfungsi kembali dengan lebih optimal.

Menariknya, proses ini punya peran besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jadi, kalau kamu penasaran apa itu autofagi dan apa saja manfaatnya, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
 

Apa Itu Autofagi?

Secara harfiah, autofagi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “memakan diri sendiri”.

Namun, bukan berarti tubuh menghancurkan dirinya tanpa tujuan.

Justru sebaliknya, autofagi adalah proses alami dalam tubuh yang berfungsi membersihkan dan mendaur ulang sel-sel yang rusak atau tidak lagi berfungsi secara optimal.

Kamu bisa bayangkan seperti sistem daur ulang di rumahmu.

Pastinya barang-barang lama yang rusak tidak langsung dibuang, tetapi dipilah dan dimanfaatkan kembali jika masih berguna.

Nah, tubuh melakukan hal serupa pada tingkat sel saat autofagi mulai aktif.

Jadi bagian sel yang rusak akan dikemas, dihancurkan, lalu komponennya digunakan kembali untuk membentuk struktur baru yang lebih sehat.

Proses ini membantu menjaga kualitas sel tetap optimal dan mencegah penumpukan “sampah seluler” yang bisa memicu gangguan kesehatan.

Bagaimana Autofagi Bekerja di Dalam Tubuh?

Autofagi ini biasanya meningkat saat sel kekurangan nutrisi atau oksigen, sehingga tubuh harus mengandalkan cadangan internal untuk tetap menghasilkan energi.

Baca juga: Jus Detoks Setiap Hari, Tren Sehat atau Bahaya Tersembunyi?

Melalui autofagi, sel seolah memakan bagian dirinya yang sudah tidak optimal untuk diolah kembali menjadi sumber daya baru.

Dengan cara ini, sel dapat bertahan hidup sekaligus bekerja lebih efisien di tengah kondisi yang terbatas.

Kaitannya dengan Puasa dan Pola Hidup Sehat

Biasanya autofagi ini sering mucul jika kamu sedang puasa, terutama intermittent fasting. 

Jadi saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam periode tertentu, kadar insulin menurun dan tubuh mulai mencari sumber energi alternatif.

Dalam kondisi inilah autofagi diduga meningkat atau tubuh memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiki dan mendaur ulang sel yang rusak.

Selain puasa, gaya hidup sehat juga mempengaruhi proses ini, seperti olahragra teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup.

Manfaat Autofagi Bagi Tubuh

Adapun beberapa manfaat autofagi bagi tubuh yang bisa kamu ketahui: 

1. Umur Panjang

Studi tahun 2019 terhadap 11 orang dengan obesitas menunjukkan bahwa intermittent fasting berpotensi meningkatkan harapan hidup, salah satunya melalui kenaikan 22 persen gen autofagi LC3A hanya dalam empat hari.

Temuan ini mengindikasikan bahwa puasa dapat memicu mekanisme perbaikan sel yang berkaitan dengan proses penuaan yang lebih sehat.

2. Mengurangi Peradangan

Peradangan kronis diketahui menjadi pemicu berbagai penyakit serius seperti kanker, gangguan jantung, dan penyakit neurodegeneratif.

Baca juga: Jus Detoks Setiap Hari, Tren Sehat atau Bahaya Tersembunyi?

 Penelitian tahun 2019 menemukan bahwa puasa membantu meredakan peradangan dengan menurunkan jumlah sel inflamasi yang disebut monosit.

3. Mendukung Kesehatan Jantung

Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa autofagi berperan dalam melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat penuaan dan penyakit kardiovaskular.

Mekanisme ini bekerja dengan membersihkan pemicu stres oksidatif dan peradangan, sekaligus membantu tubuh mengubah cadangan lemak menjadi sumber energi keton yang lebih efisien.

Perlu diketahui penting untuk dipahami bahwa meskipun banyak studi menunjukkan potensi manfaat autofagi, penelitian di bidang ini masih berkembang.

Artinya, efek jangka panjang dan penerapannya pada manusia masih terus dipelajari lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Clevel And Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU