Minggu, 08 MARET 2026 • 13:15 WIB

Hidden Risk! Wanita Bisa Alami Penyakit Jantung Meski Plak Arteri Rendah

Author

Ilustrasi wanita rentan mengalami penyakit jantung. (Freepik)

INDOZONE.ID - Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. 

Di Amerika Serikat, penyakit jantung menempati posisi teratas sebagai penyebab kematian. Penyakit arteri koroner (coronary artery disease/CAD) sebagai jenis yang paling umum terjadi.

Dikutip dari Medical News Today, diperkirakan ada sekitar 1 dari 20 orang dewasa usia 20 tahun ke atas, mengalami CAD.

Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan, adanya perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin. Wanita diketahui memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi akibat CAD dibandingkan pria. 

Kini, penelitian terbaru menunjukkan temuan yang lebih spesifik. Wanita dapat mengalami kejadian jantung serius, meski memiliki jumlah plak arteri yang lebih sedikit dibandingkan pria.

Baca juga: Orang Tua Wajib Waspada, Ini 5 Gejala Penyakit Jantung pada Anak

Perbedaan Risiko Berdasarkan Jenis Kelamin

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Imaging mengungkapkan, wanita mungkin menghadapi risiko kejadian jantung mayor pada tingkat plak arteri koroner, yang lebih rendah dibandingkan pria.

Temuan ini mengindikasikan, penggunaan ambang batas plak yang sama untuk pria dan wanita, berpotensi meremehkan risiko penyakit jantung pada wanita.

Analisis Data Ribuan Pasien Nyeri Dada

Penelitian dilakukan oleh tim dari Mass General Brigham dengan menganalisis data hampir 4.300 pasien rawat jalan stabil yang mengalami nyeri dada dan tidak memiliki riwayat CAD sebelumnya.

Data diambil dari uji klinis Prospective Multicenter Imaging Study for Evaluation of Chest Pain (PROMISE) yang melibatkan 193 pusat layanan kesehatan di Amerika Utara.

Ilustrasi nyeri dada pada perempuan. (freepik)

Para peneliti menggunakan pemeriksaan coronary computed tomography angiography (CCTA) untuk menilai:

  • Total volume plak
  • Total beban plak (plaque burden)
  • Jenis plak, termasuk plak stabil dan plak berisiko tinggi

Wanita Punya Volume Plak Lebih Rendah, Tapi Risiko Sama

Hasil penelitian menunjukkan, wanita memiliki volume plak total yang lebih rendah dibandingkan pria. Namun, ketika disesuaikan dengan ukuran pembuluh darah yang lebih kecil pada wanita, total beban plak relatif serupa antara kedua kelompok.

Setelah masa tindak lanjut median 26 bulan, angka kejadian jantung mayor, termasuk serangan jantung, rawat inap karena nyeri dada, atau kematian—ternyata hampir sama antara pria dan wanita.

Menurut penulis utama studi, Jan Brendel, temuan ini cukup mengejutkan.

Ia menjelaskan, arteri koroner wanita umumnya berdiameter lebih kecil. Dengan demikian, meskipun volume plak absolut lebih kecil, dampaknya terhadap aliran darah bisa setara dengan pria yang memiliki volume plak lebih besar.

Pandangan serupa disampaikan Kevin Shah, ahli jantung yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. Ia menekankan, bukan hanya jumlah plak yang penting, tetapi juga karakteristik biologis dan distribusinya.

Risiko Muncul Lebih Awal pada Wanita

Temuan penting lainnya adalah, peningkatan risiko kejadian jantung mayor pada wanita, muncul pada tingkat beban plak sekitar 20 persen. 

Sebagai perbandingan, pada pria risiko meningkat signifikan pada beban plak sekitar 28 persen.

Artinya, wanita dapat mencapai tingkat risiko klinis yang bermakna pada akumulasi plak yang lebih rendah.

Baca juga: Nggak Cuma Gaya Hidup! Ini Alasan Pria Lebih Cepat Terkena Penyakit Kardiovaskular

Selain itu, pola peningkatan risiko juga berbeda. Pada wanita, kenaikan risiko terjadi lebih tajam meski beban plak masih relatif rendah. 

Sementara pada pria, peningkatan risiko berlangsung lebih bertahap dan biasanya baru signifikan ketika beban plak lebih tinggi.

Menariknya, perbedaan ini tetap terlihat meskipun peneliti telah menyesuaikan faktor risiko tradisional seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan keberadaan plak berisiko tinggi.

Perlunya Pendekatan Penilaian Risiko yang Lebih Personal

Temuan ini menunjukkan, pendekatan penilaian plak arteri koroner saat ini mungkin perlu disempurnakan. 

Jika tenaga medis menggunakan ambang batas yang sama untuk semua pasien, wanita berpotensi dikategorikan sebagai berisiko rendah meski sebenarnya memiliki kemungkinan kejadian jantung yang signifikan.

Para peneliti menilai, penyesuaian berdasarkan jenis kelamin—dan mungkin juga usia—dapat meningkatkan akurasi prediksi risiko, dan mendorong strategi pencegahan lebih dini.

Namun, hingga saat ini belum ada ambang batas beban plak spesifik jenis kelamin, yang digunakan secara luas dalam praktik klinis. 

Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengembangkan standar evaluasi yang lebih personal.

Implikasi bagi Pencegahan Penyakit Jantung pada Wanita

Secara historis, wanita sering kali kurang dikenali dan kurang mendapatkan penanganan optimal dalam perawatan kardiovaskular. 

Penelitian ini memperkuat pentingnya tidak menganggap volume plak yang rendah sebagai indikator risiko yang rendah, khususnya pada wanita.

Para ahli menekankan pentingnya:

  • Mengintegrasikan hasil pencitraan dengan faktor risiko klinis
  • Tidak meremehkan keluhan gejala pada wanita
  • Menerapkan strategi pencegahan yang disesuaikan dengan karakteristik individu

Oleh karena itu, penelitian terbaru menunjukkan, wanita dapat mengalami risiko kejadian jantung serius pada tingkat plak arteri yang lebih rendah dibandingkan pria. 

Hal ini menegaskan, pendekatan ‘satu ambang batas untuk semua’, mungkin tidak lagi relevan dalam menilai risiko penyakit jantung.

Penilaian risiko yang lebih personal, mempertimbangkan jenis kelamin dan faktor klinis lainnya, berpotensi meningkatkan deteksi dini, dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Bagi wanita yang mengalami gejala seperti nyeri dada atau memiliki faktor risiko penyakit jantung, konsultasi medis dan evaluasi menyeluruh, menjadi langkah penting.

Hal itu, untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan, dan menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU