Ilustrasi penyakit kardiosvakular. (Freepik)
INDOZONE.ID - Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association menemukan, angka penderita penyakit kardiovaskular mencapai 5 persen pada pria.
Kondisi tersebut rupanya sekitar tujuh tahun lebih cepat dibanding perempuan.
Dikutip dari Medical News Today, secara rinci, pada usia 50,5 tahun, sekitar 5 persen pria telah mengalami penyakit kardiovaskular.
Sementara perempuan, baru mencapai angka kejadian yang sama pada usia 57,5 tahun.
Analisis juga menunjukkan, perbedaan risiko ini mulai tampak sejak usia 35 tahun. Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyarankan, agar dekade ketiga kehidupan, yakni usia 30-an, menjadi periode penting untuk melakukan skrining dan deteksi dini yang lebih intensif pada pria.
Para ilmuwan telah lama mengetahui, pria cenderung mengalami penyakit jantung koroner sekitar 10 tahun lebih awal, dibanding perempuan.
Namun, penelitian mengenai perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin untuk kondisi lain, seperti gagal jantung dan stroke, masih relatif terbatas.
Selain itu, para peneliti juga ingin mengetahui apakah perubahan gaya hidup dalam beberapa dekade terakhir, memengaruhi perbedaan risiko tersebut.
Secara historis, pria memiliki angka merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi yang lebih tinggi. Itu semuanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Ilustrasi penyakit kardiovaskular. (Freepik/orion_production)
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kesenjangan faktor risiko antara pria dan perempuan semakin menyempit.
Lantas, bagaimana perubahan demografis ini memengaruhi perbedaan risiko penyakit jantung?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ilmuwan menggunakan data dari studi CARDIA (Coronary Artery Risk Development in Young Adults).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today