Rabu, 18 MARET 2026 • 18:00 WIB

Langkah Penanganan Asma pada Anak di Rumah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Author

Ilustrasi penanganan asma pada anak di rumah. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Asma merupakan salah satu penyakit alergi yang cukup sering dialami anak-anak.

Kondisi ini biasanya berkaitan dengan faktor genetik. Jadi, kalau ada orang tua atau anggota keluarga yang punya asma, kemungkinan anak mengalami hal yang sama juga bisa lebih besar.

Selain faktor keturunan, ada juga berbagai pencetus asma yang bisa membuat gejala muncul atau kambuh.

Jika tidak ditangani dengan baik, asma bisa menjadi penyakit kronis yang cukup mengganggu aktivitas dan kualitas hidup anak.

Baca juga: Waspada! Ini 5 Gejala Kanker Serviks pada Stadium Awal yang Sering Tidak Disadari

Penting bagi orang tua untuk tahu cara menangani asma pada anak di rumah, baik saat serangan terjadi maupun untuk mencegah kambuh di kemudian hari.

Langkah Penanganan Asma pada Anak di Rumah

Yuk, simak beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Jaga Udara di Rumah Tetap Bersih

Salah satu hal paling penting untuk anak dengan asma adalah kualitas udara di rumah.

Udara yang kotor atau penuh debu bisa memicu kambuhnya gejala asma. Karena itu, pastikan perangkat seperti AC atau kipas angin selalu dalam kondisi bersih.

Lakukan servis secara rutin, lalu jangan lupa bersihkan ventilasi atau lubang udara di rumah. Dengan udara yang lebih bersih, risiko serangan asma pada anak bisa lebih kecil.

Baca juga: Gejala dan Cara Mencegah Cacingan pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

2. Kurangi Debu di Dalam Rumah

Sebenarnya yang sering memicu alergi bukan debunya saja, tapi tungau debu yang ada di dalamnya. Karena itu, penting untuk meminimalkan debu di rumah, terutama di kamar anak.

Beberapa cara yang bisa dilakukan misalnya:

  • Gunakan pelindung kasur dan bantal yang tahan debu
  • Rutin mencuci seprai
  • Mengganti tirai secara berkala
  • Menghindari karpet yang sulit dibersihkan

Semakin sedikit debu di rumah, semakin kecil juga risiko serangan asma muncul.

3. Jauhkan Anak dari Bulu Hewan

Bulu hewan peliharaan seperti kucing atau anjing juga bisa menjadi alergen yang memicu asma.

Jika anak memang sensitif terhadap bulu hewan, sebaiknya hindari memelihara hewan berbulu di rumah.

Namun jika sudah telanjur punya hewan peliharaan, pastikan perawatannya lebih diperhatikan. Selain itu, usahakan agar hewan tidak masuk ke kamar anak supaya paparan alergennya bisa diminimalkan.

Baca juga: Pakai Obat Kumur Setiap Hari Boleh atau Tidak? Simak Cara Pakai yang Tepat

4. Kenali dan Hindari Pencetus Asma

Setiap anak bisa punya pencetus asma yang berbeda.

Beberapa faktor yang sering memicu serangan asma antara lain:

  • Makanan tertentu
  • Udara dingin
  • Aktivitas fisik yang terlalu berat
  • Stres atau kelelahan

Jika orang tua sudah mengetahui pemicu spesifik pada anak, sebisa mungkin hindari faktor tersebut agar serangan asma tidak mudah kambuh.

5. Tetap Tenang Saat Serangan Asma Terjadi

Saat anak mengalami serangan asma, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang.

Arahkan anak untuk duduk tegak dan jangan berbaring karena posisi tersebut bisa membuat napas terasa lebih berat.

Selain itu, longgarkan pakaian yang terlalu ketat, pastikan ventilasi udara di ruangan cukup baik, dan bantu anak bernapas lebih pelan agar tidak kelelahan.

Menjaga anak tetap tenang bisa membantu meredakan gejala yang sedang muncul.

6. Gunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter

Setelah anak berada dalam posisi yang nyaman, segera berikan obat asma sesuai dengan petunjuk dokter.

Biasanya gejala akan mulai mereda dalam waktu sekitar 5–10 menit. Jika kondisi anak sudah membaik, aktivitas bisa dilanjutkan secara perlahan.

Namun jika gejala tidak kunjung membaik, sebaiknya segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Jenis Terapi untuk Penderita Osteoarthritis yang Perlu Diketahui, Jangan Sampai Salah

7. Rutin Kontrol ke Dokter

Banyak orang tua baru fokus saat asma anak sedang kambuh. Padahal karena asma merupakan penyakit kronis, kontrol rutin ke dokter sangat penting.

Pemeriksaan berkala bisa membantu memantau kondisi anak sekaligus mencegah serangan asma yang berulang.

8. Gunakan Alat Bantu Pernapasan

Dalam beberapa kondisi, dokter mungkin menyarankan penggunaan Nebulizer.

Alat ini bekerja dengan cara mengubah obat cair menjadi uap yang bisa dihirup langsung ke saluran pernapasan. Biasanya nebulizer digunakan saat serangan asma cukup berat atau ketika anak kesulitan menggunakan inhaler.

Baca juga: Apakah Manusia Bisa Hidup dengan Satu Paru-paru? Simak Penjelasan

Penanganan asma pada anak sebenarnya bisa dimulai dari rumah dengan langkah-langkah sederhana, seperti menjaga udara tetap bersih, mengurangi debu, dan menghindari pemicu alergi.

Selain itu, orang tua juga perlu tahu cara menangani serangan asma ketika terjadi serta rutin memeriksakan kondisi anak ke dokter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Klik Dokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU