INDOZONE.ID - Neuroma akustik, yang kini dikenal sebagai Vestibular Schwannoma, merupakan tumor jinak yang berkembang pada saraf utama, yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.
Meski tidak bersifat kanker dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain, kondisi ini dapat berdampak serius terhadap fungsi pendengaran dan keseimbangan.
Saraf yang terdampak disebut saraf vestibulokoklear, yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan tubuh dan kemampuan mendengar.
Ketika tumor tumbuh, gejala seperti gangguan pendengaran, telinga berdenging, hingga masalah keseimbangan kerap muncul.
Baca juga: 8 Tips Melindungi Anak dari Gangguan Pendengaran, Apa Saja?
Mengenal Neuroma Akustik
Dikutip dari Mayo Clinic, Neuroma akustik termasuk dalam kelompok tumor saraf perifer yang berasal dari sel Schwann. Itu merupakan sel yang melindungi dan menopang saraf.
Meski tumbuh di dalam tengkorak dan dekat batang otak, tumor ini tidak berasal dari jaringan otak. Sehingga, secara teknis bukan termasuk tumor otak.
Kondisi itu umumnya berkembang secara lambat. Dalam kasus yang jarang, tumor dapat membesar hingga menekan otak dan mengganggu fungsi vital.
Secara epidemiologis, neuroma akustik tergolong langka. Diperkirakan kurang dari 1 dari 20.000 orang didiagnosis setiap tahun.
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada kelompok usia lanjut.
Gejala yang Sering Terabaikan
Gejala neuroma akustik sering kali berkembang perlahan dan sulit dikenali sejak dini. Rata-rata pertumbuhan tumor sekitar 1 milimeter per tahun.
Sehingga, tanda-tandanya bisa muncul bertahap dalam waktu lama.
Beberapa gejala umum meliputi:
- Penurunan pendengaran, biasanya terjadi secara bertahap pada satu telinga
- Telinga berdenging (tinnitus)
- Gangguan keseimbangan atau rasa tidak stabil
- Pusing atau vertigo
- Mati rasa pada wajah, dan dalam kasus jarang, kelemahan otot wajah
Gejala itu muncul akibat tekanan tumor pada saraf vestibulokoklear, serta dapat melibatkan saraf wajah dan saraf trigeminal yang mengatur sensasi di wajah.
Gangguan Pendengaran sebagai Tanda Utama
Gangguan pendengaran pada neuroma akustik tergolong sensorineural, yaitu akibat kerusakan pada telinga bagian dalam, atau saraf pendengaran.
Ciri khasnya antara lain:
- Kehilangan pendengaran hanya pada satu telinga
- Kesulitan mendengar suara bernada tinggi
- Penurunan kemampuan mendengar yang semakin memburuk seiring waktu
- Kesulitan memahami percakapan, terutama di tempat ramai
- Suara terdengar tidak jelas atau teredam
Sebagian penderita juga mengalami tinnitus atau suara berdenging di telinga.
Baca juga: Cara Aman Membersihkan Telinga dari Risiko Kerusakan Pendengaran
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika mengalami:
- Penurunan pendengaran pada satu telinga
- Telinga berdenging terus-menerus
- Gangguan keseimbangan
Diagnosis dini sangat penting, untuk mencegah tumor berkembang lebih besar, dan menghindari komplikasi seperti kehilangan pendengaran total.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab neuroma akustik belum diketahui secara pasti. Namun, pada sebagian kasus, kondisi ini dikaitkan dengan mutasi gen pada kromosom 22, yang mengatur pertumbuhan sel Schwann.
Mutasi ini dapat berhubungan dengan kondisi genetik langka bernama Neurofibromatosis Type 2 (NF2). Penderita NF2 cenderung memiliki tumor pada kedua sisi saraf pendengaran.
Faktor risiko yang telah diketahui meliputi:
- Riwayat keluarga dengan NF2
- Paparan suara bising dalam jangka panjang (meski risikonya relatif kecil)
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Jika tidak ditangani, neuroma akustik dapat menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:
Komplikasi Umum:
- Kehilangan pendengaran permanen
- Tinnitus (telinga berdenging)
- Gangguan keseimbangan
Komplikasi pada Kasus Berat:
- Mati rasa atau kelemahan wajah
- Sakit kepala akibat tekanan pada otak
- Gangguan berjalan (ataksia)
- Penumpukan cairan di otak (hidrosefalus)
- Gangguan menelan atau perubahan suara (jarang terjadi)
Dalam kasus yang sangat jarang, tumor dapat menekan batang otak, dan menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
Penanganan Neuroma Akustik
Penanganan neuroma akustik bergantung pada ukuran tumor, gejala, dan kondisi pasien. Beberapa metode yang umum dilakukan meliputi:
- Pemantauan rutin untuk tumor kecil tanpa gejala
- Terapi radiasi untuk menghentikan pertumbuhan tumor
- Operasi untuk mengangkat tumor
Pendekatan yang tepat, dapat membantu menjaga kualitas hidup pasien dan mencegah komplikasi serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic