Minggu, 22 MARET 2026 • 15:15 WIB

Jangan Sepelekan! Meningitis B Bisa Menyebar Lewat Hal Sepele Ini

Author

Ilustrasi orang pusing karena alami meningitis B. (freepik)

INDOZONE.ID - Wabah meningitis B tengah menjadi sorotan di Inggris. Hal itu dilakukan setelah otoritas kesehatan setempat menyebutkan, lonjakan kasus kali ini, belum pernah terjadi sebelumnya.

Penyakit infeksi itu dilaporkan telah menyebabkan dua kematian di wilayah Kent, dengan total sekitar 20 kasus yang tersebar di sejumlah sekolah, serta University of Kent di Canterbury.

Meski bukan penyakit baru, tercatat 313 kasus pada 2024/2025—para ahli menyoroti kecepatan penyebaran yang tidak biasa.

Berikut, penjelasan lengkap mengenai meningitis B, mulai dari penyebab hingga langkah pencegahan.

Baca juga: Kenali Makanan Penyebab Meningitis, Radang Selaput Otak yang Bisa Sebabkan Kematian

Apa Itu Meningitis B?

Dikutip dari Medical News Today, meningitis B adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis.

Bakteri ini menyerang meninges, yaitu lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang, serta dapat menyebabkan infeksi darah (sepsis).

Menurut dokter umum Opel Baker, bakteri ini sangat mudah menular karena hidup di bagian belakang hidung dan tenggorokan.

Penularan terjadi melalui kontak dekat, seperti:

  • Batuk dan bersin
  • Berciuman
  • Berbagi minuman, rokok, vape, atau alat makan

Tidak semua orang yang terpapar akan sakit. Namun, bagi yang terinfeksi, kondisi dapat memburuk dengan cepat dan berpotensi fatal.

Ilustrasi demam akibat meningitis B. (Photo/Ilustrasi/Freepik)

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal meningitis B sering kali tidak spesifik, sehingga mudah terlewatkan. Tanda-tanda awal meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Mual
  • Nyeri otot

Seiring perkembangan penyakit, gejala dapat menjadi lebih serius, seperti:

  • Leher kaku
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Muntah
  • Kebingungan

Salah satu tanda khas adalah, munculnya ruam kulit yang awalnya berupa bintik merah kecil, kemudian berkembang menjadi bercak ungu yang tidak memudar saat ditekan. Kondisi ini merupakan tanda darurat medis.

Pada bayi dan anak-anak, gejala bisa berupa rewel, lemas, atau menolak makan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mengarah pada meningitis B, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau bersamaan.

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai:

  • Kebingungan atau penurunan kesadaran
  • Mengantuk berlebihan
  • Kesulitan bernapas
  • Ruam yang menyebar
  • Kejang

Penanganan dini dengan antibiotik sangat penting, dan dapat menyelamatkan nyawa. Menunda pengobatan dapat berakibat fatal.

Cara Mencegah Penularan

Pencegahan meningitis B berfokus pada pengurangan paparan dan peningkatan daya tahan tubuh. Vaksinasi menjadi metode paling efektif, terutama untuk:

  • Bayi dan anak-anak
  • Remaja
  • Kelompok berisiko tinggi

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk Penyebab Meningitis, Jangan Sepele!

Selain itu, langkah sederhana berikut juga penting:

  • Rutin mencuci tangan
  • Menutup mulut saat batuk atau bersin
  • Tidak berbagi alat makan, minuman, atau rokok
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit

Dalam situasi wabah, otoritas kesehatan dapat menerapkan isolasi sementara, atau program vaksinasi darurat.

Siapa yang Berisiko Tinggi?

Kelompok yang lebih rentan terhadap meningitis B meliputi:

  • Bayi dan anak kecil
  • Remaja
  • Orang dengan sistem imun lemah
  • Individu yang tinggal di lingkungan padat seperti asrama atau barak

Orang yang memiliki kontak dekat dengan penderita, juga dapat disarankan mengonsumsi antibiotik pencegahan.

Upaya Mengendalikan Penyebaran

Pengendalian penyebaran meningitis B memerlukan kombinasi strategi, yaitu:

  • Vaksinasi pada kelompok berisiko
  • Penerapan kebersihan yang baik
  • Deteksi dan penanganan dini
  • Edukasi masyarakat

Sosialisasi kesehatan di sekolah, kampus, dan tempat kerja dinilai penting, untuk meningkatkan kesadaran akan gejala dan pentingnya penanganan cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU