Sabtu, 04 APRIL 2026 • 16:09 WIB

Efek Samping KB Suntik 1 Bulan dan Cara Mengatasinya, Wanita Wajib Tahu

Author

Ilustrasi KB Suntik 1 Bulan. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Keluarga berencana (KB) suntik 1 bulan jadi salah satu pilihan kontrasepsi yang cukup praktis dan banyak dipakai.

Selain efektif, metode ini juga nggak ribet karena cukup dilakukan rutin setiap bulan. Tapi, seperti metode hormonal lainnya, tetap ada efek samping yang mungkin muncul.

Efek samping KB suntik 1 bulan bisa berbeda pada tiap wanita. Namun, umumnya tidak sampai mengganggu kesehatan dan tidak mengurangi efektivitasnya dalam mencegah kehamilan.

Baca juga: Panduan Asupan Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh Berdasarkan Usia

KB suntik sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu KB suntik 1 bulan dan 3 bulan. KB suntik 1 bulan diberikan setiap 28 hari dan mengandung hormon estrogen serta progestin.

Cara kerjanya dengan mencegah ovulasi, mengentalkan lendir di leher rahim, dan menipiskan lapisan rahim. Penyuntikannya biasanya dilakukan di area bokong, paha, atau lengan atas.

Efek Samping KB Suntik 1 Bulan

Berikut beberapa efek samping yang cukup umum terjadi.

1. Perdarahan Tidak Teratur

Munculnya bercak darah di luar jadwal haid jadi salah satu efek yang paling sering dialami.

Bahkan, beberapa wanita juga bisa mengalami perdarahan yang lebih banyak dari biasanya.

Meski begitu, kondisi ini biasanya akan membaik seiring waktu setelah tubuh mulai beradaptasi dengan hormon.

Baca juga: Serat Bukan Cuma Baik untuk Pencernaan, tapi Juga Lindungi Otak dari Penurunan Kognitif

2. Kenaikan Berat Badan

Sebagian orang mengalami kenaikan berat badan setelah menggunakan KB suntik. Hal ini diduga karena adanya perubahan hormon yang bisa memengaruhi nafsu makan.

Tapi perlu diingat, efek ini tidak selalu terjadi pada semua pengguna.

3. Sakit Kepala

Perubahan hormon dalam tubuh bisa memicu sakit kepala dan ini termasuk efek samping yang cukup umum pada kontrasepsi hormonal.

Jika masih ringan, biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tapi kalau terasa mengganggu, sebaiknya mulai diperhatikan.

4. Nyeri Payudara

Pada awal penggunaan, payudara bisa terasa lebih sensitif, nyeri, atau sedikit membesar, karena adanya perubahan hormon dalam tubuh.

Biasanya, efek ini hanya sementara dan akan berkurang setelah beberapa bulan.

Baca juga: Kapan Bayi Perlu Vaksin Campak? Simak Jadwal dan Efek Sampingnya

5. Terlambat Menstruasi

Pada pengguna KB suntik, kondisi ini cukup umum terjadi. Selain faktor hormon, stres, olahraga berat, atau perubahan berat badan juga bisa memengaruhi siklus menstruasi.

Cara Mengatasi Efek Samping KB Suntik 1 Bulan

Agar efek sampingnya nggak terlalu mengganggu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Menjaga pola makan sehat dan rutin olahraga untuk membantu mengontrol berat badan
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti Paracetamol atau Ibuprofen jika sakit kepala terasa mengganggu
  • Mengurangi konsumsi kafein, alkohol, serta makanan tinggi lemak dan garam untuk membantu meredakan nyeri payudara
  • Mengelola stres dengan baik agar siklus menstruasi lebih stabil

Baca juga: Cara Mengatasi GTM pada Anak agar Nafsu Makan Kembali, Orang Tua Wajib Tahu

Di luar efek samping tersebut, KB suntik 1 bulan tetap termasuk metode kontrasepsi yang efektif, dengan tingkat keberhasilan hingga 99% jika digunakan sesuai jadwal.

Jika kamu berencana menggunakan KB suntik, ada baiknya konsultasi dulu dengan dokter agar bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Jika efek sampingnya terasa cukup mengganggu, jangan ragu untuk periksa lagi, karena siapa tahu ada metode lain yang lebih cocok untuk kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU