Jumat, 10 APRIL 2026 • 13:00 WIB

Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis

Author

Ilustrasi Kanker Serviks. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Kanker serviks adalah kondisi ketika terjadi pertumbuhan jaringan abnormal di leher rahim (serviks), yaitu bagian yang menghubungkan rahim dengan vagina.

Banyak yang langsung berpikir jika terkena kanker serviks, artinya nggak akan bisa hamil. Padahal, faktanya nggak selalu begitu. Yuk, simak penjelasannya.

Baca juga: Apakah Vitiligo Bisa Sembuh atau Hanya Dikontrol? Ini Faktanya

Apakah Penderita Kanker Serviks Bisa Hamil?

Jawabannya bisa, tapi tergantung kondisi. Peluang hamil dipengaruhi beberapa faktor, seperti:

  • Stadium kanker (seberapa parah)
  • Jenis pengobatan yang dijalani
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan

Jika kanker masih di stadium awal (stadium I), biasanya masih ada peluang hamil, apalagi pasien menjalani pengobatan yang tetap mempertahankan kesuburan (fertility sparing).

Tapi jika sudah masuk stadium lanjut atau harus menjalani operasi pengangkatan rahim (histerektomi), maka kehamilan jadi nggak memungkinkan.

Jadi, masih ada harapan hamil selama kondisi kanker belum parah dan penanganannya tepat.

Pengobatan yang Bisa Menjaga Peluang Hamil

Bagi yang masih ingin punya anak, ada beberapa metode pengobatan yang dirancang khusus untuk tetap menjaga kesuburan, yaitu fertility sparing treatment.

Prosedur ini fokus mengangkat jaringan kanker tanpa menghilangkan rahim. Berikut beberapa metode yang umum dilakukan.

Baca juga: Jangan Keliru, Simak Cara Membedakan Cacar Air dan Cacar Api dengan Mudah

1. Cone Biopsy

Prosedur ini mengambil sebagian kecil jaringan serviks berbentuk kerucut. Meski ada bagian yang diangkat, rahim tetap dipertahankan, jadi peluang hamil masih ada.

2. Radical Trachelectomy

Operasi untuk mengangkat serviks dan jaringan di sekitarnya, tapi rahim tetap dipertahankan. Nantinya akan dibuat jalur baru agar rahim tetap bisa terhubung dengan vagina.

3. Oophoropexy

Biasanya dilakukan jika pasien harus menjalani terapi radiasi. Ovarium dipindahkan ke bagian tubuh lain agar nggak terkena dampak radiasi dan tetap berfungsi.

4. Cryopreservation

Metode ini dilakukan dengan membekukan sel telur, embrio, atau jaringan ovarium sebelum terapi kanker. Nantinya bisa digunakan untuk program bayi tabung, setelah pasien dinyatakan sembuh.

Baca juga: Jangan Makan Berlebih, Ini Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan

Hal yang Perlu Diperhatikan

Perlu diingat, metode fertility sparing ini nggak bisa dilakukan untuk semua kasus. Biasanya, hanya untuk kanker stadium awal yang belum menyebar.

Sebelum menjalani prosedur, pasien juga harus melalui berbagai pemeriksaan seperti MRI, Biopsi, Pap smear, hingga Kolposkopi.

Setelah pengobatan, kondisi pasien juga tetap harus dipantau secara rutin untuk mencegah risiko kanker muncul kembali.

Penderita kanker serviks masih punya peluang untuk hamil, terutama jika kanker terdeteksi sejak dini, menjalani pengobatan yang tepat, dan kondisi tubuh mendukung.

Dengan penanganan yang sesuai dan pengawasan medis yang ketat, peluang untuk punya anak tetap terbuka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: RS Pondok Indah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU