Selasa, 14 APRIL 2026 • 13:20 WIB

Diare Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Ini Penjelasannya

Author

Dokter spesialis jantung dr Giovanno Rachmanda Maulana menjelaskan diare jadi tanda serangan jantung. (INDOZONE/Gema Trisna Yudha)

INDOZONE.ID - Diare umumnya dikenal sebagai gangguan pencernaan. Namun dalam kondisi tertentu, gejala ini ternyata bisa menjadi tanda masalah serius, termasuk serangan jantung.

Dokter spesialis jantung dr. Giovanno Rachmanda Maulana menjelaskan, kasus tersebut memang jarang terjadi, tetapi bisa dialami oleh pasien dengan kondisi tertentu, salah satunya penderita diabetes.

Menurutnya, pada pasien diabetes, sensitivitas saraf bisa menurun, termasuk saraf yang seharusnya merespons nyeri di area dada saat terjadi serangan jantung.

“Seharusnya muncul nyeri dada, tapi karena diabetes, sarafnya tidak sensitif,” ujar dr Giovanno dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Bukan Diet Ketat! Ini 9 Cara Mudah Jaga Jantung Tetap Sehat

Dokter yang berpraktik di RS Siloam Heart Hospital itu menjelaskan, tubuh memiliki sistem saraf otonom yang terdiri dari saraf simpatis dan parasimpatis. Ketika sinyal nyeri di jantung tidak tersampaikan dengan baik, tubuh tetap akan mencari cara lain untuk memberi tanda bahaya.

Dalam beberapa kasus, sinyal tersebut justru muncul melalui sistem pencernaan, misalnya berupa diare atau gangguan perut.

“Tubuh tetap memberi respons, hanya saja gejalanya tidak khas,” katanya.

Kondisi ini terjadi karena saraf di jantung yang seharusnya mengirim sinyal nyeri tidak berfungsi optimal, sehingga otak menerima sinyal dari bagian tubuh lain yang masih sensitif.

Baca juga: Apa Bedanya Bypass Jantung dan Pasang Ring Jantung? Ini Penjelasannya

Ia menambahkan, gejala seperti ini lebih berisiko terjadi pada kelompok lanjut usia, terutama di atas 60 tahun, dengan keluhan yang tidak spesifik.

“Keluhannya bisa ringan, seperti diare atau gangguan elektrolit, tapi ternyata berkaitan dengan kondisi serius seperti serangan jantung,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang tidak biasa, terutama pada kelompok berisiko, dan segera memeriksakan diri jika mengalami kondisi yang mencurigakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU