INDOZONE.ID - Organisasi kesehatan American Heart Association (AHA) mengungkapkan, ada lebih dari 11 persen orang dewasa di Amerika Serikat saat ini, mengalami penyakit kardiovaskular.
Angka tersebut bahkan diprediksi terus meningkat menjadi sekitar 1 dari 6 orang dewasa pada tahun 2050.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini adalah, pola makan yang tidak sehat. Data menunjukkan, lebih dari setengah orang dewasa dan anak-anak, masih menjalani pola makan yang buruk.
Hal itu berkontribusi pada meningkatnya risiko hipertensi, obesitas, dan diabetes. Itu semua merupakan faktor yang berkaitan langsung dengan penyakit jantung.
Menjawab hal ini, AHA merilis panduan terbaru yang memuat sembilan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: Nggak Cuma Gaya Hidup! Ini Alasan Pria Lebih Cepat Terkena Penyakit Kardiovaskular
Dikutip dari Medical News Today, panduan diet terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation ini, menekankan pentingnya pola makan sehat sepanjang hidup.
Fokus utamanya adalah konsumsi makanan utuh (whole foods), protein nabati, serta mengurangi makanan ultra-proses.
Rekomendasi tersebut merupakan pembaruan dari panduan tahun 2021, dengan penekanan pada perubahan gaya hidup jangka panjang, bukan solusi instan.
AHA menguraikan sembilan prinsip utama dalam pola makan sehat, yang terbukti mendukung kesehatan jantung:
Ilustrasi makanan sehat. (Unsplash/@brookelark)
Alih-alih aturan ketat, panduan ini menekankan fleksibilitas dan perubahan bertahap, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, budaya, serta kondisi ekonomi
Ketua tim penyusun panduan, Alice Lichtenstein, menegaskan, pendekatan ini lebih menitikberatkan pada pola makan secara keseluruhan, bukan hanya pada nutrisi tertentu.
Menurutnya, perubahan kecil yang konsisten, jauh lebih efektif dibandingkan perubahan drastis yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today