INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu memperhatikan warna kotoran telinga saat membersihkannya?
Meski terlihat sepele, warna serumen ternyata bisa memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan telingamu, lho.
Bahkan, jika perubahan warnanya terus diabaikan, bisa jadi itu tanda masalah telinga yang makin serius.
Arti Warna Kotoran Telinga
Nah, supaya nggak salah paham, yuk kenali 8 arti warna kotoran telinga berikut ini
1. Kuning Terang atau Kuning Muda
Kalauk kotoran telinga kamu berwarna kuning pucat hingga kuning terang umumnya menandakan kondisi telinga yang sehat dan normal.
Warna tersebut paling sering ditemukan pada orang dewasa maupun anak-anak saat serumen masih baru diproduksi.
Selain itu, biasanya teksturnya sangat lunak atau sedikit lengket.
Hal ini menunjukkan saluran telinga bekerja dengan baik dalam melindungi telinga dari debu, bakteri, dan kotoran.
Jadi, selama tidak disertai nyeri, bau, atau gangguan pendengaran, warna ini tidak perlu dikhawatirkan.
2. Oranye
Kotoran telinga berwarna oranye biasanya menandakan serumen yang sudah lebih lama berada di dalam saluran telinga.
Perubahan warna ini terjadi karena proses oksidasi, yaitu reaksi serumen dengan udara yang membuat warnanya menjadi lebih gelap dengan seiringnya waktu.
Baca juga: Telinga Sakit Tapi Bukan Infeksi? Bisa Jadi Rahang atau Gigi yang Bermasalah
Nah, selama teksturnya masih sedikit lengket dan tidak disertai gejala lain, warna oranye umumnya masih tergolong normal dan tidak berbahaya.
Jika warnanya makin tua hingga kecokelatan, itu biasanya hanya menandakan usia serumen, bukan kondisi kesehatan yang serius.
3. Cokelat Gelap
Kotoran telinga berwarna cokelat gelap atau cokelat tua sering muncul karena serumen sudah lama menumpuk di bagian telinga.
Selain akibat oksidasi, warna ini juga bisa muncul karena bercampur dengan debu, sel kulit mati, atau kotoran lain yang ikut terjebak.
Selama tidak disertai bau tak sedap, nyeri, atau cairan aneh, kondisi ini biasanya masih tergolong normal.
Namun, jika menimbulkan rasa penuh di telinga atau membuat pendengaran berkurang, bisa jadi terjadi penumpukan berlebih yang perlu diperiksa dokter.
4. Abu-abu atau Putih Pucat
Serumen berwarna abu-abu atau putih pucat sering ditemukan pada orang yang memiliki jenis kotoran telinga kering.
Warna ini juga bisa muncul karena adanya campuran sel kulit mati di saluran telinga.
Dalam banyak kasus, warna tersebut adalah variasi normal yang dipengaruhi faktor genetik atau kondisi kulit seseorang.
Namun, jika disertai rasa gatal berlebihan, kulit mengelupas, atau iritasi di sekitar telinga, bisa jadi ada masalah kulit seperti dermatitis atau eksim.
5. Hijau
Kalau kotoran telingamu berwarna hijau atau kuning kehijauan, sebaiknya mulai waspada.
Warna ini bisa menjadi tanda adanya infeksi di saluran telinga, terutama jika disertai bau tak sedap, rasa nyeri, atau keluar cairan.
Baca juga: Kotoran Telinga Bisa Ungkap Bau Badan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Biasanya warna hijau muncul karena adanya nanah atau cairan infeksi yang bercampur dengan serumen.
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter agar tidak semakin parah.
6. Merah atau Ada Darah
Adanya bercak merah atau darah pada kotoran telinga bisa menandakan adanya luka ringan di dalam saluran telinga.
Hal ini sering terjadi akibat membersihkan telinga terlalu keras, terkena benda asing, atau trauma ringan lainnya.
Namun, jika darah muncul bersamaan dengan nyeri tajam atau gangguan pendengaran mendadak, bisa jadi ada masalah serius seperti gendang telinga pecah.
Jika darah terus muncul atau terasa sakit, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
7. Hitam
Kotoran telinga berwarna hitam biasanya merupakan serumen yang sangat tua dan sudah lama berada di dalam telinga.
Warna ini terbentuk akibat proses oksidasi yang berlangsung lebih lama.
Selama tidak ada gejala lain, kondisi ini biasanya tidak berbahaya.
Tapi jika muncul tiba-tiba disertai bau tak sedap, nyeri, atau cairan lain, bisa jadi ada infeksi, jamur, atau penumpukan berat yang perlu ditangani dokter.
8. Warna Campuran atau Tidak Jelas
Beberapa orang mungkin menemukan warna kotoran telinga yang berubah-ubah atau tampak campuran, seperti abu-abu kekuningan atau cokelat kemerahan.
Baca juga: 8 Cara Merawat Telinga Buat Kamu yang Sering Pakai Earphone
Biasanya hal ini terjadi karena serumen sedang mengalami oksidasi atau bercampur dengan debu dan sel kulit mati.
Jika tidak disertai gejala lain, kondisi ini umumnya masih normal.
Namun, bila muncul rasa sakit, bau tak sedap, atau gangguan pendengaran, bisa jadi ada masalah kesehatan telinga yang perlu diperiksa lebih lanjut
Itu dia beberapa warna kotoran telinga beserta artinya, pada intinya jika warna kotoran telinga kamu tidak normal diserta nyeri di area sekitanya, langsung ke dokter profesional ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic, Healthline