Selasa, 28 APRIL 2026 • 11:00 WIB

Anak Muda Wajib Tahu: Vape Dianggap “Lebih Aman”, Tapi Justru Risiko Penyakit Serius Ini Terbongkar!

Author

lebih bahaya mana vape atau rokok?ini perjelasannya (Freepik)

INDOZONE.ID - Vape kini bukan sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang beralih dari rokok konvensional ke vape karena dianggap lebih “ringan” dan tidak terlalu berbahaya.

Namun, di balik uap yang terlihat tipis, ada fakta yang mulai terungkap dan tidak seindah yang dibayangkan.

Studi Terbaru: Vape Tetap Berisiko bagi Paru-Paru

Penelitian dari tim medis di Johns Hopkins menemukan bahwa penggunaan vape berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit paru kronis (COPD), yaitu kondisi yang menyebabkan pernapasan semakin berat seiring waktu.

Selama ini, penyakit tersebut identik dengan perokok berat. Kini, pengguna vape juga mulai masuk dalam kelompok berisiko. Artinya, vape mungkin terlihat “lebih ringan”, tetapi bukan berarti aman.

Baca juga: Jangan Tertipu! Ini Fakta Serius soal Vape yang Perlu Kamu Tahu

Data Besar, Hasilnya Tidak Bisa Diabaikan

Penelitian ini melibatkan hampir 250 ribu orang dewasa yang dipantau selama beberapa tahun. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gagal jantung, hingga kasus baru penyakit paru kronis.

Meski pengguna vape tidak menunjukkan lonjakan signifikan pada semua penyakit, risiko gangguan paru tetap terlihat meningkat secara jelas.

“Lebih Aman” Bukan Berarti Aman

Bahaya vape (photo/istock/AND-ONE)

Rokok konvensional memang lebih berbahaya dalam banyak aspek. Namun, vape bukan berarti bebas risiko. Beberapa dampak yang mulai teridentifikasi antara lain:

  • Peningkatan risiko gangguan paru
  • Potensi kenaikan tekanan darah
  • Gejala pernapasan seperti sesak atau asma lebih mudah muncul
  • Dampak jangka panjang yang masih belum sepenuhnya diketahui

Mengapa Vape Tetap Populer?

Vape dianggap lebih praktis, memiliki banyak pilihan rasa, terlihat lebih modern, serta dipasarkan sebagai alternatif yang “lebih aman”. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Baca juga: Vape vs Rokok, Mana yang Lebih Bahaya? Ini Faktanya

Ini Baru Awal, Bukan Akhir

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih tahap awal. Namun, justru hal ini menjadi alasan untuk lebih waspada. Jika dalam beberapa tahun saja dampaknya mulai terlihat, bagaimana dengan jangka panjang 10–20 tahun ke depan?

Apa yang Perlu Dilakukan?

Jika kamu menganggap beralih ke vape sebagai solusi yang lebih sehat, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kembali. Pilihan paling aman tetap mengurangi atau berhenti sepenuhnya.

Pada akhirnya, paru-paru tidak membedakan antara asap rokok dan uap vape, keduanya tetap membawa risiko. Vape mungkin terlihat lebih santai, tetapi dampaknya nyata. Jangan sampai tren hari ini menjadi penyesalan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Discovermagazine.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU