Minggu, 03 MEI 2026 • 15:15 WIB

Jangan Anggap Remeh! Tidur Siang Berlebihan Bisa Picu Masalah Kesehatan

Author

Ilustrasi lansia tidur siang berlebihan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kebiasaan tidur siang cukup, umum dilakukan anak-anak hingga orang dewasa. Terlebih, pada mereka usia paruh baya hingga lanjut usia (lansia). 

Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan, durasi dan frekuensi tidur siang yang meningkat pada lansia, dapat menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan serius.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA Network Open menunjukkan, perubahan pola tidur siang seiring bertambahnya usia, bisa berkaitan dengan peningkatan risiko kematian.

Tidur Siang Umum Terjadi pada Lansia

Dikutip dari Medical News Today, berbagai penelitian sebelumnya menampilkan, sekitar setengah orang dewasa di Amerika Serikat, melaporkan rutin tidur siang. 

Kebiasaan ini bahkan lebih sering ditemukan pada lansia dibanding kelompok usia lainnya.

Baca juga: Tidur Siang: Bermanfaat atau Bikin Susah Tidur Malam?

Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 7–8 jam tidur setiap malam, untuk menjaga kesehatan optimal. 

Namun, faktor seperti perubahan ritme sirkadian, kondisi kesehatan, penggunaan obat, hingga gaya hidup dapat mengganggu kualitas tidur malam. Hal ini membuat lansia lebih sering mengandalkan tidur siang.

Perubahan Pola Tidur Siang

Dalam studi ini, peneliti dari Mass General Brigham dan Rush University Medical Center mengikuti 1.338 partisipan selama kurang lebih 19 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa:

  • Seiring bertambahnya usia, tidur siang cenderung lebih lama dan lebih sering
  • Tidur siang juga semakin sering terjadi di pagi hari

Temuan penting lainnya:

  • Setiap tambahan 1 jam tidur siang, berkaitan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 13 persen
  • Setiap tambahan frekuensi tidur siang per hari, meningkatkan risiko sekitar 7 persen
  • Tidur siang di pagi hari, dikaitkan dengan risiko kematian 30 persen lebih tinggi dibanding tidur siang di sore hari

Ilustrasi lansia yang sering tidur siang berlebihan bisa picu masalah kesehatan. (Freepik)

Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa, tidur siang secara langsung menyebabkan kematian. Namun, pola tersebut dinilai sebagai indikator kuat adanya penurunan kesehatan.

Mengapa Pola Tidur Siang Bisa Jadi Sinyal Kesehatan?

Peneliti menduga, peningkatan tidur siang mencerminkan perubahan biologis dalam tubuh, seperti gangguan ritme sirkadian, atau tahap awal penyakit kronis.

Menurut Chenlu Gao, PhD, penulis utama studi, pola tidur siang dapat menjadi indikator penting dalam pemantauan kesehatan lansia.

Selama ini dokter lebih fokus pada tidur malam. Padahal, apa yang terjadi di siang hari juga memberikan informasi penting tentang kondisi kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, rasa kantuk berlebihan di siang hari, terutama jika semakin sering atau terjadi di pagi hari, bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu.

Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

Perubahan pola tidur siang yang patut diperhatikan antara lain:

  • Tidur siang menjadi lebih lama dari biasanya
  • Lebih sering mengantuk atau tertidur di siang hari
  • Sulit tetap terjaga saat beraktivitas
  • Mengantuk di pagi hari meski sudah tidur cukup di malam hari
  • Disertai gejala lain seperti mendengkur, terbangun di malam hari, atau napas tersengal saat tidur

Gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan seperti sleep apnea, penyakit jantung, depresi, hingga gangguan saraf.

Baca juga: Perlukah Tidur Siang bagi Orang Dewasa? Simak Penjelasannya!

Bukan Tidur Siang yang Berbahaya, Tapi Polanya

Peneliti menekankan, tidur siang sesekali bukanlah masalah. Bahkan, tidur siang singkat dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah:

  • Durasi tidur siang yang semakin panjang
  • Frekuensi yang terus meningkat
  • Perubahan pola dari kebiasaan sebelumnya

Perubahan ini bisa menjadi ‘alarm’ alami tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak seimbang.

Tips Mengelola Tidur Siang agar Tetap Sehat

Untuk menjaga manfaat tidur siang tanpa mengganggu kesehatan, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:

  • Batasi durasi tidur siang sekitar 20–30 menit
  • Hindari tidur siang terlalu pagi atau terlalu sore
  • Jaga jadwal tidur malam yang konsisten
  • Kurangi konsumsi kafein dan alkohol di malam hari
  • Hindari penggunaan gadget sebelum tidur
  • Tetap aktif secara fisik dan mental di siang hari

Dengan Menjaga kualitas tidur, baik siang maupun malam, merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kesehatan jangka panjang.

Jika rasa kantuk berlebihan terus terjadi, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mengetahui penyebabnya.

Memperhatikan sinyal kecil seperti ini, dapat membantu deteksi dini masalah kesehatan. Sehingga, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU