INDOZONE.ID - Biaya rumah sakit makin mahal, penyakit kritis mulai menyerang usia produktif, sementara kepemilikan asuransi di Indonesia masih rendah.
Di tengah situasi itu, PT Sun Life Financial Indonesia memperkenalkan produk asuransi kesehatan syariah bernama SHIFA Signature pada Kuartal I 2026.
Dulu, asuransi sering dianggap urusan orang tua atau pekerja mapan. Sekarang mulai beda.
Banyak keluarga muda mulai sadar satu kali rawat inap bisa mengacaukan kondisi finansial dalam waktu singkat.
Data yang dibagikan Sun Life Indonesia menunjukkan inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 19,8 persen pada 2025. Angka itu bikin biaya pengobatan naik jauh lebih cepat dibanding kenaikan gaji rata-rata pekerja muda.
Di saat yang sama, penyakit kritis juga makin sering muncul di usia produktif.
Pola tidur berantakan, stres kerja, makan cepat saji, sampai minim aktivitas fisik jadi kombinasi yang akrab buat anak muda urban hari ini.
Masalahnya, perlindungan kesehatan di Indonesia masih minim. Penetrasi asuransi jiwa bahkan masih di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hanya sekitar 6,6 persen populasi Indonesia yang punya asuransi jiwa.
Apa Itu SHIFA Signature?
SHIFA Signature adalah produk asuransi kesehatan berbasis syariah dari Sun Life Indonesia yang dirancang untuk perlindungan keluarga.
Produk ini melengkapi perlindungan lain seperti BPJS atau fasilitas kesehatan kantor.
Produk ini mencakup manfaat rawat inap, pembedahan, rawat jalan terkait tindakan medis, ambulans, hingga layanan telehealth. Ada juga perlindungan untuk pengobatan tradisional China, perawatan di rumah, serta pemeriksaan kesehatan untuk stroke, kanker, dan coronary bypass surgery sesuai ketentuan polis.
Nasabah bisa memilih tujuh wilayah perlindungan, mulai dari Indonesia sampai cakupan worldwide.
Nilai manfaat kesehatan tahunannya mencapai Rp15 miliar dengan tambahan Limit Booster hingga Rp35 miliar.
Fasilitas cashless juga masih jadi daya tarik utama. Buat banyak keluarga muda, sistem seperti ini terasa lebih praktis dibanding harus nombok dulu lalu klaim belakangan.
Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, mengatakan, lebih dari tiga dekade di Indonesia, Sun Life telah menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia dalam mencapai kemapanan finansial dan hidup yang lebih sehat.
Kinerja ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dan menjadi tanggung jawab Sun Life Indonesia untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini," ujarnya.
Keluarga Muda Mulai Pikirkan Risiko Finansial
Fenomena menariknya, obrolan soal dana darurat dan proteksi kesehatan sekarang makin sering muncul di media sosial. Bukan lagi cuma topik financial planner atau agen asuransi.
Banyak pasangan muda mulai sadar satu kondisi darurat bisa menghabiskan tabungan bertahun-tahun. Apalagi buat keluarga yang tinggal di kota besar dengan biaya hidup tinggi seperti Jakarta, Bekasi, atau Surabaya.
Sun Life sendiri mencatat total premi bisnis baru naik 41 persen pada Kuartal I 2026 dibanding periode sama tahun lalu. Laba bersih perusahaan juga tumbuh 236 persen.
Selain fokus ke produk asuransi, perusahaan ini juga menjalankan program sosial seperti Brighter Financial Futures untuk literasi keuangan dan Hoops + Health yang fokus ke gaya hidup sehat anak muda di Jakarta.
Albertus Wiroyo menambahkan, melihat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan terus berkembang, melalui SHIFA Signature, Sun Life menghadirkan perlindungan kesehatan berbasis syariah yang menyeluruh.
"Tidak hanya melindungi kebutuhan perawatan yang umum, tetapi juga menjangkau solusi kesehatan modern dan pendekatan tradisional, agar nasabah mendapatkan perlindungan yang relevan dengan beragam kebutuhan kesehatan masa kini," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan