INDOZONE.ID - Kuku yang mendadak tipis dan gampang terkelupas seringkali cuma dianggap efek terlalu sering kena air, pakai kuteks, atau aktivitas harian yang bikin tangan “capek.”
Karena terlihat sepele, banyak orang memilih cuek dan menganggap masalah ini bakal hilang sendiri.
Padahal, kuku yang lapisannya mulai terangkat, terasa lebih tipis, atau gampang patah bisa jadi bukan sekadar urusan penampilan.
Kondisi ini bisa muncul karena kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar merusak kuku, tapi juga dapat menjadi sinyal tubuh sedang kekurangan nutrisi tertentu.
Baca juga: Penyebab Payudara Mulai Kendur Setelah Melahirkan
Kalau kamu mulai sadar kuku terasa lebih rapuh dari biasanya, mudah pecah, atau terlihat mengelupas berulang kali, jangan buru-buru mengabaikannya.
Bisa jadi tubuh sedang mencoba memberi tanda yang selama ini luput kamu sadari.
Bisa Dipicu Kebiasaan Sehari-hari yang Sering Dianggap Sepele
Tanpa sadar, banyak kebiasaan kecil yang ternyata bikin kuku jadi rusak.
Contohnya seperti menggunakan kuku untuk membuka kaleng, mengupas kulit buah-buahan yang keras, atau mencungkil benda tertentu. Kebiasaan ini membuat permukaan kuku lebih rentan retak dan mengelupas.
Baca juga: Eksim Sering Kambuh? Simak Penyebab dan Cara Meredakannya
Bukan cuma itu, terlalu sering memakai kuteks gel atau penggunakan acrylic nails (kuku palsu) lalu melepasnya dengan cara yang kurang tepat juga bisa merusak lapisan kuku.
Faktor-faktor tersebut bisa membuat kuku menjadi kering dan kehilangan kelembabannya. Kalau dibiarkan terus, kuku bisa jadi tipis, rapuh, dan mudah rusak.
Coba Cek Kuku Kaki, Ini Bisa Jadi Petunjuk Penting
Ada satu cara sederhana untuk mengetahui apakah penyebabnya berasal dari luar atau justru dari dalam tubuh.
Perhatikan kuku kaki kamu!
Baca juga: Suka Pakai Baju Gym Ketat Biar Kelihatan Fit? Studi Ungkap Efek Tak Terduga pada Wanita, Benarkah?
Kalau kuku kaki juga ikut mengelupas, kondisi ini bisa mengarah pada faktor internal, salah satunya kemungkinan tubuh kekurangan zat besi.
Zat besi berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah yang sehat. Saat asupannya kurang, tubuh bisa menunjukkan tanda-tanda tertentu — termasuk perubahan pada kuku.
Kalau Penyebabnya dari Dalam, Perbaiki Pola Makan
Jika kamu merasa penyebabnya berkaitan dengan kekurangan nutrisi, coba mulai perhatikan asupan harian. Konsumsi makanan tinggi zat besi seperti:
- Daging merah
- Bayam
- Hati ayam
- Kacang-kacangan
- Ikan dan seafood tertentu
Baca juga: Nggak Pakai Bra Bisa Bikin Payudara Turun? Fakta Ilmiah Justru Bikin Banyak Orang Salah Paham!
Pola makan yang lebih seimbang bisa membantu memperbaiki kondisi tubuh secara perlahan.
Jika Karena Faktor Luar, Rawat Kuku dengan Cara Ini
Kalau ternyata penyebabnya berasal dari kebiasaan sehari-hari, kamu bisa mulai dengan langkah sederhana.
Gunakan hand lotion atau pelembab setelah mencuci tangan atau setelah terkena sabun terlalu lama.
Hindari menjadikan kuku sebagai “alat serbaguna” untuk membuka atau mengikis benda.
Kalau sering memakai kuteks atau acrylic nails, beri jeda agar kuku punya waktu untuk pulih sebelum menghiasnya kembali.
Baca juga: Sering Pakai Celana Ketat? Hati-Hati, kebiasaan Ini Bisa Picu Infeksi Jamur di Area Intim
Jangan Tunggu Sampai Makin Parah
Meski terlihat sepele, perubahan pada kuku sebaiknya tidak diabaikan begitu saja.
Kalau kuku terus mengelupas dalam waktu lama, semakin parah, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Kadang tubuh memberi sinyal masalah kesehatan lewat hal-hal kecil yang jarang disadari, termasuk dari kondisi kuku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline